PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI SERBUK JAHE GAJAH (Zingiber officinale var. officinarum) DAN SERAI (Cymbopogon citratus) TERHADAP KARAKTERISTIK FITOKIMIA DAN SENSORIS TEH HERBAL DAUN PUCUK MERAH (Syzygium oleana)
Abstract
Teh herbal merupakan minuman fungsional yang berkembang karena mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Daun pucuk merah (Syzygium oleana) diketahui mengandung flavonoid, fenolik, dan antosianin yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Namun, daun ini memiliki rasa sepat dan aroma khas yang kurang disukai sehingga perlu dipadukan dengan bahan lain, seperti jahe gajah dan serai. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakteristik fitokimia dan organoleptik teh herbal daun pucuk merah dengan penambahan jahe gajah dan serai serta menentukan formulasi terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan lima kali ulangan, yaitu P0 (100% daun pucuk merah), P1 (60% daun pucuk merah, 20% jahe gajah, 20% serai), P2 (60% daun pucuk merah, 25% jahe gajah, 15% serai), P3 (60% daun pucuk merah, 15% jahe gajah, 25% serai), dan P4 (60% daun pucuk merah, 30% jahe gajah, 10% serai). Analisis meliputi aktivitas antioksidan metode DPPH, kadar flavonoid, kadar fenolik, dan uji organoleptik oleh 33 panelis tidak terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P0 memiliki aktivitas antioksidan tertinggi sebesar 49,63% inhibisi DPPH dan kadar flavonoid tertinggi sebesar 20,65% b/b, sedangkan kadar fenolik tertinggi diperoleh pada P3 sebesar 24,33 mg GAE/g. Perlakuan P4 menghasilkan aktivitas antioksidan dan kadar flavonoid yang tidak berbeda nyata dengan P0. Seluruh perlakuan juga tidak menunjukkan perbedaan nyata terhadap warna, aroma, dan rasa. Berdasarkan karakteristik fitokimia dan organoleptik, formulasi terbaik diperoleh pada perlakuan P4.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yoga Aji Handoko, Hera

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas tidak bertanggung jawab jika dikemudian hari ada pihak-pihak tertentu yang mempermasalahkan setiap isi jurnal yang diterbitkan baik dalam versi cetak maupun online, karena setiap artikel yang dipublikasikan menjadi tanggung jawab masing-masing penulis
