SUBTITUSI TEPUNG BIJI LIMBAH SENGON BUTO (Enterolobium Cyclocarpum) DENGAN TEPUNG TERIGU DALAM PEMBUATAN KUE KERING
DOI:
https://doi.org/10.25077/jtpa.25.1.54-58.2021Keywords:
tepung terigu, sengon buto, kue keringAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kue kering dengan bahan dasar tepung limbah sengon buto, yang dicampur dengan tepung terigu dan bahan lainnya. Uji organoleptik dilakukan pada 90 orang panelis secara acak yang dibagi dalam tiga kali pengulangan dengan membagikan kuesioner dengan penilaian menggunakan skala likert. Uji organoleptik dilakukan untuk menilai tekstur, aroma, warna dan rasa dari kue kering. Ada 4 jenis komposisi tepung limbah sengon buto dengan komposisi (0%, 50%, 75%, dan 100%). Dari hasil uji organoleptik panelis paling menyukai warna coklat terang - keemasan, rasa manis dan gurih, aroma biji sengon yang tidak terlalu pekat, dan tekstur renyah serta tidak mudah hancur pada komposisi II (50%)References
Al Fajrin, A. B., & Suparmini. 2013. Kontribusi Pendapatan dan Penyerapan Tenaga Kerja terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani pada Usaha Budidaya Bibit Tanaman Sengon di Desa Kebonrejo dan Desa Jebengsari Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang [Universitas Negeri Yogyakarta]. https://eprints.uny.ac.id/id/eprint/18272
Anggraeni, M. 2017. Sifat Fisikokimia Roti yang Dibuat dengan Bahan Dasar Tepung Terigu yang Ditambah Berbagai Jenis Gula. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 6(1), 52–56. doi:10.17728/jatp.214
BSN [Badan Standarisasi Nasional]. 1992. Biskuit.
Mudgil, D., Barak, S., & Khatkar, B. S. 2017. Cookie Texture, Spread Ratio and Sensory Acceptability of Cookies as a Function of Soluble Dietary Fiber, Baking Time and Different Water Levels. LWT - Food Science and Technology, 80, 537–542. doi:10.1016/j.lwt.2017.03.009
Ojo, V. O. A., Akinade, G. A., Fasae, O. A., & Akinlolu, A. O. 2018. Effect of Treatment Methods on the Nutritive Quality of Elephant-Ear Seeds (Enterolobium Cyclocarpum Jacq Griseb) as Feed for Ruminant Production. Pertanika Journal of Tropical Agricultural Science, 41(1), 453–462.
Shella Ariantya, F. 2016. Kualitas Cookies dengan Kombinasi Tepung Terigu, Pati Batang Aren (Arenga pinnata) dan Tepung Jantung Pisang (Musa paradisiaca) [Universitas Atma Jaya Yogyakarta]. https://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/9139
Sheperd, G. M. 2013. Neurogastronomy: How the Brain Creates Flavor and Why It Matters. Columbia University Press.
Sugiharto. 2018. Analisis Varians. Universitas Gunadarma.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Utami, A. P., Wahyuni, S., & Muzuni. 2016. Analisis Penilaian Organoleptik dan Nilai Gizi Cookies Formulasi Tepung Wikau Maombo. J. Sains Dan Teknologi Pangan, 1(1), 79–85.
Widiantara, T. 2018. Kajian Perbandingan Tepung Kacang Koro Pedang (Canavalia ensiformis) dengan Tepung Tapioka dan Konsentrasi Kuning Telur terhadap Karakteristik Cookies Koro. Pasundan Food Technology Journal, 5(2), 146.doi:/10.23969/pftj.v5i2.1045
Winarno. 2011. Metodologi Penelitian dalam Pendidikan Jasmani. Media Cakrawala Utama Press.
