KARAKTERISASI DAMAR DARI PESISIR SELATAN DAN APLIKASINYA UNTUK PEMBUATAN PERNIS
DOI:
https://doi.org/10.25077/jtpa.24.2.210-218.2020Keywords:
damar, kemiri, pernis, terpentinAbstract
Damar merupakan resin resin alami yang dihasilkan oleh tanaman dari famili Dipterocarpaceae dan Burseraceae. Sumatera Barat adalah satu propinsi penghasil damar yang penting di Indonesia dengan sentra produksi Kabupaten Pesisir Selatan. Pemanfaatan damar di Indonesia sebagian kecil untuk memenuhi kebutuhan pembatik dalam negeri dan sebagian besar diekspor. Padahal damar dapat dijadikan sebagai bahan baku utama pernis yang dapat digunakan pada industri mebel dan bagian tertentu bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik damar yang diperoleh dari Kabupaten Pesisir Selatan dan menentukan komposisi yang tepat pada pembuatan pernis yang memanfaatkan damar tersebut. Selain damar juga digunakan terpentin dan minyak kemiri sebagai bahan penyusun pernis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa di Pesisir Selatan didapatkan jenis damar mata kucing dan damar batu. Karakteristik damar mata kucing yang didapatkan antara lain warna kuning bening, titik leleh 71 0C, densiti 0,68 g/cm dan kehilangan berat suhu 105 0C 18 jam 0,84%. Komposisi terpilih pernis yang dihasilkan dengan waktu pengeringan yang sama dengan pernis komersil adalah 23% damar, 54% terpentin dan 23% minyak kemiri.References
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2019. Produksi Damar Provinsi Sumatera Barat. Jakarta: BPS.
[BSN] Badan Standardisasi Nasional. 2012. Damar Bagian I: Klasifikasi dan Persyaratan Mutu Berdasarkan Uji Visual SNI 2900-1-2012. Jakarta: BSN
Abdulgani M., 2002. Gondorukem dan Terpentin di Indonesia. Semarang: Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah.
Abdulmalik, Nadia, Khairunnisa. 2016. Pengaruh Komposisi Damar Mata Kucing pada Pembuatan Lilin Batik Terhadap Kualitas Pewarnaan Hasil Pembatikan. Teknoin. 22 (4): 252-260.
Arianti DO, Idham M., Zainal S. 2018. Pemanfaatan Getah Damar oleh Masyarakat di Kelurahan Kedamin Hulu Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu. Jurnal Hutan Lestari. 6 (3): 464-472.
BBSRC. 2004. Business; The Quarterly Magazine of the Biotechnology and Biologycal Sciences Research Council. ï›https:www.bbsrc.ac.uk diakses 2 Agustus 2020ï.
Dahlian E, Hartoyo, Yusnita. 2003. Optimasi Pembuatan Pernis Damar (Shorea javanica). Buletin Penelitian Hasil Hutan. 21(1): 23-30.
Darmawan S. 2006. Pembuatan Minyak Kemiri dan Pemurniannya dengan Arang Aktif dan Bentonit. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 24(5): 413-423.
Estrada F, Gusmao R., Mudjijati, Indraswati N. Pengambilan Minyak Kemiri dengan Cara Pengepresan dan Dilanjutkan Ekstraksi Cake Oil. Widya Teknik. 6 (2): 121-130.
Edriana E, Dahlian E, Sumadiwangsa ES. 2018. Teknik Pembuatan Pernis dari Damar untuk Usaha Kecil. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 22(4): 205-213.
Kartika IA., Pratiwi DF. 2018. Characteristic of Particle Board from Bamboo with Damar Resin as Adhesive. Jurnal Teknologi Industri Pertanian. 28 (2):127-137.
Karyono OK, Sumadiwangsa S, Poernama BM. 1996. An Analysis on the Production and Economic of Resin in West Sumatera. Buletin Penelirian Hasil Hutan. 14(9): 355-365.
Kasim A., Malrianti Y, Syukri D, Derosya V. 2019. GC-MS Screening of Valuable Volatile Compounds in the Waste of Uncaria gambir. Annals of Biology. 35(2): 242-245.
Kuspradini H, Rosamah E, Sukaton E, Arung ET, Kusuma IW. 2016. Pengenalan Jenis Getah; Gum- Lateks- Resin. Samarinda: Mulawarman University Press.
Malrianti Y, Kasim A, Novelina. 2019. Tannins and Catechins Content of Gambier (Uncaria gambier Roxb) in Relation with Adhesive Qualities and Bonding Strength of Cold Setting Glue. International Journal of Advanced Research. 6(12): 622–627.
Mulyono N, Wijaya CH, Fardiaz D, Rahayu WS. 2012. Identifikasi Komponen Kimia Damar Mata Kucing (Shorea Javanica) dengan Metode Pirolisis-GC/MS. Jurnal Natur Indonesia. 14(2): 155-159.
Saxena NP. 2010. Objective Botany. India: Krisna Praskashan Media (P) Ltd.
Suranto Y. 2018. Karakter dan Kualitas Gondorukem Kuna Hasil Penemuan di Pemukiman Pecinan Kutoarjo Kabupaten Purworejo. Jurnal Konservasi Cagar Budaya. 12(2): 47-60.
Wiyono B. 1995. Pengolahan Minyak Kemiri dengan Cara Pelarutan dan Pengempaan. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 13(03): 110-117.
Wiyono B, Silitonga T. 2001. Pengaruh Jenis Pelarut dan Kualitas Damar terhadap Rendemen dan Sifat Fisiko-Kimia Damar yang Dimurnikan. Bul. Pen. Has. Hut. 19(2): 103-115.
