ANALISIS KUALITAS SALA TERI
DOI:
https://doi.org/10.25077/jtpa.21.1.33-39.2017Abstract
Peningkatan kualitas dari sala lauak yang bisa dilakukan adalah dengan cara memvariasikan rasa, salah satunya menggunakan teri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan teri sebanyak 0gr, 20gr, 40gr, 60gr dan80gr terhadap kualitas bentuk, warna, aroma, tekstur dan rasa pada salateri yang dihasilkan. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis eksperimen murni (trueeksperimen) dengan metode Rancangan Acak Lengkap.Penelitian ini dilakukan di workshop Tata Boga, Jurusan IKK, FPP, UNP. Variabel dalam penelitian terbagi dua yaitu, variabel X (penggunaan teri) dan variabel Y (kualitas sala teri). Data yang digunakan adalah data primer yang didapat langsung dari 30 orang panelis dengan cara mengisi angket. Data yang sudah diperoleh kemudian ditabulasikan dalam bentuk tabel dan dilakukan AnalisaVarian (ANAVA), jika berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh terhadap penggunaan teri dengan kualitas warna kulit, warna isi, aroma teri, dan rasa gurih. Sedangkan untuk kualitas bentuk bulat, bentuk seragam, aroma harum,tekstur kulit dan tekstur isi tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan karena Fh<Ft. Hasil analisis data diperoleh skor pencapain tertinggi secara keseluruhan yaitu kualitas bentuk (bulat) 3,19 (X3), kualitas bentuk (seragam) 2,98 (X3), kualitas warna kulit (kuning keemasan) 3,08 (X1), kualitas warna isi (kuning) 3,17 (X1), kualitas aroma (teri) 3,44 (X4), kualitas aroma (harum) 3,07 (X4), kualitas rasa (gurih) 3,22 (X4) kualitas tekstur kulit (renyah) 2,98 (X3) dan kualitas tekstur isi (berongga) 2,78 (X3). Sala teri memiliki kadar karbohidrat 36,37%; kadar protein 3,11%; kadar lemak 14,05%; kadar air 45,19%; dan kadar abu 1,70%.
Â
References
Anonim, 2014. Bahaya Makan Ikan Asin. https://www.sehatpedia.org//2016/bayangkan-nikmatnya-ikan-asin-yang. html [15 Mei 2016]
Anonim. 2016. Teri (Makanan). https://id.wikipedia.org/wiki/Teri_(makanan) [26 Juli 2016]
Astawan, M. 2004. Manfaat Ikan bagi Jantung dan Wajah, https://www.dkp.go.id.
Astuti, Indri. 2010. A-Z Resep Masakan Padang. Jakarta: Mecomedia.
Elnawati, Elnawati and Budiyanto, Budiyanto and Yuwana, Yuwana.2007. Studi Penggunaan Tepung Jagung Pada Pembuatan Sala Lauak. Undergraduated Thesis, Fakultas Pertanian UNIB.
Hasan, Alwi. 2002. Tampilan Makanan Solo. Solo: Tiga Serangkai.
Helva Wahyuni. 2015. Standarisai Sala Lauak di Kanagarian Ulakan. Skripsi. Padang: UNP.
Jufry Zelyn. 2015. Makalah Proses Pembuatan Ikan Asin. https://m.kompasiana.com/jufryzelyn/makalah-proses-pembuatan-ikan-asin.html [25 Mei 2016]
Kamsina dan Inda. 2011. Pengaruh Jenis Tepung dan Pengolahan Ikan Terhadap Mutu Tepung Sala Lauk. Padang: Balai Riset dan Standarisasi Pangan.
Kusumawati, Hasri Ndaru, dkk. 2012. Penetuan Kualitas Pangan & Uji Oganoleptik. Semarang: UNDIP.
Resmiati, dkk. 2003. Pengasinan Ikan Teri dan Kelayakannya di Desa Karanghantu Serang. Bandung: Universitas Padjadjaran.
Setyaningsih, Dwi et al. 2010. Analisis Sensori untuk Industri Pangan dan Argo. IPB Press: Bogor.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuatitatif, Kualintatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Wahyuni, Helva. 1015. Standarisasi Resep Sala Lauk di Kanagarian Ulakan Kabupaten Padang Pariaman [Skripsi]. Padang: Universitas Negeri Padang.
Wisnu Cahyadi. 2007. Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Jakarta: Bumi Aksara.
Wulan Puspita Sari. 2015. Kualitas dan Daya Terima Sala Lauak dengan Penambahan Bayam dan Ikan Segar Sebagai Makanan Anak Balita [Skripsi]. Skripsi. Padang: Universitas Negeri Padang.
