SIMULASI KONSERVASI LAHAN KRITIS TERHADAP HASIL AIR (WATER YIELD) DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KURANJI MENGGUNAKAN MODEL SWAT (SOIL AND WATER ASSESMENT TOOL)

Authors

  • Doki Wardiman Universitas Andalas
  • Eri Gas Ekaputra Universitas Andalas
  • Yonariza Yonariza Univeritas Andalas

DOI:

https://doi.org/10.25077/jtpa.24.1.77-85.2020

Keywords:

DAS kuranji, hasil air, konservasi, lahan kritis

Abstract

Perubahan iklim dan penggunaan lahan memiliki dampak yang besar terhadap keseimbangan air. Perubahan penggunaan lahan merupakan penyebab utama tingginya run off dibandingkan dengan faktor lainnya. Bencana alam yang terjadi di wilayah DAS (Daerah Aliran Sungai) merupakan indikasi bahwa fungsi hidrologi di wilayah DAS dalam keadaan terganggu dan tidak dapat mendukung sistem tata air yang optimal. Hampir setiap tahun terjadi banjir di kawasan DAS Kuranji yang menimbulkan kerugian secara materil dan korban jiwa. Salah satu bentuk upaya untuk menjaga kelestarian DAS adalah dengan melakukan konservasi pada wilayah – wilayah yang memberikan dampak buruk terhadap DAS seperti lahan kritis. Tujuan penelitian ini adalah mensimulasikan konservasi lahan kritis DAS Kuranji terhadap perubahan hasil air. Simulasi dilakukan terhadap 3 skenario penggunaan lahan yaitu konservasi 50 %, 80 % dan 100 % terhadap luas lahan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 818,92 ha lahan kritis yang bisa digunakan untuk lahan konservasi. Simulasi perubahan penggunaan lahan terhadap lahan kritis dari beberapa skenario menunjukkan bahwa skenario konservasi 100 % menunjukkan kondisi hidrologi yang lebih baik. Artinya, semakin luas lahan yang di konservasi menjadi hutan campuran maka akan menurunkan hasil air, sehingga menurunkan aliran permukaan dan menaikkan volume air tanah DAS

References

Arnold, J. G., Moriasi, D. N., Gassman, P. W., & White, M. J. 2012. SWAT : Model use , Calibration , and Validation. Transactions of the ASABE. 55(4). 1491–1508.

Arsyad, S. 2006. Konservasi Tanah dan Air. Bogor : IPB Press

Haverkamp, S., Fohrer, N., & Frede, H. 2005. Assessment of the Effect of Land Use Patterns on Hydrologic Landscape Functions : a Comprehensive GIS-based Tool to Minimize Model Uncertainty. Hydrol Process. 727 (May 2004). 715–727. doi:10.1002/hyp.5626

Junaidi, E. 2009. Perencanaan Pengelolaan DAS Cisadane Menggunakan Model SWAT. Institut Pertanian Bogor.

Kodoatie RJ., Sjarief R. 2008. Pengelolaan Air Terpadu. Ed rev. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Kundu, S., Khare, D., & Mondal, A. 2017. Past, Present and Future Land Use Changes and Their Impact on Water Balance. Journal of Environmental Management. 197. 582–596. doi:10.1016/j.jenvman.2017.04.018

Loague, K., & Green, R. E. 1991. Statistical and Graphical Methods for Evaluating Solute Transport Models : Overview and Application O ( OC ). 7. 51–73.

Moriasi, D. N., Arnold, J. G., Liew, M. W. Van, Bingner, R. L., Harmel, R. D., & Veith, T. L. 2007. Model Evaluation Guidelines for Systematic Quantification of Accuracy in Watershed Simulation. Transactions of the ASABE. 50(3). 885–900.

Motovilov, Y. G., Gottschalk, L., Engeland, K., & Rodhe, A. 1999. Validation of a Distributed Hydrological Model Against Spatial Observations. 99.

Nash, J. E., & Sutcliffe, I. V. 1970. River Flow Forecasting Through Conceptual Models Part I - A Discussion of Principles. Journal of Hydrology. 10. 282–290.

Nilda, N., Adnyana, I. W. S., & Merit, I. N. 2015. Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Dan Dampaknya Terhadap Hasil Air Di Das Cisadane Hulu. ECOTROPHIC : Jurnal Ilmu Lingkungan (Journal of Environmental Science), 9(1), 35. doi:10.24843/ejes.2015.v09.i01.p05

Pawitan, H. 2016. Land Use Changes and Their Impacts on Watershed Hydrology. Laboratorium Hidrometeorologi FMIPA IPB. August. 65–80. doi:10.1186/1743-422X-6-186

Downloads

Published

2020-03-01

Issue

Section

Articles