<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://tpa.fateta.unand.ac.id/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-04-05T07:21:36Z</responseDate>
	<request from="2020-11-15" metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/180</identifier>
				<datestamp>2023-03-23T04:03:06Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IDENTIFIKASI CHILLING INJURY PADA CABAI (Capsicum annum L) BERDASARKAN SIFAT FISIK DAN ION LEAKAGE</dc:title>
	<dc:creator>Hasan, Ashadi</dc:creator>
	<dc:creator>Chatib, Omil Charmyn</dc:creator>
	<dc:creator>Fahmy, Khandra</dc:creator>
	<dc:creator>Zulmi, Aulia Rahman</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">chilling injury</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">cabai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ion leakage</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">warna</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">susut bobot</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Cabai termasuk pada produk hortikultura yang mudah rusak (perishable) dan busuk. Suhu yang rendah dapat mempertahankan kesegaran, tapi suhu rendah juga menyebabkan chilling injury. Chilling injury terjadi ditandai dengan terjadinya kebocoran pada ion buah (electrolyte leakage) dan terjadi perubahan fisik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi perubahan sifat fisik dan ion leakage dari cabai akibat chilling injury. Pengidentifikasian dilakukan dengan mengamati perubahan warna, susut bobot, dan nilai ion leakage yang terjadi selama 30 hari pada penyimpanan suhu 10oC. Pengidentifikasian dilakukan setiap 4 hari selama 16 hari dan setiap 2 hari hingga hari ke 30. Chilling injury mulai terjadi pada penyimpanan hari ke 18, dengan nilai slope dari ion leakagenya sebesar 0,1153. Nilai slope tertinggi menandakan bahwa cabai pada hari itu mulai mengalami chilling injury. Pada hari ke 18, nilai susut bobot mulai memingkat dan perubahan warna terutama pada nilai chroma dan hue mengalami perubahan daripada sebelum penyimpanan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2019-03-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/180</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.23.1.1-9.2019</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 23 No. 1 (2019); 1-9</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 23 No 1 (2019); 1-9</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/180/130</dc:relation>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/180/237</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Ashadi Hasan, Omil Charmyn Chatib, Khandra Fahmy, Aulia Rahman Zulmi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/237</identifier>
				<datestamp>2021-08-18T04:50:25Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN PENGARUH PERLAKUAN PULP DAN LAMA PENYEDUHAN TERHADAP MUTU KIMIA TEH CASCARA</dc:title>
	<dc:creator>Muzaifa, Murna</dc:creator>
	<dc:creator>Hasni, Dian</dc:creator>
	<dc:creator>Arpi, Normalina</dc:creator>
	<dc:creator>Sulaiman, M. Ikhsan</dc:creator>
	<dc:creator>Limbong, Moh. Sahlan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">arabika gayo</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">cascara</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">fermentasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pulp</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">seduhan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis mutu kimia seduhan cascara yang diperoleh dari kulit kopi arabika Gayo. Â Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor yaitu perlakuan pulp dan lama seduhan cascara. Faktor perlakuan pulp kopi (P) terdiri atas 6 taraf yaitu pulp buah kopi yang difermentasi dalam karung selama 12 jam (P1), pulp yang direndam air selama 12 jam (P2), pulp yang dibiarkan diruang terbuka (P3), pulp dari pengolahan kering (P4), pulp dari limbah produksi wine coffee (P5) dan pulp dari limbah petani (P6). Faktor kedua yaitu lama penyeduhan (H) yang terdiri atas 3 taraf yaitu (H1 = 4 menit, H2 = 6 menit dan H3 = 8 menit). Parameter yang diamati meliputi nilai pH, total padatan terlarut dan total fenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pulp kopi dan lama seduhan berpengaruh terhadap nilai pH dan total padatan terlarut. Nilai total fenol seduhan cascara hanya dipengaruhi oleh lama penyeduhan cascara.Â  Cascara dengan total fenol tertinggi diperoleh pada pembuatan cascara dari pulp secara natural dengan penyeduhan 8 menit. Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2019-09-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/237</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.23.2.136-142.2019</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 23 No. 2 (2019); 136-142</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 23 No 2 (2019); 136-142</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/237/134</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Murna Muzaifa, Dian Hasil, Normalina Arpi, M. Ikhsan Sulaiman, Moh. Sahlan Limbong</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/311</identifier>
				<datestamp>2022-03-23T14:51:18Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">KAJIAN KOMBINASI KONSENTRASI KARAGENAN DAN JERUK NIPIS PADA PEMBUATAN JELLY DRINK LABU SIAM (Sechium edule Sw)</dc:title>
	<dc:creator>Rosyda, Dina Uliana</dc:creator>
	<dc:creator>Sudarmanto, Bambang</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmi, Ainu</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Produksi labu siam di jawa timur pada tahun 2018 mencapai 24.015 ton . Pada umumnya masyarakat mengkonsumsi labu siam hanya sebagai sayur atau lalapan. Tidak banyak masyarakat yang menyukai labu siam ini karena masyarakat belum mengetahui manfaat dari sayur tersebut. Selain itu, labu siam memiliki harga jual yang relatif murah sehingga perlu dilakukan pengolahan produk untuk meningkatkan harga jual labu siam dan meningkatkan minat konsumen yaitu dengan menggunakan sari labu siam untuk pembuatan jelly drink. Jelly drink merupakan minuman gel dengan konsentrasi rendah sehingga mudah di sedot. Pembuatan jelly drink biasanya di buat dengan buah buahan dengan penambahan karagenan, agar atau gelatin. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan jelly drink labu siam dengan kualitas fisik dan organoleptik terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi karagenan 0,4, 0,5, dan 0,6%, sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi jeruk nipis 1, 3 dan 5%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji FriedmanÂ  yang di lanjutkan dengan Uji Efektifitas De Garmo dan Analysis of Variant (ANOVA) dengan selang kepercayaan 5% dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Kombinasi perlakuan konsentrasi karagenan dan jeruk nipis yang tepat dengan menghasilkan jelly drink lau siam (Sechium edule Sw) dengan kualitas fisik, dan organoleptik terbaik adalah perlakuan kombinasi karagenan 0,5% dan jeruk nipis 3%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-03-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/311</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.1.1-7.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 1 (2022); 1-7</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 1 (2022); 1-7</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/311/220</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Dina Uliana Rosyda</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/323</identifier>
				<datestamp>2020-12-06T08:16:41Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS MUTU KIMIA CASCARA YANG DIPEROLEH DARI KOMBINASI WAKTU DAN SUHU PENGERINGAN SERTA PENGECILAN UKURAN YANG BERBEDA</dc:title>
	<dc:creator>Muzaifa, Murna</dc:creator>
	<dc:creator>Yusriana, Yusriana</dc:creator>
	<dc:creator>Azmi, M. Shabir</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmi, Faidha</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">arabika gayo</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">cascara</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">fermentasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pulp</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">seduhan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis mutu kimia seduhan cascara yang diperoleh dari kombinsi suhu dan waktu pengeringan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) faktorial menggunakan 2 faktor. Faktor pertama adalah kombinasi suhu dan waktu pengeringan (T) terdiri dari 2 taraf yaitu pengeringan tray dryer suhu 37 oC selama 20 jam (T1) dan pengeringan tray dryer suhu 45 oC selama 10 jam (T2). Faktor kedua adalah pengecilan ukuran teh cascara (P) terdiri dari 2 taraf yaitu pengecilan ukuran 20 mesh (P1), dan tanpa pengecilan ukuran teh cascara (P2). Dengan demikian dihasilkan 4 kombinasi perlakuan dengan pengulangan sebanyak 3 kali sehingga diperoleh total 12 unit percobaan. Parameter seduhan teh cascara yang diamati adalah nilai pH, total padatan terlarut, total fenol dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi suhu dan waktu pengeringan mempengaruhi total fenol dan aktivitas antioksidan seduhan cascara. Kombinasi suhu pengeringan 37oC dengan waktu selama 20 jam menghasilkan total fenol dan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kombinasi suhu pengeringan 45oC selama 10 jam. proses pengecilan ukuran mempengaruhi nilai pH nilai dan total padatan terlarut seduhan cascara. Dengan melakukan pengecilan ukuran komponen kimia yang terekstrak menjadi lebih besar sehingga keasaman dan total padatan terlarut semakin meningkat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-10-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/323</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.24.2.107-113.2020</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 24 No. 2 (2020); 107-113</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 24 No 2 (2020); 107-113</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/323/174</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Murna Murzaifa, Yusriana Yusriana, M. Shabir Azmi, Faidha Rahmi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/326</identifier>
				<datestamp>2020-12-06T08:18:03Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">APLIKASI BERAS KETAN HITAM (Oryza sativa var glutinous) DAN MADU SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN BODYSCRUB</dc:title>
	<dc:creator>Hairiyah, Nina</dc:creator>
	<dc:creator>Nuryati, Nuryati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">beras ketan hitam (Oryza sativa var glutinous)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bodyscrub</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">madu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bodyscrub adalah salah satu produk yang menjadi andalan konsumen dalam menjaga kebersihan dan kesegaran kulit tubuh, bodyscrub berfungsi untuk mengangkat sel-sel kulit mati, kotoran pada kulit dan membuka pori-pori sehingga kulit menjadi lebih cerah dan putih. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik pada pembuatan bodyscrub berbahan dasar beras ketan hitam dan madu. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan sampel beras ketan hitam dan madu. Pengujian yang dilakukan adalah pengamatan terhadap sifat fisik organoleptik (warna, aroma dan tekstur), kelembaban kulit, iritasi kulit, pH dan stabilitas emulsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi terbaik adalah bodyscrub dengan formulasi 4,6% beras ketan hitam dan madu yang memiliki warna mauve, aroma sedikit berbau khas beras ketan hitam dan madu, tekstur lebih banyak butiran scrub, pH 7, tidak terjadi iritasi kulit, nilai rata-rata kadar kelembaban kulit sebesar 18,60%, dan stabilitas emulsi sebesar 79,72%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/326</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.24.2.114-121.2020</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 24 No. 2 (2020); 114-121</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 24 No 2 (2020); 114-121</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/326/175</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Nina Hairiyah, Nuryati Nuryati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/354</identifier>
				<datestamp>2020-12-30T10:49:01Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISASI DAMAR DARI PESISIR SELATAN DAN APLIKASINYA UNTUK PEMBUATAN PERNIS</dc:title>
	<dc:creator>Kasim, Anwar</dc:creator>
	<dc:creator>Permata, Deivy Andhika</dc:creator>
	<dc:creator>Malrianti, Yefsi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">damar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kemiri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pernis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">terpentin</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Damar merupakan resin resin alami yang dihasilkan oleh tanaman dari famili Dipterocarpaceae dan Burseraceae. Sumatera Barat adalah satu propinsi penghasil damar yang penting di Indonesia dengan sentra produksi Kabupaten Pesisir Selatan. Pemanfaatan damar di Indonesia sebagian kecil untuk memenuhi kebutuhan pembatik dalam negeri dan sebagian besar diekspor. Padahal damar dapat dijadikan sebagai bahan baku utama pernis yang dapat digunakan pada industri mebel dan bagian tertentu bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik damar yang diperoleh dari Kabupaten Pesisir Selatan dan menentukan komposisi yang tepat pada pembuatan pernis yang memanfaatkan damar tersebut. Selain damar juga digunakan terpentin dan minyak kemiri sebagai bahan penyusun pernis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa di Pesisir Selatan didapatkan jenis damar mata kucing dan damar batu. Karakteristik damar mata kucing yang didapatkan antara lain warna kuning bening, titik leleh 71 0C, densiti 0,68 g/cm dan kehilangan berat suhu 105 0C 18 jam 0,84%. Komposisi terpilih pernis yang dihasilkan dengan waktu pengeringan yang sama dengan pernis komersil adalah 23% damar, 54% terpentin dan 23% minyak kemiri.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/354</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.24.2.210-218.2020</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 24 No. 2 (2020); 210-218</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 24 No 2 (2020); 210-218</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/354/176</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Anwar Kasim, Deivy Andhika Permata, Yefsi Malrianti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/368</identifier>
				<datestamp>2021-07-03T06:15:33Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PERBEDAAN KECEPATAN PUTARAN MESIN (RPM) TERHADAP KINERJA MESIN PENCACAH LIMBAH JAGUNG UNTUK PAKAN TERNAK SAPI  DI NUSA TENGGARA TIMUR</dc:title>
	<dc:creator>Hamakonda, Umbu A</dc:creator>
	<dc:creator>Bere, Edelnia</dc:creator>
	<dc:creator>Muhdin, Muhamad</dc:creator>
	<dc:creator>Lalus, Fatu L</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">limbah jagung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mesin pencacah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kapasitas kerja alat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">keseragaman cacahan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan putaran mesin pencacah terhadap kualitas hasil cacahan dan menentukan kecepatan putaran mesin dengan hasil cacahan yang berkualitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekperimental untuk menganalisis ragam pengaruh perlakuanÂ  terhadap pengaruh perbedaan kecepatanÂ  putaran mesin. DenganÂ  metode iniÂ  dapat menganalisis dan diketahui perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas kerja tertinggi terdapat pada RPM 3400 sebesar 13,11 gr/menit yang berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Kapasitas kerja alat terbaik terdapat pada perlakuan C dengan nilai rata rata sebesar 5,43 gram/menit. Hasil uji jarak berganda duncan terhadap keseragaman hasil cacahan menunjukkan bahwa pada pada kecepatan putaran 3400 rpm menghasilkan ukuran cacahan terbaik dengan ukuran 2 cm paling besar yaitu sebanyak 5,43 gram, yang berbeda nyata dengan kecepatan putaran mesin lainnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-03-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/368</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.1.1-5.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 1 (2021); 1-5</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 1 (2021); 1-5</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/368/180</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Umbu A Hamakonda, Edelnia Bere, Muhamad Muhdin, Fatu L Lalus</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/369</identifier>
				<datestamp>2021-07-03T06:15:34Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISA KAVITASI TERHADAP POMPA THORISHIMA BERDASARKAN VARIASI TEMPERATUR DAN KETINGGIAN INSTALASI DEARATOR</dc:title>
	<dc:creator>Effendi, Zulham</dc:creator>
	<dc:creator>Aisyah, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Pratama, Suhermansyah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">deaerator</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kavitasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tinggi instalasi pipa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Unjuk kerja pompa sentrifugal ditandai dengan besarnya efisiensi, head, dan kapasitas pompa tersebut apabila digunakan dengan daya yang sama. Untuk memperbaiki unjuk kerja tersebut, maka dibutuhkan penelitian dan kajian yang mendalam untuk mendapatkan karakteristik pompa sentrifugal yang diinginkan dalam mendistribusikan air ke deaerator dengan temperatur yang maksimal tanpa mengalami kavitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui headloss serta proses kavitasi yang terjadi pada pipa di PKS Tebing Tinggi. Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka telah diketahui total headloss yang terjadi pada sistem perpipaan ketinggian 6 m sebesar 2,8498 m, ketinggian 8 m sebesar 3,4648 m , ketinggian 10 m sebesar 4.0698 m, ketinggian 12 m sebesar 4.6798 m. Kemudian proses terjadi kavitasi pada sistem perpipaan hanya terjadi pada ketinggian 6 m pada temperatur 102Â°C - 105Â°C dan ketinggian 8 m terlihat pada temperatur 105Â°C. Selanjutnya pada ketinggian 10 meter dan ketinggian 12 meter proses terjadinya kavitasi itu sudah tidak ada. Maka dari itu berdasarkan potensi yang telah diperhitungkan bahwa semakin tinggi instalasi deaerator kecil kemungkinan terjadinya kavitasi serta pada nilai efisiensi yang ideal terjadi pada ketinggian 10 meter dan 12 meter.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-03-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/369</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.1.6-15.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 1 (2021); 6-15</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 1 (2021); 6-15</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/369/179</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Zulham Effendi, Siti Aisyah, Suhermansyah Pratama</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/370</identifier>
				<datestamp>2021-07-03T06:15:34Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PABRIK  DALAM UPAYA EFISIENSI MATERIAL HANDLING DI UD. DONESI</dc:title>
	<dc:creator>Irmanto, Intan Nurhaliza</dc:creator>
	<dc:creator>Darmawan, M. Indra</dc:creator>
	<dc:creator>Ningsih, Yuliana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ARC</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">jarak material handling</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ongkos material handling</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">waktu material handling</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">UD. Donesi merupakan suatu industri yang bergerak dibidang pembuatan kue kering tradisional. Saat ini kondisi tata letak fasilitas produksi di UD. Donesi masih kurang efisien dalam pengaturan material handling. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rancangan tata letak fasilitas pabrik yang efisien dengan menggunakan metode ARC dan menganalisis secara kuantitatif dengan meminimalkan material handling, waktu dan menghitung ongkos material handling Pendekatan yang digunakan pada perancangan ulang tata letak fasilitas produksi di UD. Donesi dengan menggunakan analisis kualitatif menggunakan Activity Relationship Chart (ARC) dan analisis kuantitatif melalui perhitungan jarak, waktu dan ongkos material handling dalam menentukan keberhasilan proses perancangan ulang tersebut. Hasil yang diperoleh dari rancangan Layout usulan berdasarkan analisis ARC yaitu jarak material handling berkurang sebesar 68,5 m dan waktu material handlingÂ  menjadi 358,46 detik sertaÂ  ongkos Â material handling Rp 20.664.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-03-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/370</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.1.16-24.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 1 (2021); 16-24</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 1 (2021); 16-24</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/370/177</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Intan Nurhaliza Irmanto, M. Indra Darmawan, Yuliana Ningsih</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/371</identifier>
				<datestamp>2021-07-03T06:15:34Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENYISIHAN LOGAM Cr LIMBAH CAIR INDUSTRI ELEKTROPLATING MENGGUNAKAN BIONANOMATERIAL CHITOSAN LIMBAH CANGKANG  KULIT UDANG</dc:title>
	<dc:creator>Elystia, Shinta</dc:creator>
	<dc:creator>Zultiniar, Zultiniar</dc:creator>
	<dc:creator>Juniwarnis, Juniwarnis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bionanomaterial chitosan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">logam Cr</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">limbah cair elektroplating</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Nanomaterial merupakan material fungsional yang berukuran dibawah 100 nm. chitosan merupakan nanomaterial dari alam yang ramah lingkungan, mudah terurai dan tidak beracun. Kemampuan chitosan menjadi bionanomaterial dapat meningkatkan kemampuan dalam mengadsorpsi logam berat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakterisasi chitosan menggunakan FTIR dan ukuran bionanomaterial chitosan menggunakan XRD serta mengetahui kemampuan penyisihan logam Cr menggunakan bionanomaterial chitosan dengan variasi massa 2, 4, 6, 8 gram dan waktu pengadukan 30, 60, 90 menit menggunakan jart test dengan kecepatan putaran 100 rpm. Â Hasil adsorpsi dianalisa konsentrasinya menggunakan spekrofotometer serapan atom (AAS). Dari hasil spektrum FTIR Chitosan yang dibuat pada penelitian ini terdapat gugus fungsi Chitosan serta diperoleh nilai DD sebesar 90,9%. Ukuran partikel bionanomaterial chitosan dari hasil analisa XRD yaitu 73,73 nm. Efisiensi penyisihan optimum logam Cr pada limbah cair elektroplating yaitu pada massa 4 gram selama 30 menit sebesar 97,528% dengan konsentrasi akhir 0,534 mg/L. Sehingga dapat disimpulkan bahwa</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/371</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.1.25-32.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 1 (2021); 25-32</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 1 (2021); 25-32</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/371/181</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Shinta Elystia, Zultiniar Zultiniar, Juniwarnis Juniwarnis</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/372</identifier>
				<datestamp>2021-07-03T06:15:34Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS POLA TANAM DAN KALENDER TANAM PADI SAWAH MENGGUNAKAN DATA CITRA LANDSAT 8 OLI TIRS DI DAERAH IRIGASI BATANG ANAI KABUPATEN PADANG PARIAMAN</dc:title>
	<dc:creator>Saputra, Deni</dc:creator>
	<dc:creator>Ekaputra, Eri Gas</dc:creator>
	<dc:creator>Santosa, Santosa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">EVI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kalender tanam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">landsat 8</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pola</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">remote sensing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">NDVI</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pertumbuhan tanaman padi dipengaruhi oleh faktor pendukung alami yaitu iklim dan tanah, kendala yang sering dihadapi terjadinya perubahan iklim global yang berdampak terhadap pola curah hujan di berbagai wilayah. Dalam menentukan pilihan pola tanam yang efisien pada areal pertanian padi sawah, maka diperlukan upaya monitoring yang mampu mengamati, menganalisis, menyajikan dan memunculkan model keputusan, sehingga aktifitas pertanian padi sawah dapat dilakukan pada waktu yang tepat secara berkelanjutan. Penginderaan jauh (remote sensing) telah berkembang pesat dan penerapannya semakin luas untuk berbagai bidang, salah satunya pada sektor pertanian. Algoritma indeks vegetasi Normalized Difference Vegetation Indeks (NDVI) dan Enhanched Vegetation Indeks (EVI) untuk melakukan identifikasi fenologi tanaman padi. Melalui identifikasi umur tanam padi dapat diketahui pola tanam dan kalender tanam di daerah irigasi Batang Anai. Pola tanam interpretasi citra Landsat 8 selama 6 tahunan dengan menggunakan algoritma NDVI dan EVI adalah 2 kali setahun, musim tanam I pada bulan Januari dan musim tanam II pada bulan Juli. Pola tanam berdasarkan kondisi klimatologi adalah 2,5 kali setahun, musim tanam I pada bulan Januari, musim tanam II pada bulan Juni dan musim tanam III pada bulan November. Musim tanam IV pada bulan Maret dan musim tanam V pada bulan Agustus tahun berikutnya. Sebaran pola tanam dan kalender tanam berdasarkan interpretasi citra Landsat 8 dapat menjadi acuan, karena merupakan kebiasaan masyarakat setempat dan didukung oleh ketersediaan air dari curah hujan dan air irigasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/372</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.1.33-45.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 1 (2021); 33-45</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 1 (2021); 33-45</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/372/182</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Deni Saputra, Eri Gas Ekaputra, Santosa Santosa</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/373</identifier>
				<datestamp>2021-07-03T06:16:23Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMANFAATAN KAYU KALIANDRA DAN LIMBAH TEH SEBAGAI BAHAN BAKU BIOBRIKET</dc:title>
	<dc:creator>Pradana, Wibawa</dc:creator>
	<dc:creator>Bunyamin, Anas</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">briket</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">biobriket</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kayu kaliandra</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">limbah teh</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Keberadaan kayu kaliandra yang melimpah karena produktivitasnya yang tinggi tentunya perlu dimanfaatkan secara bijak dan baik. Produksi teh di Provinsi Jawa Barat yang juga tinggi menghasilkan limbah yang juga perlu diolah. Teknologi briquetting dirasa tepat untuk memaksimalkan karakteristik kayu kaliandra sebagai kayu energi dan juga limbah teh yang juga dapat dijadikan bioenergi. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dalam pembuatan serta pengujian mutu berdasarkan SNI dan juga dilakukan menggunakan pendekatan design thinking untuk mengetahui respon konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel dengan komposisi kayu kaliandra 75% dan limbah teh 25% merupakan komposisi terbaik dari segi SNI. Hasil analisis mutu berdasarkan SNI menunjukkan bahwa 2 dari 5 sampel lulus SNI.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/373</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.1.46-51.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 1 (2021); 114-119</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 1 (2021); 114-119</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/373/183</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Wibawa Pradana, Anas Bunyamin</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/374</identifier>
				<datestamp>2021-07-03T06:15:34Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN SEBARAN PRODUKTIVITAS PADI SAWAH  MENGGUNAKAN DATA CITRA LANDSAT 8 DI DAERAH IRIGASI BATANG ANAI  KABUPATEN PADANG PARIAMAN</dc:title>
	<dc:creator>Budiman, Rijal</dc:creator>
	<dc:creator>Ekaputra, Eri Gas</dc:creator>
	<dc:creator>Berd, Isril</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">produktivitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ubinan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">remote sensing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">landsat 8</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">dan algoritma NDVI</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Irigasi skala besar pada umumnya memiliki ketersediaan air cenderung tidak merata dari hulu, tengah dan hilir, sehingga mempengaruhi akan produktivitas tanaman padi. Daerah Irigasi Batang Anai merupakan irigasi skala besar dengan luas daerah layanan 13.604 ha tentu membutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang tinggi untuk melakukan perhitungan produktivitas secara manual. Salah satu teknologi yang dimanfaatkan untuk mendukung perhitungan produktivitas padi adalah dengan memanfaatkan algoritma nilai Normalized Difference Vegetation Indeks (NDVI) dari analisis citra Landsat 8 selama 6 tahunan. Melalui identifikasi umur tanaman padi dapat diketahui pola tanam dan waktu panen. Nilai NDVI pada saat akan panen atau padi berumur 14-16 MST dijadikan acuan untuk pendugaan produktivitas yang dikorelasikan dengan produktivitas data ubinan. Analisis pada umur 14-16 MST didapatkan hubungan negatif. Semakin tinggi nilai NDVI maka produktivitas semakin rendah dengan nilai koefisien determinasi (R2) adalah 0,8856. Dengan persamaan regresi yang didapatkan y = -9,4514x + 10,467. Terdapat nilai simpangan tertinggi 10,86 % atau 0,61 ton, sedangkan yang terkecil yaitu 1,45 % atau 0,07 ton. Sebaran produktivitas padi berdasarkan nilai NDVI di Daerah Irigasi Batang Anai dibagi menjadi tiga kawasan yaitu hulu sebesar 6,45 ton/ha GKP, tengah sebesar 6,46 ton/ha GKP, dan hilir sebesar 5,42 ton/ha GKP.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/374</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.1.46-53.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 1 (2021); 46-53</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 1 (2021); 46-53</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/374/184</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Rijal Budiman, Eri Gas Ekaputra, Isril Berd</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/375</identifier>
				<datestamp>2022-03-23T14:51:19Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">FORMULASI PEMBUATAN BODYSCRUB BERBAHAN DASAR  BERAS KETAN PUTIH (Oryza sativa var glutinous) DAN MADU</dc:title>
	<dc:creator>Hairiyah, Nina</dc:creator>
	<dc:creator>Nuryati, Nuryati</dc:creator>
	<dc:creator>Nordiyah, Fitri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">bodyscrub</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">beras ketan putih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">madu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Rekayasa Proses</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Bodyscrub merupakan bentuk sediaan cair maupun setengah padat yang berupa sediaan emulsi, bodyscrub bertujuan untuk mengangkat sel-sel kulit mati, kotoran dan membuka pori-pori sehingga dapat bernapas serta kulit menjadi cerah. Bahan tambahan alami yang dapat membantu kualitas bodyscrub adalah beras ketan putih dan madu, dimana beras ketan putih memiliki kandungan antioksidan yang mampu mempercepat produksi kolagen dan berperan dalam elastisitas kulit. Tambahan madu pada produk bodyscrub berperan sebagai vitamin yang dapat memberikan kelembapan kulit dan memperbaiki kulit yang kusam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi bahan terbaik dan karakterisasi produk bodyscrub dengan bahan dasar utama beras ketan putih dan madu. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan sampel beras ketan putih dan madu sebesar 1,53%, 3,07%, dan 4,6%. Produk yang dihasilkan dilakukan pengujian sifat fisik organoleptik (warna, aroma, dan tekstur), uji kelembapan kulit, iritasi kulit, pH, skrining fitokimia dan kestabilan emulsi. Formulasi terbaik produk bodyscrub berbahan dasar beras ketan putih dan madu adalah formulasi 4,6% memiliki warna egg shell, aroma sangat berbau beras ketan putih dan madu, tekstur sangat banyak butiran scrub, pH 7, sebanyak 93% dari 15 panelis tidak terjadi iritasi, nilai rata-rata kelembapan kulit sebesar 13,46%, serta memiliki nilai kestabilan emulsi sebesar 61,14%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-03-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/375</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.1.53-60.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 1 (2022); 53-60</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 1 (2022); 53-60</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/375/214</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Nina Hairiyah, Nuryati Nuryati, Fitri Nordiyah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/376</identifier>
				<datestamp>2021-07-03T06:15:34Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SUBTITUSI TEPUNG BIJI LIMBAH SENGON BUTO (Enterolobium Cyclocarpum)  DENGAN TEPUNG TERIGU DALAM PEMBUATAN KUE KERING</dc:title>
	<dc:creator>Minantyo, Hari</dc:creator>
	<dc:creator>Pratama, Leonardo</dc:creator>
	<dc:creator>Yuwono, v</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tepung terigu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sengon buto</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kue kering</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kue kering dengan bahan dasar tepung limbah sengon buto, yang dicampur dengan tepung terigu dan bahan lainnya. Uji organoleptik dilakukan pada 90 orang panelis secara acak yang dibagi dalam tiga kali pengulangan dengan membagikan kuesioner dengan penilaian menggunakan skala likert. Uji organoleptik dilakukan untuk menilai tekstur, aroma, warna dan rasa dari kue kering. Ada 4 jenis komposisi tepung limbah sengon buto dengan komposisi (0%, 50%, 75%, dan 100%). Dari hasil uji organoleptik panelis paling menyukai warna coklat terang - keemasan, rasa manis dan gurih, aroma biji sengon yang tidak terlalu pekat, dan tekstur renyah serta tidak mudah hancur pada komposisi II (50%)</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-03-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/376</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.1.54-58.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 1 (2021); 54-58</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 1 (2021); 54-58</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/376/185</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Hari Minantyo, Leonardo Pratama, v Yuwono</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/377</identifier>
				<datestamp>2021-07-03T06:15:34Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH KONSENTRASI DAN INTERVAL PEMBERIAN PGPR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN   (Brassica oleraceae Var. Acephala)</dc:title>
	<dc:creator>Purniawati, Desak Wayan</dc:creator>
	<dc:creator>Nizar, Achmad</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmi, Ainu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kalian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">konsentrasi PGPR</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">interval PGPR</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanaman Kailan (Brassica oleraceae Var. Acephala) merupakan sayuran yang, memiliki kandungan gizi cukup tinggi yang dibutuhkan oleh tubuh. Produksi sayuran kailan masih belum memenuhi jumlah permintaan pasar, sehingga perlu dilakukan upaya. peningkatkan produksi kailan yaitu dengan penggunaan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan interval pemberian PGPR yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kailan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 15 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman dan berat segar konsumsi. Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan Anova, jika hasil menunjukkan berbeda nyata dan dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara perlakuan konsentrasi dan interval pemberian PGPR terhadap semua parameter. Faktor tunggal perlakuan konsentrasi PGPR 12.5 ml berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan interval pemberian PGPR pada 20 hari menunjukkan tinggi tanaman berbeda nyata dengan perlakuan interval waktu pemberian PGPR 10 hari.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/377</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.1.59-64.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 1 (2021); 59-64</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 1 (2021); 59-64</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/377/186</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Desak Wayan Purniawati, Achmad Nizar, Ainu Rahmi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/378</identifier>
				<datestamp>2021-07-03T06:15:34Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGGUNAAN KINETIN PADA CABAI MERAH SEGAR TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK SELAMA PENYIMPANAN DENGAN KEMASAN BERBEDA</dc:title>
	<dc:creator>Saputra, Edo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">cabai merah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kemasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kinetin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mutu organoleptik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kinetin (6-furfurylaminopurine) merupakan zat pengatur tumbuh pada tanaman golongan sitokinin yang berfungsi sebagai hormon penghambat proses penuaan sehingga dapat mempertahankan kesegaran dan warna produk pertanian. Aplikasi penggunaan kinetin dapat dilakukan pada penyimpanan cabai merah dengan kemasan yang berbeda pada suhu dingin dan suhu ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan kinetin terhadap mutu organoleptik cabai merah segar dengan tingkat kematangan 50-75% selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial AÃ—B dengan perlakuan jenis kemasan dan suhu penyimpanan. Jenis kemasan yang digunakan adalah kemasan PP, LDPE, dan tanpa kemasan, sedangkan suhu penyimpanan yaitu suhu dingin dan suhu ruang. Parameter organoleptik yang diamati meliputi warna, aroma, dan kekerasan cabai merah dengan tingkat kematangan 50-75% yang telah direndam dalam larutan kinetin kemudian disimpan menggunakan kemasan berbeda pada suhu dingin dan suhu ruang. Hasil penelitian terbaik yang didapatkan adalah uji organoleptik kekerasan cabai merah merupakan parameter mutu terbaik selama penyimpanan dengan menggunakan kemasan PP yang disimpan pada suhu 8 ÌŠC.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/378</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.1.65-72.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 1 (2021); 65-72</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 1 (2021); 65-72</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/378/187</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Edo Saputra</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/379</identifier>
				<datestamp>2021-07-03T06:15:34Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">APLIKASI MALTODEKSTRIN PADA PEMBUATAN YOGURT BUBUK BIJI NANGKA (Arthocarpus lineus)</dc:title>
	<dc:creator>MD, Masyhura</dc:creator>
	<dc:creator>Faudi, Misril</dc:creator>
	<dc:creator>Surnaherman, Surnaherman</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">biji nangka</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">maltodekstrin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">yogurt</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">PenelitianÂ  ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi maltodekstrin terhadap kadar protein, total mikroba, total asam dan kadar air pada yogurt bubuk dari biji nangka. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap non-faktorial dengan konsentrasi maltodekstrin (M) terdiri dari 4 taraf (M1= 10%, M2= 15%Â  M3= 20%, M4= 25%) dan 3 ulangan. Penelitian ini menggunakan analisis secara kuantitatif yaitu kadar protein, total mikroba, total asam dan kadar air. Parameter penelitian ini diolah secara ANOVA dan dilanjutkan uji DMRT 5% menggunakan software IBM SPSS Statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan konsentrasi maltodekstrin dari 10-25% menunjukkan peningkatan kadar protein, total mikroba, dan kadar air, namun menurunkan total asam pada yoghurt bubuk biji nangka dengan konsentrasi terbaik terdapat pada 25%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/379</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.1.73-80.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 1 (2021); 73-80</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 1 (2021); 73-80</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/379/188</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Masyhura MD, Misril Faudi, Surnaherman Surnaherman</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/388</identifier>
				<datestamp>2023-05-24T14:18:37Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Rancang Bangun Destilator Elektrik dan Evaluasi Kinerja Destilasi Bioetanol dari Rumput Laut (Eucheuma Cottonii)</dc:title>
	<dc:creator>Purwanto, Fathan Edy</dc:creator>
	<dc:creator>Dharmawan, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Soekarno, Siswoyo</dc:creator>
	<dc:creator>Harsono, Soni Sisbudi</dc:creator>
	<dc:creator>Marhaenanto, Bambang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Bioethanol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Destillator</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Control System</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Seaweed</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Renewable Energy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Aquaculture Technology</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Bioethanol from seaweed is the ethanol produced from the anaerobic fermentation of seaweed with the assistance of microorganisms. A distillation process is required to separate ethanol from a mixture - the fermented bioproducts. The aims of this research are to develop a distiller equipped with a control system of temperature, evaluate the output flow rate and the content of bioethanol from seaweed (Euchemia cottonii). The desired electric distiller was developed in five main components, i.e., control system, heater, distilling tube, condenser, and a centrifugal pump. The seaweed is fermented with the starter Saccharomyces cerevisiae for 48 hours under room temperature. The fermented product is then distilled using a developed electric distiller for 6 hours; the control system worked to maintain the temperature in process, 800C. The distiller worked with an average output flow rate of 0.024 L/h. The bioethanol started to release from the system at a minute of 253 and temperature 710C. The output bioethanol had a yield of 3.3% dan 39% of alcohol content.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/388</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.2.130-135.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 2 (2022); 130-135</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 2 (2022); 130-135</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/388/222</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Fathan Edy Purwanto, Agus Dharmawan, Siswoyo Soekarno, Soni Sisbudi Harsono, Bambang Marhaenanto</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/396</identifier>
				<datestamp>2021-07-03T06:15:34Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH KONDISI PENGERINGAN DENGAN KELEMBABAN DAN SUHU RENDAH TERHADAP PENYUSUTAN TEMULAWAK</dc:title>
	<dc:creator>Putra, Akbar Surtaya</dc:creator>
	<dc:creator>Kuncoro, Heru</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">penyusutan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengeringan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">temulawak</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan tanaman obat yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan jamu atau obat tradisional. Pengawetan temulawak dibutuhkan untuk memperoleh umur simpan yang lama. Pengeringan adalah salah satu metode pengawetan temulawak. Suhu, kelembaban dan kecepatan udara pada proses pengeringan dapat mempengaruhi hasil pengeringan temulawak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan zat aktif temulawak akan tetap tinggi apabila pengeringan dilakukan pada temperatur rendah sehingga akan lebih efektif apabila menggunakan mekanisme dehumidifikasi. Untuk meningkatkan kualitas hasil pengeringan, maka perlu dipelajari kondisi proses pengeringan yang dapat menjamin tercapainya kadar air yang dipersyaratkan. Maka pada proses pengeringan harus menghindari dari terjadinya penyusutan. Berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kondisi pengeringan dengan kelembaban dan suhu rendah terhadap penyusutan temulawak. Metode pengeringan menggunakan metode dehumidifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengeringan dengan suhu dan kelembaban rendah tidak mengalami presentase penyusutan yang sangat besar pada awal pengeringan, yaitu pada menit ke 60 mengalami penyusutan dengan nilai presentase 6.55% sampai dengan 15.51%. Pada penelitian ini penyusutan terbesar terdapat pada temulawak kondisi 2 yaitu 29.30%. Ukuran temulawak mempengaruhi waktu proses pengeringan hingga mencapai standar kadar air yang ditentukan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/396</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.1.81-89.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 1 (2021); 81-89</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 1 (2021); 81-89</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/396/189</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Akbar Surtaya Putra, Heru Kuncoro</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/398</identifier>
				<datestamp>2021-07-03T06:15:34Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI SALIBU  DAERAH SUMATERA BARAT</dc:title>
	<dc:creator>Awalina, Rahmi</dc:creator>
	<dc:creator>Yanti, Delvi</dc:creator>
	<dc:creator>Irsyad, Fadli</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kadar air tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">produksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">salibu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tinggi pemotongan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">varietas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pada budidaya padi salibu ada beberapa faktor yang berpengaruh antara lain; 1) tinggi pemotongan batang sisa panen, 2) varietas, 3) kondisi air tanah setelah panen, dan 4) pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi produksi padi salibu pada daerah Sumatera Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survai dan pengamatan langsung di lapangan. Pengamatan dilakukan terhadap kondisi air tanah setelah panen, tinggi pemotongan batang padi sisa panen, varietas, dan produksi lahan. Lokasi penelitian adalah beberapa daerah di Propinsi Sumatera Barat yang diambil secara acak. Data hasil pengamatan dianalisis sidik ragamnya yaitu one way anova dengan post test uji DuncanÂ  pada taraf Î± = 0.05. Â Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu waktu panen dan tinggi potongan batang padi sisa panen berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan padi salibu. Kondisi air tanah pada saat panen berpengaruh pada produksi lahan. Kadar air yang optimum saat panen adalah kondisi lembab.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/398</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.1.90-95.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 1 (2021); 90-95</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 1 (2021); 90-95</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/398/190</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Rahmi Awalina, Delvi Yanti, Fadli Irsyad</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/400</identifier>
				<datestamp>2021-07-03T06:15:34Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH LAMA FERMENTASI SPONTAN TERHADAP KARAKTERISTIK TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT FRAKSI SERAT CAMPURAN</dc:title>
	<dc:creator>Permata, Deivy Andhika</dc:creator>
	<dc:creator>Kasim, Anwar</dc:creator>
	<dc:creator>Asben, Alfi</dc:creator>
	<dc:creator>Yusniwati, Yusniwati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bukan lignoselulosa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">dekomposisi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">NPK</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">TKKS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Limbah agroindustri merupakan salah satu hal yang penting untuk dikelola, misalnya tandan kosong kelapa sawit (TKKS). TKKS dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan bioetanol dan pulp, dan untuk memperolehnya perlu praperlakuan (fermentasi). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh lama fermentasi spontan terhadap karakteristik komponen bukan lignoselulosa TKKS fraksi serat campuran. Desain penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 kali ulangan, data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji F dan jika berbedanya dilanjutkan dengan uji Duncan pada Î± 5%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa lama fermentasi spontan berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar nitrogen, kadar fosfor dan kadar kalium TKKS fraksi serat campuran. Semakin lama proses fermentasi maka kecenderungan terjadi penurunan kadar lemak, kadar nitrogen, kadar fosfor dan kadar kalium yang ada pada TKKS.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/400</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.1.96-103.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 1 (2021); 96-103</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 1 (2021); 96-103</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/400/191</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Deivy Andhika Permata, Anwar Kasim, Alfi Asben, Yusniwati Yusniwati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/402</identifier>
				<datestamp>2021-07-03T06:15:34Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGGUNAAN TAUGE YANG BERBEDA SEBAGAI SUMBER NITROGEN  PADA PEMBUATAN NATA DE YAM</dc:title>
	<dc:creator>Murtius, Wenny Surya</dc:creator>
	<dc:creator>Asben, Alfi</dc:creator>
	<dc:creator>Fiana, Risa Meutia</dc:creator>
	<dc:creator>Nisa, Indah Khairun</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tauge kacang hijau</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bengkoang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nitrogen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nata bengkoang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini menggunakan tauge dari kacang hijau sebagai sumber nitrogen untuk memproduksi nata dari bengkoang. Tauge yang digunakan adalah dari 4 kondisi tauge yang berbeda, dengan tujuan penelitian menentukan kondisi tauge terbaik sebagai sumber nitrogen berdasarkan karakteristik nata yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan 4 perlakuan dan 2 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini menggunakan kondisi tauge berbeda diantaranya adalah; tunas tauge, tauge segar, tauge akan busuk dan tauge layu. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah total gula dan nitogen pada bahan baku, serat kasar, rendemen, ketebalan, berat, tekstur dan organoleptik meliputi; warna, tekstur, aroma dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tauge yang berbeda menyebabkan serat kasar, rendemen, ketebalan, berat, tekstur dan snsory yang berbeda. Berdasarkan karakteristik fisik dan kimia produk perlakuan D (tauge layu) merupakan produk terbaik dengan rata-rata nilai serat kasar 5,82%, rendemen 81,73%, ketebalan 1,05 cm, berat 335,07 g, tekstur 123,58 N/cm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/402</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.1.104-113.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 1 (2021); 104-113</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 1 (2021); 104-113</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/402/192</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Wenny Surya Murtius, Alfi Asben, Risa Meutia Fiana, Indah Khairun Nisa</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/410</identifier>
				<datestamp>2022-03-23T14:51:19Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">SUBSTITUSI BUBUK AMPAS KELAPA (Cocos nucifera) DENGAN TEPUNG BERAS DALAM PEMBUATAN KUE CHIFFON</dc:title>
	<dc:creator>Sondak, Michael Ricky</dc:creator>
	<dc:creator>Kusumaningrum, Evita Mei</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kue chiffon dengan bahan dasar bubuk ampas kelapa, yang dicampur dengan tepung maizena dan bahan lainnya untuk menggantikan tepung beras. Uji organoleptik dilakukan dengan tiga kali pengulangan dan masing-masing memiliki konsentrasi yang berbeda juga. Uji organoleptik dilakukan dengan 30 panelis tidak terlatih yang sama dengan membagikan kuesioner dengan penilaian menggunakan Skala Likert. Uji organoleptik dilakukan untuk menilai warna, aroma, rasa dan tekstur dari kue chiffon. Ada 4 jenis konsentrasi bubuk ampas kelapa dengan konsentrasi 0%, 40%, 50%, dan 60%. Dari hasil uji organoleptik panelis paling menyukai kue chiffon dengan konsentrasi 50% yang memiliki warna sedikit gelap, aroma wangi kelapa, rasa manis dan gurih dari kelapa, dan tekstur lembut sedikit lebihÂ  kasar</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/410</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.1.108-114.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 1 (2022); 108-114</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 1 (2022); 108-114</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/410/210</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Michael Ricky Sondak</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/436</identifier>
				<datestamp>2022-07-15T10:15:44Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">ANALISIS MONITORING DAN KONTROL NILAI KELEMBABAN TANAH DENGAN SISTEM SMART FARMING DAN SOIL METER</dc:title>
	<dc:creator>Heriyawan, I Made Dimas</dc:creator>
	<dc:creator>Widnyana, Kadek Dwitya</dc:creator>
	<dc:creator>Darma, Kadek Dwi Satya Adi</dc:creator>
	<dc:creator>Budiada, I Made</dc:creator>
	<dc:creator>Purnama, Ida Bagus Irawan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kelembaban Tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Monitoring dan Kontrol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Soil Meter</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Smart Farming</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kelembaban tanah merupakan air yang tersimpan di antara pori-pori tanah. Tingkat kelembaban tanah dapat mempengaruhi tanaman maupun hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis monitoring dan kontrol kelembaban tanah dengan sistem smart farming dan soil meter. Prototipe smart farming yang diusulkan adalah untuk monitoring dan kontrol melalui aplikasi mobile berbasis Blynk. Dalam hal ini, pada saat kelembaban tanah berada di bawah 40% maka alat akan mengirimkan sebuah notifikasi yang menginformasikan bahwa tanah dalam keadaan kering lalu pompa akan hidup untuk menyiram tanah tersebut. Hasil yang didapat adalah nilai selisih dari smart farming dengan soil meter dan nilai presentase kesalahan smart farming dengan soil meter untuk tiga jenis tanah berbeda yaitu mediteran, aluvial, dan humus. Penelitan ini menghasikan nilai rata-rata selisih smart farming dengan soil meter sebesar 3% dan nilai rata-rata presentase kesalahan sebesar 13% yang berarti nilai smart farming cukup mendekati nilai soil meter. Dengan prototipe sistem monitoring dan kontrol ini maka diketahui kapan sebaiknya tanaman disiram sehingga kualitas tumbuh kembang tanaman diharapkan menjadi optimal.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-03-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/436</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.1.92-101.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 1 (2022); 92-101</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 1 (2022); 92-101</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/436/209</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 I Made Dimas Heriyawan, Kadek Dwitya Widnyana, Kadek Dwi Satya Adi Darma, I Made Budiada, Ida Bagus Irawan Purnama</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/453</identifier>
				<datestamp>2022-03-23T14:51:18Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Konsentrasi Pati Dan Jenis Pelarut Pada Modifikasi Pati Menggunakan Metode Presipitasi Terhadap Sifat Fisik Pati Uwi Putih (Dioscorea Alata)</dc:title>
	<dc:creator>Ulyarti, Ulyarti</dc:creator>
	<dc:creator>Mursyid, M</dc:creator>
	<dc:creator>Nazarudin, N</dc:creator>
	<dc:creator>Situmorang, Junri anton</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Uwi memiliki kandungan pati cukup tinggi dengan ukuran granula pati cukup besar berada pada kisaran 25-45Î¼m.Â  Ukuran granula pati diketahui berpengaruh terhadap aplikasi pati dalam industri. Ukuran granula pati yang kecil lebih disukai karena memiliki rasio luas permukaan terhadap volume yang besar sehingga meningkatkan interaksinya dengan komponen lain dalam sistem pangan.Â  Â Â Untuk mendapatkan granula pati yang berukuran lebih kecil dapat dilakukan modifikasi dengan menggunakan metode presipitasi.Â  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pati dan jenis pelarut terhadap sifat fisik pati uwi putih yang dimodifikasi menggunakan metode presipitasi serta untuk mendapatkan konsentrasi pati yang dapat menghasilkan pati modifikasi dengan ukuran paling kecil.Â  Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahap yaitu ekstraksi pati uwi, modifikasi pati uwi dengan metode presipitasi. Â Penelitian ini didesain menggunakan 3 taraf konsentrasi pati yaitu 1%, 3%, dan 5% dengan 2 jenis pelarut berbeda yaitu pelarut akuades dan pelarut campuran akuades dan etanol dengan perbandingan 1:1.Â  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut akuades menghasilkan pati modifikasi dengan karakteristik terbaik dan konsentrasiÂ  pati pada taraf 3 % menghasilkan pati modifikasi dengan ukuran terkecil yaitu (3.848- 33.273 Î¼m), rendemen tertinggi (87,11% Â± 0,18), swelling Power sebesar 18,91 (65oC), dan 21,89 (85oC), Solubility sebesar 1,08% (65oC), dan 0,55%Â  (85oC), Nilai daya serap air tertinggi (995%) dan daya serap minyak tertinggi (617,5%).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-03-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/453</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.1.17-26.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 1 (2022); 17-26</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 1 (2022); 17-26</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/453/216</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Ulyarti Ulyarti, M Mursyid, N Nazarudin, Junri anton Situmorang</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/455</identifier>
				<datestamp>2021-10-13T15:05:50Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RANCANG BANGUN MESIN SORTASI UNTUK PENDUGAAN KUALITAS BIJI KEDELAI MENGGUNAKAN PENDEKATAN SIFAT AKUSTIK</dc:title>
	<dc:creator>Agustoria, Khairil</dc:creator>
	<dc:creator>Andasuryani, Andasuryani</dc:creator>
	<dc:creator>Santosa, Santosa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">akustik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">amplitude</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kadar air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kedelai</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penentuan harga jual kedelai di pasar tradisional Indonesia saat ini masih dilakukan secara manual yaitu berupa penilaian berdasarkan penampakan visual oleh tengkulak. Hal ini tentunya menyebabkan kesenjangan harga pasar kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan mesin sortasi untuk pendugaan kualitas biji kedelai menggunakan pendekatan sifat akustik dengan pengendali mikrokontroller arduino. Sensor akustik yang digunakan adalah sensor suara LM393. Mesin yang dibuat menggunakan prinsip angkut belt conveyor sederhana dengan tenaga penggerak motor stepper. Hasil analisis rancangan mesin menunjukkan kapasitas kerja mesin sebesar 1,431 kg/jam, torsi kerja sebesar 0,000085 Nm dan daya mesin sebesar 7,038 watt. Hasil pengujian data akustik pada kedelai dengan kadar air yang sama 10,65% dengan massa rata-rata 0,202 gram (Grade A) dan pengujian data akustik pada kedelai dengan massa rata-rata 0,165 gram (Grade B) masing-masing menghasilkan rata-rata nilai amplitudo sebesar 3671 mV dan 1993 mV. Berdasarkan uji statistik menggunakan metode Independent T-Test didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (P&amp;lt;0.05) menunjukkan perbedaan bobot kedelai memiliki pengaruh yang nyata terhadap data akustik biji kedelai.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/455</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.2.130-137.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 2 (2021); 130-137</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 2 (2021); 130-137</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/455/193</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Khairil Agustoria, Andasuryani Andasuryani, Santosa Santosa</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/456</identifier>
				<datestamp>2021-10-13T15:05:50Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN KANDUNGAN VITAMIN C, SIFAT FISIKOKIMIA, DAN SENSORI SELAI MANGGA ALPUKAT</dc:title>
	<dc:creator>Mujid, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator>Rohmayanti, Titi</dc:creator>
	<dc:creator>Aminullah, Aminullah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">fisikokimia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hedonik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mangifera indica l var. gadung21</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">selai buah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Selai merupakan makanan semi padat yang terbuat dari gula, pektin dan asam sitrat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dari suhu dan lama pemasakan terhadap perubahan kandungan vitamin C, sifat fisikokimia, dan kesukaan selai mangga alpukat, serta mendapatkan proses pengolahan selai terpilih. Metode penelitian meliputi pengujian kadar vitamin C pada buah mangga alpukat dan pembuatan selai mangga alpukat dengan melibatkan suhu pemasakan (70ÂºC, 75ÂºC dan 80ÂºC) dan lama pemasakan (15, 20 dan 25 menit) melalui rancangan acak lengkap faktorial dengan dua kali pengulangan. Analisis produk selai meliputi kadar vitamin C, kadar air, pH, total padatan terlarut (TPT), dan viskositas yang kemudian dibandingkan dengan selai buah komersil dan selanjutnya dilakukan uji hedonik pada parameter warna, rasa, aroma, dan kemudahan oles. Kadar vitamin C pada buah mangga alpukat menunjukkan nilai sebesar 41,523Â±4,894 mg/per 100 gram bahan. Kemudian, diperoleh hasil bahwa terjadi penurunan kadar vitamin C selai dibandingkan dengan buahnya sebesar 39-66%. Selain itu, hasil analisis statistik menunjukkan bahwa peningkatan suhu dan lama pemasakan dapat menurunkan kadar vitamin C dan kadar air, namun meningkatkan pH, TPT, dan viskositas selai secara signifikan. Proses pemasakan selai terpilih melalui pembandingan vitamin C dan sifat fisikokimia selai buah komersil adalah selai yang diolah pada suhu 70ÂºC selama 20 menit dan 25 menit serta suhu 75ÂºC selama 20 menit. Berdasarkan analisis kesukaan dari ketiga selai ini, selai yang diolah pada suhu 70ÂºC selama 20 menit merupakan selai terpilih yang mangandung vitamin C 22,43 mg/100g, viskositas 11650Â±42 cP, kadar air 37,10Â±0,13%, pH 3,407Â±0,001, dan TPT 53,5Â±0,7%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/456</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.2.138-144.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 2 (2021); 138-144</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 2 (2021); 138-144</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/456/194</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Abdul Mujid, Titi Rohmayanti, Aminullah Aminullah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/457</identifier>
				<datestamp>2021-10-13T15:05:51Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS PROKSIMAT DAN ORGANOLEPTIK DARK CHOCOLATE SPREAD DENGAN TAMBAHAN INGREDIENT BERBASIS KELAPA</dc:title>
	<dc:creator>Savitri, Dyah Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Herlina, Herlina</dc:creator>
	<dc:creator>Novijanto, Noer</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">agroindustri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">coklat olesan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">organoleptik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">proksimat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dark chocolate spread adalah jenis cokelat olesan dalam bentuk pasta yang sering digunakan untuk produk roti atau kue kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi kandungan proksimat dan mengkaji sifat organoleptik produk chocolate spread dengan campuran virgin coconut oil (vco), isolated soy protein, coconut flour dan gula kelapa sebagai alternatif produk agroindustri. Penelitian ini dilakukan melalui pembuatan beberapa formula dark chocolate spread. Kemudian masing-masing formula diuji karakteristik organoleptik dan proksimat sehingga diketahui formula yang disukai konsumen beserta komposisi kimia dark chocolate spread dengan tambahan komponen kelapa. Analisis statistik dilakukan dengan One Way Analysis of Variance (ANOVA). Tingkat signifikansi ditetapkan pada P â‰¤ 0,05. Data hasil analisis sifat kimia dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dark chocolate spread dengan ingredien berbasis kelapa memiliki komposisi kimia yang bernutrisi dan memiliki karakter cita rasa yang menjanjikan, dimana karakteristik mouthfeel, tekstur, warna dan kenampakan serta spreadability akan mempengaruhi penerimaan konsumen terhadap produk.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/457</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.2.145-152.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 2 (2021); 145-152</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 2 (2021); 145-152</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/457/195</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Dyah Ayu Savitri, Herlina Herlina, Noer Novijanto</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/458</identifier>
				<datestamp>2021-10-13T15:05:51Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SUBSTITUSI TEPUNG SUKUN SEBAGAI SUMBER SERAT UNTUK PENINGKATAN KUALITAS FLACKY CRACKERS</dc:title>
	<dc:creator>Chandra, Zefanya Agatha</dc:creator>
	<dc:creator>Swasti, Yuliana Rani</dc:creator>
	<dc:creator>Pranata, Franciscus Sinung</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">flaky crackers</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">serat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tepung sukun</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Flaky crackers adalah crackers dengan tekstur berlapis. Penggunaan terigu dapat digantikan dengan tepung sukun untuk meningkatkan kualitas crackers. Tepung sukun memiliki kandungan serat 8,06 %. Penelitian ini bertujuan untuk peningkatan kualitas fisik, kimia dan mikrobiologis flaky crackers dengan adanya substitusi tepung sukun. Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 variasi terigu dan tepung sukun yaitu 100:0 (K), 90:10 (A), 80:20 (B), 70:30 (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh terhadap uji kimia, warna, tekstur, serta uji mikrobiologi yaitu meliputi perhitungan angka lempeng total (ALT) dan angka kapang khamir setelah dilakukan substitusi tepung sukun pada flaky crackers. Produk flaky crackers perlakuan 80:20 (B) menghasilkan kualitas paling baik dengan kadar air 5,35 %, abu 2,52 %, protein 8,41 %, serat tidak larut 0,48 %, serat larut 1,20 %, angka lempeng total 3,72 log koloni/gram dan angka kapang khamir 1,43 log koloni/gram.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/458</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.2.153-161.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 2 (2021); 153-161</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 2 (2021); 153-161</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/458/196</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Zefanya Agatha Chandra, Yuliana Rani Swasti, Franciscus Sinung Pranata</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/459</identifier>
				<datestamp>2021-10-13T15:05:51Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RANCANG BANGUN MESIN PEMBELAH BUAH PINANG (Areca cathecu L.)  DENGAN SUMBER PENGGERAK MOTOR LISTRIK</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Irriwad</dc:creator>
	<dc:creator>Zainal, Putri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kebisingan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mesin pembelah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perancangan mesin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pinang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Komoditas buah pinang (Areca catechu L.) sudah tidak asing lagi di Tanah air. Pascapanen buah pinang terdiri dari beberapa metode, tergantung dengan jenis pinang dan kebutuhan dari masyarakat salah satunya adalah proses pembelahan. Pembelahan pinang yang dilakukan oleh masyarakat masih dengan cara tradisional dan memerlukan keahlian khusus, tenaga kerja yang banyak, jam kerja yang lama sehingga mempunyai kapasitas kerja yang rendah serta peluang terjadinya kecelakaan kerja cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan Perancangan Mesin pembelah Pinang Tua dengan Menggunakan Dua Silinder pembelah sebagai teknologi tepat guna bagi masyarakat dengan kapasitas yang lebih besar dari pembelahan tradisional dan memperhatikan keselamatan kerja. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Manajemen Produksi Alat dan Mesin Pertanian, Teknik Pertanian dan Biosistem. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan tahapan penelitian meliputi identifikasi masalah, inventarisasi ide, penyempurnaan ide, serta perancangan fungsioanl dan struktural serta pengujian mesin. Pada penelitian ini menggunakan sampel buah pinang tua dengan kadar air 71,5% yang berasal dari daerah padang dengan berat sampel untuk masing-masing pengulangan adalah 10 kg. Pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali sehingga total sampel yang digunakan adalah 30 kg. Dari pengujian yang telah dilakukan diperoleh Kapasitas kerja efektif Mesin 55,68 kg/jam, Efisiensi alat 47,72%, rendemen pembelahan 64,3%, rata-rata kerusakan hasil sebesar 10,1%, rata-rata kehilangan hasil 2,3 %, persentase pinang tidak terbelah 23,3%, dan tingkat kebisingan untuk tanpa bahan dan ada bahan adalah sebesar 85,9 dan 96,6 dB. Secara keseluruhan mesin pembelah pinang ini mempunyai kapasitas kerja lebih besar jika dibandingkan dengan pembelahan manual.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/459</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.2.163-174.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 2 (2021); 163-174</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 2 (2021); 163-174</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/459/197</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Irriwad Putri, Putri Zainal</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/461</identifier>
				<datestamp>2021-10-13T15:05:51Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGAMBILAN MINYAK ATSIRI BUNGA MELATI  DENGAN METODE ENFLEURASI</dc:title>
	<dc:creator>Sundari, Elmi</dc:creator>
	<dc:creator>Pasymi, Pasymi</dc:creator>
	<dc:creator>Praputri, Erti</dc:creator>
	<dc:creator>Sofyan, Sofyan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bunga melati</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">jasminum sambac</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">enfleurasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mentega putih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mentega kuning</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengambilan minyak melati (Jasminum sambac) dengan metode enfleurasi telah dilakukan dengan memvariasikan waktu enfleurasi dan jenis adsorben. Metode enfleurasi dapat mencegah kerusakan minyak atsiri yang diperoleh karena dilakukan pada suhu rendah. Tujuan penelitian untuk melihat jenis adsorben dan berat bunga yang tepat untuk mendapatkan minyak melati optimum. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan jenis adsorben (mentega putih dan mentega kuning) dan waktu enfleurasi (6, 10, 12, 16, dan 20 hari). Parameter yang diamati adalah rendemen, komponen minyak, densitas, aroma dan warna minyak yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan adsorben mentega putih lebih efektif dibandingkan mentega kuning dengan perolehan minyak atsiri tertinggi pada waktu enfleurasi 20 hari dan jumlah bunga 230 gram dengan rendemen 8,69%. Perolehan minyak terendah dengan rendemen 5,21% menggunakan adsorben mentega kuning pada waktu enfleurasi 10 hari dengan berat bunga 115 gram. Komponen-komponen dominan yang terdeteksi dalam minyak diantaranya adalah linalool (8,82%), benzyl acetat (4,58%), hexyl salicylate (4,90%), 1-Phenanthrenecarboxylic acid (5,99%), versalide (3,14%), dan 3-phenyl-propenal (3,29%). Minyak melati yang dihasilkan berwarna kuning muda jernih dengan densitas berkisar antara 0,8821-0,8845 g/mL pada penggunaan adsorben mentega putih dan 0,8175-0,8675 g/mL dengan adsorben mentega kuning. Hasil uji organoleptik menunjukkan rata-rata panelis menyukai aroma dan warna pada minyak melati pada perlakuan waktu enfleurasi 6, 10, dan 12 hari dengan tingkat kesukaan panelis 100% suka</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/461</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.2.175-182.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 2 (2021); 175-182</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 2 (2021); 175-182</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/461/198</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Elmi Sundari, Pasymi Pasymi, Erti Praputri, Sofyan Sofyan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/462</identifier>
				<datestamp>2021-10-13T15:05:51Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FORMULASI PEMERAH PIPI (Blush on) DARI EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus)</dc:title>
	<dc:creator>Amaliasari, Kurnia Rahmah Nurshiyam</dc:creator>
	<dc:creator>Putri, Selly Harnesa</dc:creator>
	<dc:creator>Bunyamin, Anas</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antosianin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">buah naga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pemerah pipi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pewarna alami</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kulit buah naga merupakan limbah yang masih jarang dilakukan pengolahan atau pemanfaatan kembali. Kulit buah naga mengandung antosianin yang berpotensi menjadi pewarna alami. Blush on atau pemerah pipi merupakan salah satu produk kecantikan yang banyak digunakan dengan menyajikan warna beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan ekstrak kulit buah naga pada sediaan blush on dengan menentukan formulasi dan konsentasi ekstrak kulit buah naga yang memiliki karakteristik serta kelayakan mendekati produk komersial dan banyak disukai. Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan 2 perlakuan, yaitu menggunakan pelarut etanol 96%, dan pelarut etanol 96% dengan penambahan asam sitrat 10%. Ekstrak dilakukan analisis, kemudian hasil ekstrak terbaik diaplikasikan pada sediaan blush on. Formulasi sediaan blush on dilakukan dengan variasi konsentrasi ekstrak 0%, 5%, 10%, 15%, dan menggunakan bubuk kulit buah naga. Sediaan dievaluasi dengan uji organoleptik, homogenitas, pH, uji iritasi, dan daya lekat. Hasil penelitian menunjukkan sediaan dengan konsentrasi ekstrak 15% memiliki karakteristik mendekati produk komersial dan paling disukai panelis setelah produk komersial.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/462</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.2.183-191.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 2 (2021); 183-191</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 2 (2021); 183-191</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/462/199</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Kurnia Rahmah Nurshiyam Amaliasari, Selly Harnesa Putri, Anas Bunyamin</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/463</identifier>
				<datestamp>2021-10-13T15:05:51Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMANFAATAN TEKNOLOGI SONIC BLOOM UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN SAWI</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Renny Eka</dc:creator>
	<dc:creator>Arlius, Feri</dc:creator>
	<dc:creator>Wulandari, Elroza</dc:creator>
	<dc:creator>Fahmy, Khandra</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">frekuensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">produktivitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sawi hijau</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sonic bloom</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sonic bloom adalah teknologi yang menggabungkan gelombang suara frekuensi tinggi dan nutrisi organik, yang ditujukan untuk pertumbuhan tanaman yang lebih baik guna meningkatkan produktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi sonic bloom pada tanaman sawi untuk meningkatkan produktifitas tanaman. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan dua perlakuan meliputi pemaparan gelombang akuistik sebesar frekuensi (2000 Hz dan 3000 Hz) dan lama pemaparan (1 jam/hari, 2 jam/hari dan 3 jam/hari). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pemberian frekuensi gelombang akuistik terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, luas daun dan berat panen tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.). Pemberian frekuansi gelombang akuistik sebesar 3000 Hz sangat berpengaruh terhadap parameter pertumbuhan tanaman jika dilakukan pemaparan selama 1 jam. Teknologi sonic bloom ini diharapkan dapat membantu petani dalam meningkatkan produktifitas tanamannya. Teknologi ini dapat diterapkan pada vertical farming sehingga produktifitas menjadi sangat optimal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/463</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.2.192-204.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 2 (2021); 192-204</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 2 (2021); 192-204</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/463/200</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Renny Eka Putri, Feri Arlius, Elroza Wulandari, Khandra Fahmy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/464</identifier>
				<datestamp>2021-10-13T15:05:51Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DESAIN DAN UJI KINERJA MATA PISAU MODIFIKASI PADA MESIN PENCACAH LIMBAH PERTANIAN</dc:title>
	<dc:creator>Santoso, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Waris, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator>Apriliansyah, Apriliansyah</dc:creator>
	<dc:creator>Sirait, Sudirman</dc:creator>
	<dc:creator>Murtilaksono, Aditya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">modifikasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mata pisau</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mesin pencacah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">uji kinerja</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Mesin pencacah memiliki berbagai macam komponen, salah satu komponen utama yang mempengaruhi kinerja mesin pencacah adalah mata pisau. Adapun yang mendasari dilakukannya modifikasi mata pisau mesin pencacah limbah pertanianyaitu, mata pisau yang digunakan pada sebelumnya memiliki kinerja yang kurang optimal sehingga dapat menyebabkan kualitas pemotongan bahan belum optimal dan seragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja mesin pencacah limbah pertanian setelah digunakan mata pisau yang dimodifikasi. Penelitian dilaksanakan mulai dari bulan November hingga Maret 2021. Bertempat di Laboratorium Mekanisasi, Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini terdiri beberapa tahapan yaitu identifikasi masalah, modifikasi mata pisau, uji kinerja dan analisis data. Parameter penelitian yang digunakan adalah menghitung kapasitas efektif alat (kg/jam), kecepatan linear (m/s), rendemen (%), suhu mesin penggerak (t), dan kecepatan electromotor (RPM). Dari hasil analisis data berdasarkan parameter yang digunakan diperoleh nilai kapasitas efektif alat 9,14 kg/jam, kecepatan linear 5,28 m/s, rendemen 91,4%, rata â€“ rata suhu 68,3 Â°C dan rata â€“ rata kecepatan electromotor 234,9 rpm pada mata pisau standar. Kinerja tebaik mesin pencacah limbah pertanian yaitu pada saat menggunakan mata pisau hasil modifikasi denganÂ  sudut kemiringan mata pisau 10Â° dengan nilai kapasitas efektif alat 16,35 kg/jam, kecepatan linear 6,20 m/s, rendemen 96,5%, rata â€“ rata suhu 55,5 Â°C dan rata â€“ rata kecepatan electromotor 275,4 rpm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/464</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.2.205-214.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 2 (2021); 205-214</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 2 (2021); 205-214</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/464/201</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Dwi Santoso, Abdul Waris, Apriliansyah Apriliansyah, Sudirman Sirait, Aditya Murtilaksono</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/465</identifier>
				<datestamp>2021-10-13T15:05:51Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH KONSENTRASI PUREE PISANG BILE (Musa paradisiaca) TERHADAP SIFAT MIKROBIOLOGI, KIMIA DAN SENSORIS KEFIR SUSU KAMBING</dc:title>
	<dc:creator>Nurubay, Baiq Nisrina</dc:creator>
	<dc:creator>Saloko, Satrijo</dc:creator>
	<dc:creator>Ariyana, Mutia Devi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kefir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pisang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">susu kambing</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Susu kambing dalam kondisi segar merupakan bahan pangan yang rentan mengalami kerusakan dan memiliki aroma perengus sehingga kurang diminati. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah pengolahan menjadi kefir dengan penambahan puree pisang bile. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh puree pisang bile terhadap kualitas kefir susu kambing. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor (perbedaan konsentrasi puree pisang bile : 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%) yang diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Adapun parameter yang diuji adalah total Bakteri Asam Laktat (BAL), viabilitas Bakteri Asam Laktat (BAL), total asam tertitrasi (TAT), derajat keasaman (pH), viskositas dan sifat sensoris meliputi aroma, warna, kekentalan dan rasa. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis keragaman pada taraf nyata 5% menggunakan Co-Stat. Apabila terdapat beda nyata, dilakukan uji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi puree pisang bile memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap seluruh parameter, kecuali hedonik rasa kefir susu kambing. Kefir susu kambing dengan konsentrasi puree pisang bile 30% merupakan perlakuan terbaik berdasarkan nilai total Bakteri Asam Laktat (BAL) 8,32Â±0,03 log CFU/mL, penurunan viabilitas Bakteri Asam Laktat (BAL) pada perlakuan asam dan garam empedu adalah 0,28Â±0,03 log CFU/mL dan 0,12Â±0,07 log CFU/mL, total asam tertitrasi (TAT) 3,57Â±0,14%, pH 4,04Â±0,01, nilai viskositas 4.533,33Â±230,94 cP serta sifat sensoris secara skoring dan hedonik yang sesuai.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/465</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.2.215-224.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 2 (2021); 215-224</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 2 (2021); 215-224</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/465/202</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Baiq Nisrina Nurubay, Satrijo Saloko, Mutia Devi Ariyana</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/466</identifier>
				<datestamp>2021-10-13T15:05:51Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">OPTIMALISASI SUBSTITUSI TEPUNG MOCAF (Modified Cassava Flour) DAN TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita Moschata) TERHADAP KARAKTERISTIK DONAT</dc:title>
	<dc:creator>Dari, Wulan</dc:creator>
	<dc:creator>Sianipar, Werlina Devinsky Olivia</dc:creator>
	<dc:creator>Restika, Ririt</dc:creator>
	<dc:creator>Arziyah, Dewi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">donat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nilai kalori</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tepung labu kuning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tepung mocaf</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi terbaik dari substitusi tepung labu kuning dan tepung mocaf terhadap karakteristik donat. Formulasi tepung labu kuning dan tepung mocaf pada pembuatan donat dengan membuat berbagai variasi campuran dengan 4 perlakuan perbandingan tepung labu kuning dan tepung mocaf yaitu A (Tepung Labu KuningÂ  :Tepung MocafÂ  90 % : 10%), B (Tepung Labu KuningÂ  : Tepung Mocaf 75% : 15%), C (Tepung Labu KuningÂ  : Tepung Mocaf 60% : 30%), D (Tepung Labu KuningÂ  : Tepung Mocaf 55% : 35%). Selanjutnya adonan yang sudah diberi perlakuan dilanjutkan dengan penggorengan. Masing-masing perlakuan dibuat dengan 3 kali ulangan, sehingga didapatkan 12 unit sampel yang akan dianalisis. Data yang diperoleh selanjutnya dilakukan uji Anova. Dari hasil penelitian diperoleh perlakuan terbaik adalah pada perlakuan DÂ  yaitu dengan perbandingan konsentrasi tepung labu kuning 60% dan tepung mocaf 30 %. Hasil analisis karakteristik produk berdasarkan nilai kadar air adalah sebesar 12,27%, kadar abu 1,67% , kandungan kalori 3.894,85 kal/g.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/466</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.2.225-229.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 2 (2021); 225-229</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 2 (2021); 225-229</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/466/203</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Wulan Dari, Werlina Devinsky Olivia Sianipar, Ririt Restika</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/473</identifier>
				<datestamp>2021-10-13T15:05:51Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH KONSENTRASI SARI TAUGE LAYU SEBAGAI SUMBER NITROGEN TERHADAP KARATERISTIK NATA JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.)</dc:title>
	<dc:creator>Murtius, Wenny Surya</dc:creator>
	<dc:creator>Fiana, Risa Meutia</dc:creator>
	<dc:creator>Purwanti, Gita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nata jambu biji merah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nitrogen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">touge layu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini menggunakan berbagai konsentrasi sari tauge layu sebagai sumber nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sari tauge layu sebagai sumber nitrogen serta mengetahui konsentrasi terbaik sari touge layu sebagai sumber nitrogen dalam memproduksi nata jambu biji merah. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan konsentrasi nitrogen dari tauge layu yang berbeda (18,17%, 21,38%, 24,59%, 27,79%, 31,00%). Data yang diperoleh dianalisis secara statistika dengan ANOVA (Analysis of Variance) dan jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncanâ€™s News Multiple Range Test) pada taraf nyata 5%. Pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu kadar air, kadar nitrogen tauge layu, pH media, ketebalan, berat, yield, kadar serat kasar, warna dan organoleptik yang meliputi warna, tekstur, aroma, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi nitrogen dari sari tauge layu yang berbeda berpengaruh terhadap ketebalan, berat, dan yield, serta tidak berpengaruh nyata terhadap kadar serat kasar, dan warna. Berdasarkan analisa kimia perlakuan E (penambahan konsentrasi nitroge 31,00%) merupakan produk terbaik dengan ketebalan (0,503cm), yield (48,79%), berat (243,97g), serat kasar (6,50%).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/473</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.2.230-248.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 2 (2021); 230-248</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 2 (2021); 230-248</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/473/204</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Wenny Surya Murtius, Risa Meutia Fiana, Gita Purwanti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/474</identifier>
				<datestamp>2021-10-13T15:05:52Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGEMBANGAN METODE IMAGE PROCESSING UNTUK GRADING BUAH SALAK PADANG SIDEMPUAN (Salacca sumatrana)</dc:title>
	<dc:creator>Nasution, Fachri Ibrahim</dc:creator>
	<dc:creator>Andasuryani, Andasuryani</dc:creator>
	<dc:creator>Putri, Renny Eka</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">buah salak padang sidempuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">grading</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">image processing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">model program</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Buah salak merupakan suatu hasil pertanian di Indonesia, daerah Kabupaten Tapanuli Selatan menjadi salah satu sentra produksi buah salak terbesar di Sumatera Utara. Penanganan pascapanen buah salak asal Tapanuli Selatan ini atau yang sering disebut buah salak Padang Sidempuan belum dilakukan secara maksimal, sehingga dibutuhkan suatu penanganan buah salak terutama dalam proses grading berdasarkan kualitas buah salak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk pengembangan metode image processing buah salak Padang Sidempuan dalam pengelompokan ukuran buah salak menggunakan software Matlab R2015a, serta mengidentifikasi sifat fisik dan kadar air buah salak Padang Sidempuan dari Desa Parsalakan. Proses grading buah salak mengacu pada Â (SNI 3167, 2009) mengenai bobot buah salak. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah program grading model major (Bwarea) dengan tingkat kecocokan 65,0% dengan rata-rata kesalahan pada uji validasi 16,37% dan nilai validasi model yang diperoleh antara bobot buah salak dan Bwarea buah salak Padang Sidempuan dengan nilai R2 0,833. Model intermediate (Bwarea) dengan tingkat kecocokan 78,33% dengan rata-rata kesalahan pada uji validasi 18,45% dan nilai R2 0,882. Model minor (Bwarea) dengan tingkat kecocokan 70,0% dengan rata-rata kesalahan pada uji validasi 12,66% dan nilai R2 0,8879. Model mean (Bwarea) dengan tingkat kecocokan 76,67% dengan rata-rata kesalahan pada uji validasi 8,99% dan nilai R2 0,9528.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/474</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.2.249-257.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 2 (2021); 249-257</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 2 (2021); 249-257</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/474/205</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Fachri Ibrahim Nasution, Andasuryani Andasuryani, Renny Eka Putri</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/476</identifier>
				<datestamp>2021-10-13T15:05:50Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS MANAJEMEN STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI TAHU SKALA MENENGAH DIKOTA PADANG</dc:title>
	<dc:creator>Fadli, Atqonnul</dc:creator>
	<dc:creator>Taib, Gunarif</dc:creator>
	<dc:creator>Nazir, Novizar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">faktor eksternal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">faktor internal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">QSPM</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">SWOT</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Industri tahu di kota Padang mengalami keterbatasan dalam mengembangkan usahanya. Hal ini dikarenakan pelaku usaha tidak memahami faktor internal yaitu kekuatan dan kelemahan serta faktor eksternal yaitu peluang dan ancaman dari usaha tersebut. Tujuan penelitian adalah (1) Menganalisis faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap industri tahu, (2) Mendapatkan beberapa poin strategi pada industri tahu, serta (3) Menganalisis prioritas strategi mana yang paling efektif diterapkan dalam mengembangkan industri tahu dikota Padang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats (SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil analisa yang telah dilakukan didapatkan nilai IFE 3.55 dan EFE 3.46. Adapun dari analisi SWOT didapatkan 9 alternatif strategi. Berdasarkan analisa matriks QSPM prioritas strategi yang paling cocok untuk diterapkan adalah dari aspek pemasaran yaitu memperluas wilayah penjualan ke luar daerah dan pasar-pasar modern seperti supermarket, rumah makan, catering-catering, rumah sakit, panti asuhan, dan lain lain.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/476</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.25.2.120-129.2021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 25 No. 2 (2021); 120-129</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 25 No 2 (2021); 120-129</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/476/206</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Atqonnul Fadli, Gunarif Taib, Novizar Nazir</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/479</identifier>
				<datestamp>2023-05-04T09:13:36Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PEMANFAATAN STEARIN KELAPA SAWIT SEBAGAI EDIBLE COATING BUAH JERUK MEDAN (Citrus sinensis L.)</dc:title>
	<dc:creator>Aisyah, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Winardi, Rafael Remit</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">edible coating</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">jeruk</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">stearin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Teknologi Pertanian</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pada umumnya produk-produk pertanian memiliki sifat yang mudah rusak, tidak tahan dalam jangka waktu yang lama dan tetap melakukan proses respirasi setelah dilakukan pemanenan. Salah satu cara untuk memperpanjang umur simpan produk-produk pertanian adalah dengan melakukan coating pada permukaan buah-buah atau produk hortikultura lainnya. Â Coating merupakan salah satu pengawetan yang diaplikasikan dan dibentuk secara langsung pada permukaan bahan pangan. Stearin merupakan salah satu produk hasil samping dari pabrik pengolahan minyak sawit yang masih sangat terbatas dalam penggunaannya sebagai coating. Stearin merupakan fraksi minyak sawit yang mengandung asam lemak dan tersusun atas trigliserida jenuh. Jeruk Medan merupakan jeruk yang berasal dari Sumatera Utara yang termasuk varietas siam yang memiliki ciri-ciri berukuran sedang, tangkainya kuat, bentuknya yang lebih pipih dan gepeng, kulitnya tebal dan memiliki rasa yang manis serta bentuk bulir yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan stearin kelapa sawit sebagai edible coating pada buah jeruk Medan. Hasil penelitian diperoleh hasil terbaik kadar vitamin C yang naik pada penyimpanan 0 hari dan 5 hari yaitu sebesar 3 mg/100 gr pada pencelupan stearin 0 %, 0,1% dan 0,2%. Sedangkan susut bobot buah jeruk Medan yang terbaik adalah buah jeruk Medan tanpa pencelupan edible coating hanya mengalami penurunan hanya sebesar 0,01%. Penurunan susut bobot buah jeruk Medan paling besar terjadi pada buah jeruk Medan dengan penyimpanan 15 hari yang mencapai 0,09%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/479</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.1.1-6.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 1 (2023); 1-6</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 1 (2023); 1-6</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/479/249</dc:relation>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/479/304</dc:relation>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/479/308</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Siti Aisyah Aisyah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/492</identifier>
				<datestamp>2022-03-23T14:51:19Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FERMENTASI  Aspergilus sp UNTUK PENINGKATAN RENDEMEN DAN MUTU MINYAK ATSIRI LIMBAH INDUSTRI SIRUP KALAMANSI</dc:title>
	<dc:creator>Tutuarima, Tuti</dc:creator>
	<dc:creator>Handayani, Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Budiyanto, Budiyanto</dc:creator>
	<dc:creator>Hartawi, Ade Tri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Orange peel is one of byproduct from the kalamansi syrup industry. Orange peel oil is stored in the oil gland of the skin (flavedo). Orange peel contains cellulose, hemicellulose, pectin and other components. Degradation carried out by biological agents such as bacteria and fungi can increase oil yield. This study aimed to determine the effect of fermentation time and the amount of inoculum on the yield of orange oil. This study consisted of two factors, namely the length of fermentation (2 days, 4 days, 6 days) and the number of inoculums (2.5%, 5%, 7.5%). The data obtained were analyzed using ANOVA and DMRT methods. The results showed that the length of fermentation time and the number of inoculums had a significant effect on the increase in yield and had no significant effect on the quality characteristics of the essential oil of kalamansi orange peel. The highest yield was obtained at 4 days fermentation with an inoculum of 7.5%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-03-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/492</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.1.84-91.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 1 (2022); 84-91</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 1 (2022); 84-91</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/492/218</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Tuti Tutuarima</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/494</identifier>
				<datestamp>2022-03-23T14:51:19Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">SIFAT KIMIA DAN KINETIKA DEGRADASI TERMAL ANTIOKSIDAN JUS MELON (Cucumis melo L.) KULTIVAR GAMA MELON PARFUM</dc:title>
	<dc:creator>Supriyadi, Supriyadi</dc:creator>
	<dc:creator>Husnun, Fadilah</dc:creator>
	<dc:creator>Daryono, Budi Setiadi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Aktivitas antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kinetika degradasi termal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Jus melon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Gama Melon Parfum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pasteurisasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sifat Kimia Jus Melon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kinetika Degradasi Antioksidan Jus  Melon</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Sebagai salah satu kultivar melon lokal unggul, melon kultivar Gama Melon Parfum (GMP) sangat potensial karena mengandung antioksidan alami. Melon GMP dapat dikonsumsi dalam bentuk jus dan dinikmati oleh masyarakat luas. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari sifat-sifat jus melon GMP serta mengevaluasi nilai D dan Z sifat antioksidannya yang meliputi kandungan total fenolik, vitamin C, dan aktivitas antioksidan. Penelitian ini menggunakan dua faktor yaitu variasi suhu (65, 77, 88, 92 oC) serta waktu (0, 10, 20, dan 30 menit) pasteurisasi dengan pengulangan sampel sebanyak tiga kali. Hasil menunjukkan bahwa proses pasteurisasi dapat mempengaruhi sifat-sifat jus melon GMP yaitu dapat mendegradasi aktivitas antioksidan, kandungan total fenolik, vitamin C, serta total asam berturut-turut sebesar 51%; 16,8%; 84%; dan 296%. Akan tetapi nilai pH jus melon meningkat setelah dipasteurisasi dengan persentase 1,6%. Kinetika degradasi aktivitas antioksidan dapat didekati dengan menggunakan kinetika reaksi orde pertama dapat didekati dengan menggunakan kinetika reaksi orde pertama. Rentang nilai D aktivitas antioksidan, total fenolik, danÂ  vitamin C berturut-turut adalah 97,09-714,29 menit, 400-1666,67 menit, dan 38,76-222,22 menit. Nilai Z berturut-turut sebesar 32,15; 46,95; dan 37,04 Â°C. Ketiga parameter yang dievaluasi memiliki sifat sensitif terhadap perlakuan termal.Kata kunciâ€” Aktivitas antioksidan, Kinetika degradasi termal, Jus melon, Gama Melon Parfum, Pasteurisasi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-03-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Kinetics Modelling</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/494</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.1.71-83.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 1 (2022); 71-83</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 1 (2022); 71-83</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/494/215</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Supriyadi Supriyadi, Fadilah Husnun, Budi Setiadi Daryono</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/498</identifier>
				<datestamp>2022-03-23T14:51:19Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PERANCANGAN ALAT PENYIRAM LAHAN BAWANG MERAH BERBASIS TEKNOLOGI SOLAR FOTOVOLTAIK</dc:title>
	<dc:creator>Nurwidiana, Nurwidiana</dc:creator>
	<dc:creator>Fatmawati, Wiwiek</dc:creator>
	<dc:creator>Rifaâ€™i, Affan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">energi terbarukan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">desain produk</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">penyiram bawang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">photovoltaic</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Menipisnya energi fosil dan isu lingkungan mendorong untuk beralih ke teknologi berbasis renewable energy. Pengembangan teknologi di berbagai sektor harus mengarah pada upaya penggunaan energi berkelanjutan. Sektor pertanian memerlukan banyak teknologi untuk membantu meningkatkan efisiensi produksi, salah satunya alat penyiram bawang. Penelitian ini mendesain alat penyemprot tanaman bawang berbasis energi surya dengan teknologi solar photovoltaic (PV).Â  Pengembangan desain dilakukan berdasar metode perancangan dan pengembanganÂ  desain generik. Desain alat penyiram bertenaga surya mengunakan pompa DC 12 volt dengan sumber energi dari dari solar PV 50wpÂ  dan baterai 12V 20Ah sebagai penyimpan daya untuk cadangan. Dari pengujian fungsional alat yang dirancang dapat diproduksi dan bekerja sesuai fungsinya. Dari analisa ekonomi alat mampu menghasilkan penghematan biaya penyiraman 89%. Biaya pembuatan alat akan mencapai break event point setelah penggunaan selama 19 hari. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menggukur energi listrik yang dihasilkan sistem PV dan mengopimalkan desain alat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-03-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/498</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.1.61-70.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 1 (2022); 61-70</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 1 (2022); 61-70</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/498/219</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Nurwidiana Nurwidiana</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/510</identifier>
				<datestamp>2022-03-23T14:51:18Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PERTUMBUHAN BIOMASSA DAN PENYISIHAN COD MENGGUNAKAN SEQUENCING BATCH BIOFILM REACTOR (SBBR) PADA LIMBAH GREY WATER</dc:title>
	<dc:creator>Ramadanti, Kiki</dc:creator>
	<dc:creator>Elystia, Shinta</dc:creator>
	<dc:creator>Andrio, David</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Chlorella sp.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Grey Water</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Media Biocarrier</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">SBBR.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Grey water berasal dari kegiatan mencuci, mandi dan memasak yang umumnya langsung dibuang ke saluran drainase maupun badan air penerima. Karakteristik greywater pada umumnya mengandung senyawa organik yang tinggi, sehingga diperlukan pengolahan agar tidak mencemari badan air, salah satu nya menggunakan sequencing batch biofilm reactor (SBBR) dengan tambahan biomassa mikroalga Chlorella sp. Senyawa organik yang terdapat dalam grey water akan dimanfaatkan oleh mikroalga sebagai sumber nutrisi. Tujuan penelitian adalah (1) Mengetahui jumlah maksimum sel mikroalga Chlorella sp. yang terlekat dan tersuspensi, (2) Memperoleh jumlah media biocarrier Kaldness 1 (K1) dan waktu reaksi terbaik dalam penyisihan COD pada grey water. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan jumlah media biocarrier Kaldness 1 (K1) (0, 20, 40, dan 60%) serta waktu reaksi (60, 90 dan 120 menit) dengan variable tetap waktu pengisian 90 menit, pengendapan 45 menit, pemisahan 45 menit, waktu diam 120 menit dan dilakukan dengan empat siklus, suspensi alga 25% serta kecepatan pengadukan 60 rpm. Hasil penelitian menunjukkan jumlah sel mikroalga Chlorella sp. berbasis suspensi dan terlekat berturut-turut adalah 1,73 Ã— 106 sel/mlÂ  danÂ  1,32 Ã— 106 sel/ml. Penyisihan COD terbaik terjadi pada jumlah media biocarrier Kaldness 1 (K1) 20% dan waktu reaksi selama 120 menit. Konsentrasi akhir COD diperoleh 64 mg/L dan efisiensi sebesar 78%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-03-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/510</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.1.8-16.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 1 (2022); 8-16</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 1 (2022); 8-16</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/510/207</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Shinta Elystia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/511</identifier>
				<datestamp>2023-05-24T14:18:37Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">KUALITAS BOLU KUKUS SUBSTITUSI TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata) DAN TEPUNG TEMPE KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis)</dc:title>
	<dc:creator>Priharyanto, Anna Julie Chandra</dc:creator>
	<dc:creator>Swasti, Yuliana Reni</dc:creator>
	<dc:creator>Pranata, Franciscus Sinung</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">bolu kukus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">tepung labu kuning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">tepung tempe koro pedang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pangan Gizi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Bolu kukus adalah jenis makanan berupa kue yang dibuat dengan metode kukus, bertekstur lembut dan empuk, serta memiliki ciri khas mengembang dengan sisi bagian atas yang terbelah menjadi 3-5 bagian secara alami. Pemanfaatan tepung labu kuning (Cucurbita moschata) dan tepung tempe kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) dalam pembuatan bolu kukus bertujuan untuk meningkatkan kandungan serat pangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung labu kuning dan tepung tempe kacang koro pedang terhadap kualitas kimia, kandungan gizi, fisik, mikrobiologi, dan tingkat kesukaan panelis pada bolu kukus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan variasi substitusi antara tepung gandum, tepung labu kuning, dan tepung tempe kacang koro pedang, yaitu 200:0:0 (K), 100:60:40 (A), 100:50:50 (B), dan 100:40:60 (C). Bolu kukus hasil penelitian ini diperoleh kadar air sebesar 32,80-37,11 %, kadar abu 1,26-1,70 %, kadar lemak 2,70-3,86 %, kadar protein 5,63-7,44 %, kadar karbohidrat 50,42-57,27 %, kadar serat tidak larut 4,13-6,00 %, dan kadar serat larut 2,60-3,56 %, serta hasil uji mikrobiologi yang meliputi angka lempeng total dan angka kapang khamir yang telah memenuhi syarat mutu roti manis berdasarkan SNI 01-3840-1995. Bolu kukus terbaik berdasarkan kandungan serat pangan adalah variasi substitusi 100:60:40, yaitu mengandung 6,00 % serat tidak larut dan 3,06 % serat larut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">subsitusi tepung gandum dengan tepung tempe koro pedang dan labu kuning</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/511</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.2.207-221.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 2 (2022); 207-221</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 2 (2022); 207-221</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/511/231</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Anna Julie Chandra Priharyanto, Yuliana Reni Swasti, Franciscus Sinung Pranata</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/512</identifier>
				<datestamp>2022-03-23T14:51:19Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK DAUN KELOR TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PERMEN JAHE MERAH</dc:title>
	<dc:creator>Rasdiana, Felga Zulfia</dc:creator>
	<dc:creator>Refdi, Cesar Welya</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Jahe merah dan daun kelor merupakan bahan alami yang memiliki kadar gizi tinggi dan senyawa fitokimia yang sangat menguntungkan bagi kesehatan manusia.Â Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi serbuk daun kelor terhadap karakteristik kimia dan aktifitas antioksidan permen jahe merah serta mengetahui konsentrasi terbaik serbuk daun kelor pada permen jahe merah kelor. Pada penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dengan tingkatan konsentrasi serbuk daun kelor yang berbeda (0%, 1%, 2%, 3% dan 4%) dan 3 ulangan. Data yang diperoleh dilakukan analisis secara statistika menggunakan Analysis of VarianÂ (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncanâ€™s New Multiple Range TestÂ (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi serbuk daun kelor yang berbeda berpengaruh nyata terhadap kadar sakarosa, kadar gula reduksi, kadar kalsium, kandungan kalori, dan aktivitas antioksidan serta tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air dan kadar abu. Berdasarkan analisis karakteristik kimia dan aktivitas antioksidan perlakuan D (konsentrasi serbuk daun kelor 3%) merupakan produk terbaik dengan kadar antioksidan sebesar 56,49%. Karakteristik kimia seperti kadar air, kadar abu, kadar sakarosa dan kadar gula pereduksi formula permen sudah memenuhi syarat mutu permen keras menurut SNI 3547.1; 2008.Kata kunci : serbuk daun kelor, jahe merah, permen, antioksidan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-03-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/512</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.1.38-46.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 1 (2022); 38-46</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 1 (2022); 38-46</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/512/211</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Felga Zulfia Rasdiana</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/515</identifier>
				<datestamp>2022-03-23T14:51:19Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">EVALUASI PENGGORENGAN VAKUM  TERHADAP ANTIOKSIDAN DAN EFEK OKSIDASI PADA PRODUK KARAK KALIANG DENGAN PENAMBAHAN KULIT MANGGIS</dc:title>
	<dc:creator>Refdi, Cesar Welya</dc:creator>
	<dc:creator>Rasdiana, Felga Zulfia</dc:creator>
	<dc:creator>Fajri, Prima Yaumil</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">karak kaliang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">maillard</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">penggorengan vakum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">oksidasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Minangkabau memiliki khazanah pangan yang banyak, salah satunya makanan ringan karak kaliang. Karak kaliang diproduksi dengan penggorengan dengan suhu sangat tinggi dan dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi penggorengan vakum karak kaliang yang ditambahkan antioksidan kulit manggis pada karakteristik antioksidan dan efek oksidasinya. Penggorengan vakum dilakukan pada A (suhu penggorengan biasa), B (suhu penggorengan vakum 70ËšC), C (suhu penggorengan vakum 80ËšC), D (suhu penggorengan vakum 90ËšC) dan E (suhu penggorengan vakum 100ËšC). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan suhu penggorengan karak kaliak menunjukkan berbeda tidak nyata pada asam lemak bebas dan bilangan peroksida namun berbeda nyata pada kapasitas antioksidan. Kapasitas antioksidan tertinggi terdapat pada perlakuan E (penggorengan Vakum 100oC) dan terendah pada penggorengan biasa (di atas 160oC).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-03-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/515</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.1.47-52.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 1 (2022); 47-52</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 1 (2022); 47-52</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/515/212</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Cesar Welya Refdi, Felga Zulfia Rasdiana, Prima Yaumil Fajri</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/516</identifier>
				<datestamp>2022-03-23T14:51:18Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGEMBANGAN SISTEM PEMBERI PAKAN AYAM CERDAS BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT)</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Renny Eka</dc:creator>
	<dc:creator>Putra, Madani</dc:creator>
	<dc:creator>Fahmy, Khandra</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pakan merupakan faktor paling utama dalam peternakan ayam yaitu untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Maka dari itu pemberian pakan yang rutin sesuai waktu dan jumlah yang ideal akan bisa membuat peternakan ayam bisa berkembang maksimal dan menguntungkan. Pemberian pakan yang dilakukan rutin akan lebih memudahkan jika ada alat otomatis yang bisa dikembangkan dalam bentuk alat pemberi pakan ayam cerdas berbasis internet of thing (IoT). Tujuan penelitian adalah rancang bangun alat pemberi pakan ayam cerdas berbasis IoT, merancang sistem kontrol alat, melakukan kalibrasi alat pemberi pakan ayam cerdas, dan manganalisis hasil kinerja alat pemberi pakan ayam cerdas berbasis IoT. Penelitian ini melakukan perancangan alat pakan ayam dikhususkan untuk ayam kampung dan jenis pakan jagung giling. Alat ini memiliki kerangka yang bahannya dari kayu dan triplek, serta sistem kontrol. Sistem kontrol terdiri dari NodeMCU ESP8266, sensor ultrasonik HCSR04, motor Servo, modul RTC, modul adaptor MB102 power supply, dan aplikasi blynk sebagai user interface dan platform IoT. Hasil kalibrasi menunjukkan kebutuhan daya alat 5,278 Watt. Kalibrasi menunjukkan secara keseluruhan sistem bekerja sempurna dengan nilai R2 sensor ultrasonikÂ  0,9999. Hasil uji kinerja alat didapatkan persentase hasil keluaran pakan rata-rata 95,710 % dan persentase kehilangan pakan rata-rata 4,290 %.Â  Rata-rata error hasil keluaran pakan 1,351% dan delay pemberian selama 3 detik. Persentase pakan sisa yang didapatkan selama pengujian yaitu interval 1,370%-2,283%. Pemberian pakan pada alat ini sudah mampu memenuhi kebutuhan ayam kampung</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-03-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/516</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.1.27-37.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 1 (2022); 27-37</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 1 (2022); 27-37</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/516/217</dc:relation>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/516/305</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Renny Eka Putri</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/525</identifier>
				<datestamp>2022-03-23T14:51:19Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGARUH KONSENTRASI GLISEROL TERHADAP KARATER FISIK DAN KEMAMPUAN ANTIMIKROBA EDIBLE FILM BERBASIS PATI JAGUNG DENGAN PENAMBAHAN YOGURT</dc:title>
	<dc:creator>Fiana, Risa Meutia</dc:creator>
	<dc:creator>Asben, Alfi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian yang telah dilakukan adalah pembuatan edible film dengan penambahan yoghurt yang bersifat antimikroba berbahan dasar pati jagung. Edible film mampu menghambat pertumbuhan bakteri yaitu Escherichia coli dan Candida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya konsentrasi gliserol sebagai plasticizer yang sesuai dengan karakteristik sifat fisik dan aktivitas antibakteri dalam pembuatan edible film berbahan dasar pati jagung dengan penambahan yoghurt sebagai antibakteri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Konsentrasi gliserol dapat mempengaruhi sifat fisik dari edible film yang ditambahkan dengan yoghurt. Konsentrasi penambahan gliserol yang sesuai dalam pembuatan edible film dengan penambahan yoghurt yaitu 12% yang berpengaruh nyata terhadap sifat fisik yaitu ketebalan dan kekuatan tarik, dan elongasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-03-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/525</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.1.102-107.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 1 (2022); 102-107</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 1 (2022); 102-107</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/525/213</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Risa Meutia Fiana</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/531</identifier>
				<datestamp>2023-05-24T14:18:37Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Temperatur Pengeringan serta Dimensi Biobriket Tempurung Kelapa terhadap Kualitas dan Kelayakan Ekonominya</dc:title>
	<dc:creator>Setiawan, Indah Mayangsari Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Mardawati, Efri</dc:creator>
	<dc:creator>Nurliasari, Desy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">biobriket</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kadar air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">keretakan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">tempurung kelapa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Biobriket</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Biobriket tempurung kelapa perlu dijamin kualitasnya serta ditentukan kelayakan ekonominya sesuai dengan standar agar dapat dipasarkan. Kualitas biobriket dapat ditentukan berdasarkan kadar air dan keretakan produk yang nilainya dipengaruhi oleh proses pengeringan. Adapun proses pengeringan dipengaruhi oleh beberapa faktor kondisi (proses) yang meliputi temperatur pengeringan dan dimensi biobriket yang dikeringkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur pengeringan dan dimensi biobriket tempurung kelapa terhadap karakteristik mekanik berupa keretakan dan kadar airnya serta untuk menentukan kelayakan ekonomi produk biobriket. Rancangan acak lengkap digunakan dalam penelitian ini dengan memperhatikan dua faktor pengaruh yang meliputi temperatur pengeringan (75ÂºC, 100ÂºC, 125ÂºC) dan dimensi biobriket C15 (25 mm x 25 mm Ã— 15 mm) serta C25 (25 mm Ã— 25 mm Ã— 25 mm). Perbedaan temperatur pengeringan dan dimensi biobriket memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar air dan tingkat keretakan produk. Hasil analisis menunjukkan temperatur pengeringan dan dimensi biobriket yang menghasilkan tingkat kadar air dan keretakan memenuhi standar yaitu 75ÂºC untuk C15 dan 100ÂºC untuk C25. Pada analisis kelayakan ekonomi produksi biobriket tempurung kelapa menunjukkan usaha pada bidang ini dianggap layak atau memenuhi seluruh ketentuan yang ada.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/531</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.2.175-182.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 2 (2022); 175-182</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 2 (2022); 175-182</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/531/227</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Indah Mayangsari Putri Setiawan, Efri Mardawati, Desy Nurliasari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/534</identifier>
				<datestamp>2022-03-23T14:51:19Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">INFORMASI SPASIAL SEBARAN DAN ANALISIS KEBUTUHAN ALAT DAN MESIN PERTANIAN PRA PANEN PADI DI PROVINSI SUMATERA BARAT</dc:title>
	<dc:creator>Hermansyah, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Santosa, Santosa</dc:creator>
	<dc:creator>Putri, Renny Eka</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">SIG</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Alat dan Mesin Pertanian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sebaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kejenuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sumatera Barat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Manajemen Mesin Pertanian</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pendataan terkait sebaran alat dan mesin pertanian di lapangan menjadi hal penting guna merancang pengembangan mekanisasi pertanian.Pemanfaatan alat dan mesin pertanian di Indonesia belum optimal disebabkan oleh distribusi alat dan mesin pertanian belum merata sesuai dengan kebutuhan. Beberapa penelitian melaporkan bahwa sebaran alat dan mesin pertanian di beberapa wilayah di Provinsi Sumatera barat belum merata. Masukan aspek spasial terhadap pendataan alat dan mesin pertanian sangat membantu pengambil kebijakan dalam mengambil suatu keputusan dalam rangka pengembangan mekanisasi pertanian. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran secara komprehensif melalui bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG) terhadap sebaran alat dan mesin pertanian khususnya traktor roda 2, pompa air, traktor roda 4 dan rice transplanter, melakukan analisa kebutuhan dan tingkat kejenuhan alat dan mesin pertanian serta memberikan rekomendasi terhadap program bantuan Pemerintah dalam hal pengalokasian bantuan ke kabupaten / kota di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian dilakukan dengan cara pengambilan data sekunder ke berbagai instansi terkait kemudian melakukan pengolahan dan analisis data dengan bantuan beberapa software seperti Microsoft Excel, Arcgis, Google Earth dan Adobe Photoshop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kejenuhan traktor roda 2, pompa air, traktor roda 4 dan rice transplanter dari 19 kabupaten / kota di Provinsi Sumatera Barat adalah sebesar 24,02%. Mengacu kepada luas baku lahan sawah, indeks pertanaman padi dan tingkat kejenuhan alat dan mesin pertanian direkomendasikan 8 Kabupaten yaitu Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Tanah Datar menjadi prioritas utama untuk menerima program bantuan alat dan mesin pertanian dari Pemerintah Pusat maupun Daerah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-03-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/534</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.1.115-123.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 1 (2022); 115-123</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 1 (2022); 115-123</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/534/208</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Agus Hermansyah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/537</identifier>
				<datestamp>2022-03-23T15:08:44Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGARUH PENGGUNAAN LINDI HITAM PADA PROSES BIODELIGNIFIKASI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP DEGRADASI KOMPONEN LIGNOSELULOSA</dc:title>
	<dc:creator>Permata, Deivy Andhika</dc:creator>
	<dc:creator>Kasim, Anwar</dc:creator>
	<dc:creator>Asben, Alfi</dc:creator>
	<dc:creator>Yusniwati, Yusniwati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">biodelignifikasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">lignoselulosa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">lindi hitam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">TKKS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Lignoselulosa merupakan komponen utama tandan kelapa sawit yang terdiri dari lignin, selulosa dan hemiselulosa. Keberadaan lignin menjadi faktor pembatas dalam penggunaan serat. Upaya untuk mengurangi lignin dapat dilakukan melalui proses biodelignifikasi. Penelitian ini melakukan proses biodelignifikasi dengan menggunakan lindi hitam yang diperoleh dari biodelignifikasi spontan tandan kosong kelapa sawit fraksi serat campuran. Penelitian didesain menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 kali ulangan, data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji F dan jika berbedanya dilanjutkan dengan uji DNMRT pada Î± 5%. Perlakuan yang diberikan yaitu perbedaan persentase lindi hitam yang digunakan sebesar 1%, 3%, 5%, 7%, dan 9% pada proses biodelignifikasi tandan kosong kelapa sawit fraksi serat panjang. Pada serat hasil biodelignifikasi dilakukan analisis kadar hemiselulosa, kadar selulosa dan kadar lignin. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penggunaan lindi hitam pada proses biodelignifikasi tandan kosong kelapa sawit fraksi serat panjang berpengaruh nyata terhadap kadar hemiselulosa, selulosa dan lignin. Semakin banyak lindi hitam yang digunakan semakin tinggi persentase degradasi komponen lignoselulosa yang terjadi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/537</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.1.124-129.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 1 (2022); 124-129</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 1 (2022); 124-129</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/537/221</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Deivy Andhika Permata, Anwar Kasim, Alfi Asben, Yusniwati Yusniwati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/550</identifier>
				<datestamp>2023-05-24T14:18:37Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">ENKAPSULASI MINYAK NILAM (Pogostemon cablin Benth), PALA (Myristica fragrans) DAN SEREH WANGI (Cymbopogon nardus) MENGGUNAKAN KITOSAN DENGAN METODE GELASI IONIK</dc:title>
	<dc:creator>Aisyah, Yuliani</dc:creator>
	<dc:creator>Maulina, Devri</dc:creator>
	<dc:creator>Asmawati, Asmawati</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Minyak atsiri bersifat volatil sehingga rentan terhadap suhu tinggi, oksidasi, sinar UV dan kelembapan, sehingga diperlukan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu teknologi yang dapat digunakan adalah enkapsulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis minyak atsiri dan perbandingan bahan penyalut kitosan-STPP dengan metode gelasi ionik terhadap karakteristik mikrokapsul yang meliputi efisiensi enkapsulasi, karakteristik gugus fungsi, ukuran partikel, distribusi ukuran partikel (indeks polidispersitas), zeta potensial, dan profil morfologi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, faktor pertama adalah jenis minyak atsiri (M) yaitu M1=Minyak Nilam, M2=Minyak Pala dan M3=Minyak Sereh Wangi. Faktor kedua adalah perbandingan larutan kitosan-STPP : minyak atsiri (P) yaitu P1=1:1, P2=1:2 dan P3=1:3. Pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali, untuk mengetahui perbedaan pengaruh perlakuan maka dilakukan pengujian dengan Analysis of Variance (Anova) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf kesalahan 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor perbandingan larutan kitosan-STPP : minyak atsiri (P) berpengaruh nyata terhadap efisiensi enkapsulasi. Uji BNT0,25 menunjukkan nilai efisiensi enkapsulasi mikrokapsul dengan perbandingan kitosan-STPP : minyak atsiri 1:3 (89,5%) dan 1:2 (86,97%) lebih tinggi dan berbeda nyata dengan mikrokapsul perbandingan kitosan-STPP : minyak atsiri 1:1 (81,77%). Hasil FTIR menunjukkan bahwa ketiga jenis minyak atsiri memiliki gugus fungsi N-H amina dan gugus fungsi C=C ester. Mikrokapsul yang memiliki karakteristik terbaik adalah minyak nilam dengan perbandingan kitosan-STPP : minyak atsiri 1:3 (M1P3), memiliki nilai efisiensi enkapsulasi 93,13%, ukuran partikel 294,4 nm,Â  indeks polidispersitas 0,498, zeta potensial -58,7, morfologi partikel berbentuk bulat, tidak berpori dan memiliki permukaan yang halus.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/550</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.2.151-162.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 2 (2022); 151-162</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 2 (2022); 151-162</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/550/224</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Yuliani Aisyah, Devri Maulina, Asmawati Asmawati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/556</identifier>
				<datestamp>2023-05-24T14:18:37Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Substitusi Tepung Kulit Singkong (Manihot esculenta Crantz) dalam Pembuatan Roti Gandjelrel Ditinjau dari Uji Organoleptik</dc:title>
	<dc:creator>Prajitno, Olivia Erlinda Junita</dc:creator>
	<dc:creator>Minantyo, Hari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">roti gandjelrel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">tepung kulit singkong</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">uji organoleptik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Hasil Penelitian</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tujuan dari penelitian ini adalah untukÂ menentukanÂ konsentrasiÂ subtitusi tepung kulit singkongÂ terbaikÂ dalam pembuatanÂ roti gandjelrelÂ dan menganalisisÂ peningkatan kandungan seratnya.Â Penelitian ini merupakanÂ penelitianÂ pengembangan dengan jenis penelitian eksperimen sertaÂ menggunakanÂ uji organoleptik, uji ANOVA, dan uji laboratorium kandungan serat pangan. Uji organoleptik menilai dalam indikator warna, aroma, rasa, dan tekstur dari roti gandjelrel yang disubstitusi dengan tepung kulit singkong dengan 4 tingkat konsentrasi (0%, 20%, 40%, 60%).Â Hasil penelitian menunjukkanÂ produk roti gandjelrel dengan substitusi tepung kulit singkong perlakuanÂ dehydratorÂ dengan konsentrasi sebesar 40% merupakan sampel terbaik, serta menunjukkan adanya peningkatan kandungan serat pangan (dietary fiber)Â menjadi 6,34%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">penelitian pengembangan dan jenis penelitian eksperimen</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/556</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.2.183-188.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 2 (2022); 183-188</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 2 (2022); 183-188</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/556/228</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Olivia Erlinda Junita Prajitno, Hari Minantyo</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/561</identifier>
				<datestamp>2023-05-24T14:18:37Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK GAMBIR (Uncaria gambir Roxb.) SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA PEMBUATAN SABUN PADAT OPAQUE</dc:title>
	<dc:creator>Astina, Tia</dc:creator>
	<dc:creator>Asnurita, Asnurita</dc:creator>
	<dc:creator>budaraga, I Ketut</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">ekstrak gambir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">sabun opaque</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">antibakteri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak gambir (Uncaria gambir Roxb.) pada pembuatan sabun padat opaque, dan untuk mengetahui jumlah penambahan ekstrak gambir yang tepat pada pembuatan sabun padat opaque. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) sederhana dengan perlakuan 5 taraf dan 3 kali ulangan. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA dengan uji lanjut Duncanâ€™s New Multiple Range Test (DNMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan persentase penambahan ekstrak gambir pada sabun minyak jelantah berpengaruh sangat nyata terhadap sabun padat opaque yang meliputi kadar air, asam lemak bebas, alkali bebas, pH, dan aktivitas antibakteri. Penambahan ekstrak gambir pada sabun padat opaque yang tepat dari segi aktivitas antibakteri sebanyak 2% karena memiliki daerah hambat yang paling besar yaitu 19.60 mm pada Bakteri S. Aureus dan pada bakteri E.Coli 18.93 mm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/561</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.2.142-150.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 2 (2022); 142-150</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 2 (2022); 142-150</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/561/223</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 I Ketut budaraga</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/566</identifier>
				<datestamp>2023-05-24T14:18:37Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">STRATEGI PENINGKATAN MUTU GREEN BEAN ARABIKA MENGGUNAKAN METODE FUZZY ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (FAHP) (STUDI KASUS KECAMATAN SANGIR KABUPATEN SOLOK SELATAN)</dc:title>
	<dc:creator>Solehia, Genni Deea</dc:creator>
	<dc:creator>Azrifirwan, Azrifirwan</dc:creator>
	<dc:creator>Putri, Renny Eka</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">FAHP</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">green bean</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">penyortiran</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kabupaten Solok Selatan sangat berpotensi dalam pengembangan kopi Arabika. Hasil identifikasi permasalahan menunjukan belum maksimal nya proses produksi pengolahan buah kopi menjadi green bean, sehingga berakibat kepada mutu dan rendahnya nilai jual green bean. Oleh karena itu perlunya strategi dalam pengambilan keputusan multicriteria yang akurat, menggunakan metode Fuzzy Analytic Hierarchy Process (FAHP). FAHP merupakan kombinasi antara AHP dan fuzzy. Kombinasi tersebut akan meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, dengan penggunaan konsep Triangular Fuzzy Number (TFN) pada skala AHP. Strategi tersebut diuraikan menjadi unsur-unsurnya, yaitu kriteria dan alternatif, kemudian disusun menjadi struktur hierarki. Struktur hierarki dalam FAHP dilakukan dengan cara mengidentifikasi pengetahuan dan pengamatan dilokasi penelitian. Adapun kriteria dalam strategi tersebut adalah bahan baku, jenis pengeringan, keinginan konsumen, dukungan pemerintah, penguasaan/pengetahuan prosesor dan alternatif nya adalah teknologi/alat, sortiran, proses pengolahan, dan penyimpanan. Hasil penelitian strategi berdasarkan multicriteria untuk peningkatan mutu green bean, berdasarkan perhitungan nilai bobot berturut turut adalah sortiran 0.293, penyimpanan 0.266, proses pengolahan 0.248, dan terakhir adalah teknologi/alat 0.193. Sortiran merupakan strategi utama dalam peningkatan mutu green bean dengan metode FAHP karena memiliki bobot tertinggi,Â  dikarenakan sortiran memiliki banyak manfaat yang akan mempengaruhi mutu yaitu terhindar dari adanya kotoran-kotoran, ukuran yang sama, dan bentuk fisik yang bagus yaitu tanpa adanya kecacatan (defect) seperti green bean menghitam, patah, berlubang, biji tunggal dan kopong sehingga dapat meningkatkan grade kopi yaitu dari kopi asalan menjadi specialty.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">FAHP</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/566</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.2.163-174.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 2 (2022); 163-174</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 2 (2022); 163-174</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/566/226</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Genni Deea Solehia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/617</identifier>
				<datestamp>2023-05-24T14:18:37Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENILAIAN KINERJA JARINGAN IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI BATU MERAH KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG</dc:title>
	<dc:creator>Hamakonda, Umbu Awang</dc:creator>
	<dc:creator>Taus, Igniosa</dc:creator>
	<dc:creator>Lea, Victoria Coo</dc:creator>
	<dc:creator>Ludji, Apriana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Penilaian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kinerja Irigasi Batu Merah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Abstrak Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja irigasi pada daerah irigasi Batu merah Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Deskriptif kualitatif. Hasil penelitian kinerja irigasi pada daerah irigasi Batu merah Kecamatan Kupang timur Kabupaten Kupang menunjukan bahwa. Jaringan irigasi batu merah mendistribuskan air sebesar 2.187 Ha area lahan persawahan yang telah di fungsikan. Sedangkan total pendistribusian air irigasi pada jaringan irigasi batu merah sebesar 2.712. Kinerja jaringan irigasi dari aspek Kondisi Prasarana fisik, Produktifitas Tanaman, Sarana Penunjang Organisasi Personalia, Dokumentasi dan Kondisi P3A menunjukan bahwa kinerja jaringan irigasi sebesar 80%. Kondisi eksisting pada jaringan irigasi telah mengalami kerusakan pada saluran sehingga air tidak mengalir secara baik.Kata Kunci: Penilaian,Kinerja Irigasi Batu Merah</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">DESKRIPTIF</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/617</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.2.189-197.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 2 (2022); 189-197</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 2 (2022); 189-197</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/617/229</dc:relation>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/617/306</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 umbu awang hamakonda</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/621</identifier>
				<datestamp>2023-05-24T14:18:37Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGARUH UMUR PANEN TERHADAP SIFAT FISIK JAMUR TIRAM MERAH MUDA (Pleurotus flabellatus)</dc:title>
	<dc:creator>AR, Nur Hasnah</dc:creator>
	<dc:creator>Tafzi, Fitry</dc:creator>
	<dc:creator>Nurfitriyah, Ayi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Umur panen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">jamur tiram</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">jamur tiram merah muda</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">teknologi hasil pertanian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">jurnal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Jamur</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Umur panen jamur tiram merupakan salah satu faktor yang erat hubungannya dengan tahap pertumbuhan yang menunjukkan tingkat kematangan fisiologis, banyaknya produksi dan kandungan yang ada di dalam jamur tiram. Selain perubahan biokimia, umur panen juga akan mempengaruhi penampakan secara fisik, perubahan warna, tekstur, ukuran dan bentuk buah atau bagian jamur tiram yang layak dikonsumsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh umur panen terhadap sifat fisik dan mengetahui umur panen terbaik berdasarkan sifat fisik jamur tiram merah muda (Pleurotus flabellatus). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap, dengan perlakuan umur panenÂ  yaitu: umur 2,3,4 dan 5 hari setelah muncul pinhead dengan 2 periode panen. Setiap satuan percobaan dengan 3 kali pengulangan. Penelitian ini terdiri dari pembuatan media tanam (baglog), inokulasi (pembibitan), inkubasi, pemanenan, pengeringan dan analisis parameter pengukuran. Berdasarkan hasil uji anova dan organoleptik dapat disimpulkan bahwa umur panen berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisik jamur tiram merah muda meliputi parameter berat basah, diameter, warna dan penampakan jamur tiram merah muda. Berdasarkan karakteristik fisik jamur tiram merah muda direkomendasikan untuk dipanen pada umur 3 hari setelah muncul pinhead.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">eksperimen</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.spreadsheetml.sheet</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/621</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.2.198-206.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 2 (2022); 198-206</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 2 (2022); 198-206</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/621/230</dc:relation>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/621/307</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Nur Hasnah AR</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/624</identifier>
				<datestamp>2023-05-24T14:18:37Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">EVALUASI NILAI GIZI DAN ORGANOLEPTIK BAKSO TETELAN MERAH TUNA DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BERBAGAI BAHAN ALAMI</dc:title>
	<dc:creator>Wellyalina, Wellyalina</dc:creator>
	<dc:creator>Koja, Reni</dc:creator>
	<dc:creator>Putra, Dava Perdana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Teknologi Hasil Pertanian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">pangan dan gizi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pengembangan Produk Pangan atau diversifikasi produk pangan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Bakso adalah olahan pangan yang sangat digemari oleh kalangan masyarakat karena dapat sangat praktis untuk dimakan secara langsung ataupun diolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai gizi dan organoleptik bakso tetelan merah tuna dengan penambahan ekstrak berbagai bahan alami. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksploratif melalui eksperimen di laboratorium. Perlakuan yang digunakan adalah tanpa penambahan ekstrak (kontrol), bunga telang, ubi jalar ungu, bit, dan wortel. Setiap satu perlakuan diperoleh dari 5 g bahan berbanding 30 ml air dengan 3 kali ulangan. Hasil Penelitian menujukkan bahwa bakso tetelan merah tuna dengan penambahan ekstrak bunga telang, umbi bit, ubi ungu dan wortel memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi seperti kadar protein, kadar lemak dan kadar abu dibandingkan bakso tetelan merah tuna kontrol karena tanpa adanya tambahan esktrak. Bakso tetelan merah tuna dengan penambahan ekstrak wortel lebih disukai panelis dan dikategorikan kesukaan pada nilai 4 (suka).Kata kunci- Bakso; bahan alami; ekstrak; gizi; tetelan tuna</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Metode Eksploratif melalui eksperimen</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/624</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 2 (2022); 222-227</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 2 (2022); 222-227</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/624/232</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Wellyalina Wellyalina, Reni Koja, Reni Koja, Reni Koja, Dava Perdana Putra, Reni Koja, Dava Perdana Putra, Dava Perdana Putra, Dava Perdana Putra</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/629</identifier>
				<datestamp>2023-08-05T06:45:26Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PROFIL SENYAWA FLAVONOID EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) DENGAN BERBAGAI METODE PENGERINGAN</dc:title>
	<dc:creator>Dewi Landari, I Gusti Agung Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Wita Kusumawati, I Gusti Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Nursini, Ni Wayan</dc:creator>
	<dc:creator>Agung Yogeswara, Ida Bagus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ekstrak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Morinda citrifolia L.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pengeringan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Senyawa flavonoid</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Senyawa flavonoid buah mengkudu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) diketahui memiliki kandungan senyawa flavonoid yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan karena memiliki aktivitas seperti antibakteri, antivirus, antioksidan, antijamur, anti inflamasi, antimutagenik dan antihipertensi. Tingginya kadar air pada buah mengkudu dapat mengakibatkan adanya perubahan secara biologi dan kimia, sehingga diperlukan alternatif proses pengeringan untuk mengurangi kadar air dan menjaga kandungan senyawa flavonoid. Buah mengkudu dapat menghasilkan banyak manfaat dari senyawa flavonid dengan cara mengekstrak tanaman tersebut. Salah satu tahapan ekstraksi buah mengkudu yaitu melakukan pengeringan untuk mendapatkan senyawa flavonoid yang optimal.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil senyawa flavonoid ekstrak buah mengkudu dari berbagai metode pengeringan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap tiga perlakuan dan tiga ulangan sehingga di dapatkan 9 unit percobaan, dengan pengeringan buah mengkudu yaitu pengeringan matahari langsung, pengeringan diangin-anginkan dan pengeringan oven kemudian simplisia buah mengkudu dianalisis kadar airnya menggunakan metode gravimetri. Bubuk kering buah mengkudu dimaserasi menggunakan etanol 96%. Kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan metode LCMS/MS QTOF.Hasil dari penelitian yaitu rata-rata kadar air bubuk buah mengkudu metode pengeringan matahari langsung, diangin-anginkan dan dioven berturut-turut adalah 12,64%, 14,11% dan 9,38%. Adapun golongan senyawa flavonoid yang terdapat pada ekstrak buah mengkudu dengan berbagai metode pengeringan yaitu flavonol, isoflavon, flavone dan flavanone. Â Kandungan komponen profil senyawa flavonoid yang terdapat pada ekstrak buah mengkudu dengan metode pengeringan matahari langsung, metode pengeringan diangin-anginkan dan metode pengeringan oven berturut-turut yaitu sebanyak 9 senyawa flavonoid, 10 senyawa flavonoid dan 2 senyawa flavonoid.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/629</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.1.7-16.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 1 (2023); 7-16</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 1 (2023); 7-16</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/629/247</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 I Gusti Agung Ayu Dewi Landari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/631</identifier>
				<datestamp>2023-05-04T09:16:26Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGARUH PENGGUNAAN INVIGORASI DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP VIABILITAS DAN PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO</dc:title>
	<dc:creator>Maâ€™rifah, Binuril</dc:creator>
	<dc:creator>Subroto, Gatot</dc:creator>
	<dc:creator>Rosyady, Muhammad Ghufron</dc:creator>
	<dc:creator>Savitri, Dyah Ayu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">cocopeat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">PEG 6000</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">NAA</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">GA3</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Benih kakao (Theobroma cacao L.) merupakan benih rekalsitran yang cepat mengalami kemunduran selama penyimpanan. Penanganan benih yang tepat melalui invigorasi, dapat menjadi solusi untuk mempertahankan dan meningkatkan viabilitas dan vigor. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh invigorasi dan lama penyimpanan terhadap viabilitas benih dan pertumbuhan awal bibit kakao. Bahan yang digunakan benih kakao, cocopeat, PEG 6000, NAA, GA3 dan bahan pendukung lainnya. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah jenis invigorasi dan faktor kedua adalah lama penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media cocopeat, PEG 6000, NAA dan GA3 dengan lama penyimpanan 4 minggu memberikan hasil terbaik terhadap vibilitas benih dan pertumbuhan awal bibit kakao.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/631</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.1.17-25.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 1 (2023); 17-25</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 1 (2023); 17-25</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/631/252</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Binuril Maâ€™rifah, Gatot Subroto, Muhammad Ghufron Rosyady, Dyah Ayu Savitri</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/632</identifier>
				<datestamp>2023-05-04T09:13:36Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">ANALISIS PENYEBAB WHITE SPOT PADA SIR 20 DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI PT. XYZ</dc:title>
	<dc:creator>Hairiyah, Nina</dc:creator>
	<dc:creator>Musthofa, Imron</dc:creator>
	<dc:creator>Handriyani, Irda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Analisis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Six Sigma</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">White Spot</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">SIR 20</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">quality control</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Produk SIR 20 yang diproduksi oleh PT. XYZ sering mengalami cacat produk dan jenis cacat yang paling sering terjadi adalah cacat white spot. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penyebab white spot pada SIR 20 di PT. XYZ. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode six sigma. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, ditemukan penyebab cacat white spot terdiri dari beberapa faktor yakni faktor lingkungan, proses produksi, material, mesin dan peralatan, manusia dan lingkungan. Faktor utama cacat white spot adalah karena lingkungan seperti curah hujan yang tinggi. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa jumlah cacat white spot di PT.XYZ berada di tingkat nilai sigma 2,48 yang berarti termasuk dalam rata-rata industri Indonesia dengan kemungkinan kerusakan sebesar 163889 untuk setiap satu juta produksi SIR 20. Nilai ini masih cukup tinggi sehingga diperlukan beberapa upaya untuk mengurangi terjadinya cacat white spot pada produk SIR 20 di PT. XYZ yaitu dengan lebih memperhatikan kondisi penanganan jika curah hujan tinggi, serta perlu adanya sistem terintegrasi pada proses pengolahan untuk mengetahui kualitas material (bahan baku) yang masuk, kondisi mesin dan peralatan, dan SOP untuk tenaga kerja (manusia).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Survey.interview</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/632</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.1.26-33.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 1 (2023); 26-33</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 1 (2023); 26-33</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/632/248</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Nina Hairiyah, Imron Musthofa, Irda Handriyani</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/633</identifier>
				<datestamp>2023-05-04T09:13:36Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">ANALISIS POLA DAN JADWAL TANAM JAGUNG PADA KONDISI ENSO DI PROVINSI LAMPUNG</dc:title>
	<dc:creator>Hikami, M. Fatnan</dc:creator>
	<dc:creator>Arifianto, Fendy</dc:creator>
	<dc:creator>Giarno, Giarno</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">ENSO</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">jadwal tanam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">jagung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">pola tanam.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Â Provinsi Lampung memiliki luas tanam lahan kering yang sangat luas, hal ini berpotensi besar untuk menjadikan Lampung sebagai sentra produksi jagung di Indonesia. Namun ancaman gagal panen dapat terjadi secara berkala dan tidak teratur akibat pengaruh dari dinamika atmosfer dan laut yang salah satunya ialah fenomena El Nino Southern Oscillation (ENSO). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan fenomena ENSO yang terdiri dari fase Neutral, El Nino, dan La Nina terhadap pola dan jadwal tanaman jagung di Provinsi Lampung. Data yang digunakan ialah curah hujan bulanan dan temperatur udara bulanan dari pos-pos hujan yang dipilih berdasarkan tahun perwakilan kejadian Neutral, El Nino, dan La Nina dari tahun 2001 sampai 2020. Analsis menggunakan perhitungan neraca air tanah dengan metode Thornwaithe-Matter berdasarkan tipe iklim Oldeman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi El Nino, pola tanam yang direkomendasikan ialah 2 kali tanam jagung untuk semua tipe iklim Oldeman dengan jadwal tanam yang cenderung lebih mundur dari kondisi Neutral. Sedangkan pada kondisi La Nina, pola tanam didominasi oleh 3 kali tanam jagung dalam setahun pada setiap tipe iklim Oldeman. Jadwal tanam pada kondisi La Nina cenderung lebih maju jika dibandingkan dengan kondisi Neutral dan El Nino.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/633</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.1.34-44.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 1 (2023); 34-44</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 1 (2023); 34-44</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/633/238</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Muhammad Fatnan Hikami</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/634</identifier>
				<datestamp>2023-05-04T09:13:37Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">KUALITAS KULIT MACARON DENGAN KOMBINASI TEPUNG KEDELAI (Glycine max L.) dan TEPUNG UMBI BIT (Beta vulgaris)</dc:title>
	<dc:creator>Kinanthi, Maria Sekar</dc:creator>
	<dc:creator>Swasti, Yuliana Reni</dc:creator>
	<dc:creator>Pranata, Franciscus Sinung</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kulit macaron</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">tepung almon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">tepung kedelai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">tepung umbi bit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pangan Gizi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Macaron merupakan kue kering berbasis meringue dengan bahan dasar tepung almon yang berasal dari Italia. Macaron terdiri dari dua buah kulit yang direkatkan dengan isian seperti krim. Kedelai memiliki kandungan protein yang tinggi dan metabolit sekunder berupa isovlafon yang baik untuk kesehatan. Umbi bit mengandung pigmen betalain yang tinggi yang dapat digunakan sebagai pewarna makanan dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas kulit macaron dengan kombinasi tepung kedelai dan tepung umbi bit yang dilihat dari fisik, kimia, organoleptik, dan mikrobiologi serta mengetahui perbandingan tepung kedelai dan tepung umbi bit yang tepat untuk menghasilkan kulit macaron terbaik. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan perbandingan tepung kedelai dan tepung umbi bit yaitu 0:0 (Kontrol); 20:80 (A); 60:40 (B) dan 40:60 (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tepung kedelai dan tepung umbi bit memberikan pengaruh pada kadar air, kadar lemak, kadar protein, kadar serat kasar, total fenolik, aktivitas antioksidan, kekerasan, warna, angka lempeng total dan angka kapang khamir. Perbandingan tepung kedelai dan tepung umbi bit terbaik untuk produk kulit macaron adalah 60:40 dengan kadar air 7,45 %, abu 2,49 %, lemak 2,86 %, protein 10,81 %, karbohidrat 76,39 %, serat tidak larut 10,23 %, serat larut 1,8 %, total fenolik 16,73 mg GAE/100 g, aktivitas antioksidan 63,57 %, angka lempeng total 1,41 koloni/gram, angka kapang khamir 1,33 koloni/gram, kekerasan 302 g, dan warna merah muda dengan kecerahan 35,74.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Pengembangan produk dengan pemanfaatan bahan lokal</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/634</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.1.136-150.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 1 (2023); 136-150</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 1 (2023); 136-150</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/634/250</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Maria Sekar Kinanthi, Yuliana Reni Swasti, Franciscus Sinung Pranata</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/638</identifier>
				<datestamp>2023-05-24T14:18:37Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">ANALISIS FASE TUMBUH PADI KECAMATAN SUNGAI TARAB  MENGGUNAKAN NDVI (NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX)</dc:title>
	<dc:creator>Yanti, Delvi</dc:creator>
	<dc:creator>Putri, Wine Angelina</dc:creator>
	<dc:creator>Rusnam, Rusnam</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pada daerah yang luas biasanya terdapat kesulitan dalam memantau fase tumbuh tanaman padi. Seiring dengan berkembangnya teknologi, salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk memperoleh data tersebut adalah dengan menggunakan citra satelit. Fase tumbuh tanaman padi dapat diketahui dengan menghitung indeks vegetasi berdasarkan tingkat kehijauan tanaman dengan bantuan citra MODIS menggunakan algoritma NDVI. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan persamaan dan rentang nilai NDVI untuk memprediksi tahap pertumbuhan padi di Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar. Dalam pengambilan data, pengamatan lapangan dilakukan pada lokasi dengan pixel â‰¥50% adalah sawah. Pengamatan dilakukan untuk validasi koordinat lokasi sampel pengamtan, kesesuaian data penggunaan lahan, umur tanaman padi, dan varietas padi. Dari hasil analisis, persamaan yang diperoleh untuk memprediksi fase tumbuh tanaman padi Kecamatan Sungai Tarab yaitu y = -0.0001011274 x2 + 0.0128987956 x + 0.3189628155 dimana nilai x adalah umur tanaman (HST) dan y adalah nilai indeks vegetasi (NDVI). Â Rentang nilai NDVI berdasarkan fase tumbuh adalah fase air â‰¤ 0,4797; fase vegetatif 1 0,4797-0,6149; fase vegetatif 2 0,6149-0,7300; fase generatif 1 0,7300-0,6379; fase generatif 2 0,6379-0,5142 dan fase bera 0,5142-0,2868</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/638</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.2.228-238.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 2 (2022); 228-238</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 2 (2022); 228-238</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/638/233</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Delvi Yanti, Wine Angelina Putri, Rusnam Rusnam</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/643</identifier>
				<datestamp>2023-05-24T14:18:37Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN MUTU TEH HERBAL DAUN MANGGA BERDASARKAN LETAK DAUN PADA RANTING</dc:title>
	<dc:creator>Pulungan, Muhammad Zikmi</dc:creator>
	<dc:creator>Hamzah, Faizah</dc:creator>
	<dc:creator>Harun, Noviar</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Yossie Kharisma</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">mango leaf</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">antioxidant</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">herbal tea</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">This study aims to obtain antioxidant activity and the best quality of mango leaves herbal tea based on the location of the leaves on branches. The research has been experimentally using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replications, so that 16 experimental units obtained. The treatments used were P1: Leaf shoots, P2: Young mango leaves (numbers 1-3 after the shoot), P3: Old mango leaves (numbers 4-6 after shoots) and P4: Oldest mango leaves (numbers 7-9 after shoots). Observations made on mango leaf herbal tea were water content, ash content, total phenol, antioxidant activity and sensory assessment. The data obtained from the observation analyzed statistically using analysis of variance (ANOVA) with IBM SPSS software version 23. The results showed that the best treatment for mango leaf herbal tea based on the location of the leaves on the selected branches was the P1 (leaf shoot) treatment because it had very strong antioxidant activity. The antioxidant activity of P1 treatment with IC50 value was 25,91ppm, total phenol was 25.90%, water content was 9.95%, and ash content was 2.42%, with a descriptive green-yellow color, slightly mango leaf-scented and slightly bitter taste.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Eksperimen dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/643</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.2.248-253.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 2 (2022); 248-253</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 2 (2022); 248-253</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/643/236</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Muhammad Zikmi Pulungan, Faizah Hamzah, Noviar Harun, Yossie Kharisma Dewi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/644</identifier>
				<datestamp>2023-05-24T14:18:37Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">ANALISIS KIMIA, MIKROBIOLOGI DAN ORGANOLEPTIK MARGARIN YANG MEMANFAATKAN BUBUK ANGKAK SEBAGAI PEWARNA ALAMI</dc:title>
	<dc:creator>Putra, Dian Pramana</dc:creator>
	<dc:creator>Salihat, Rera Aga</dc:creator>
	<dc:creator>Yanti, Nika Rahma</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">aditif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">ALT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">fenol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">lovastatin</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Margarin ialah produk pangan berupa lemak semi padat yang merupakan emulsi dengan tipe water in oil (w/o), dengan syarat mengandung lebih dari 80 % lemak. Lemak yang sering digunakan dalam pembuatan margarin adalah lemak kakao. Kelebihan penggunaan lemak kakao dalam pembuatan margarin selain mempunyai titik leleh yang tinggi, lemak kakao juga mengandung antioksidan yang tinggi. Namun, lemak kakao memiliki kelemahan pada harganya mahal sehingga perlu dicari alternatif minyak lain yang dapat digunakan sebagai campuran dalam pembuatan proses margarin. Salah satu minyak yang dapat dimanfaatkan sebagai campuran dalam pembuatan margarin adalah Virgin Coconut Oil (VCO). Penelitian ini memanfaatkan lemak kakao dan VCO sebagai bahan baku margarin. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai total fenol, antioksidan, lovastatin, angka lempeng total dan organoleptik margarin yang ditambahkan bubuk angkak sebagai pewarna alami. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan 5 taraf dan 3 kali ulangan digunakan sebagai rancangan penelitian. Â Hasil penelitian menunjukkan penambahan bubuk angkak memberikan pengaruh terhadap nilai aktivitas antioksidan, total fenol, nilai angka lempeng total dan organoleptik. Penambahan bubuk angkak 4 % merupakan perlakuan yang terbaik dan paling disukai oleh panelis berdasarkan penilaian organoleptik dengan nilai aktivitas antioksidan 52,48 %, nilai total fenol sebesar 3,20 %; angka lempeng total 7,8 x 102 dan nilai lovastatin sebesar 1,68 ppm. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/644</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.2.239-247.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 2 (2022); 239-247</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 2 (2022); 239-247</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/644/235</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Rera Aga Salihat</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/645</identifier>
				<datestamp>2023-05-24T14:18:37Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">ANALISIS KANDUNGAN GIZI PRODUK UMKM BILIH 7 MUARO</dc:title>
	<dc:creator>Yanti, Delvi</dc:creator>
	<dc:creator>Permata, Deivy Andhika</dc:creator>
	<dc:creator>Lendrawati, Lendrawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ikan bilih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kandungan gizi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">ikan bilih crispy</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Produk UMKM Bilih 7 Muaro terdiri atas ikan bilih crispy dan ikan bilih crispy balado. Produk ini merupakan inovasi dari pengolahan ikan bilih basah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi. Kandungan gizi yang dimiliki oleh ikan bilih menjadikan ikan bilih sangat potensial untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan gizi ikan bilih crispy dan ikan bilih crispy balado hasil olahan UMKM Bilih 7 Muaro Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Metode yang digunakan yaitu ekperimental laboratorium berupa analisa kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, dan kalori yang terkandung dalam ikan bilih crispy dan ikan bilih crispy balado. Berdasarkan penelitian didapatkan kandungan gizi produk olah ikan bilih UMKM Bilih 7 Muaro menjadi ikan bilih crispy dan ikan bilih crispy balado telah memenuhi persyaratan mutu dan keamanan ikan renyah sesuai dengan SNI 7760:2013 untuk unsur kadar air, kadar abu, dan kadar protein. Sementara kandungan lemak ikan bilih crispy dan ikan bilih crispy balado masih ditas batas maksimal sehingga perlu penanganan lebih lanjut pasca penggorengan produk olahan tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/645</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.2.136-141.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 2 (2022); 136-141</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 2 (2022); 136-141</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/645/234</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Delvi Yanti, Deivy Andhika Permata, Lendrawati Lendrawati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/647</identifier>
				<datestamp>2023-05-04T09:13:36Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">KARAKTERISTIK GEL HAND SANITIZER BERBAHAN DASAR EKSTRAK LIMBAH KULIT NANAS DAN SERAI WANGI</dc:title>
	<dc:creator>Dewi, Yossie Kharisma</dc:creator>
	<dc:creator>Nopiani, Yanti</dc:creator>
	<dc:creator>Johan, Vonny Setiaries</dc:creator>
	<dc:creator>Saputra, Edo</dc:creator>
	<dc:creator>Idhamsyah, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Ayuni, Putri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kulit nanas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">serai wangi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">gel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">hand sanitizer</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Limbah kulit nanas mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan saponin serta mengandung senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri. Serai wangi juga memiliki komponen senyawa utama yang terdiri dari sitronellal, sitronellol, dan geraniol yang memiliki kemampuan aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifitasan serta memperoleh rasio terbaik limbah kulit nanas dengan campuran ekstrak serai wangi sebagai bahan aktif antibakteri pengganti alkohol dalam bentuk gel hand sanitizer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio ekstrak kulit nanas dan ekstrak serai wangi berpengaruh nyata terhadap karakteristik dan aktivitas antibakteri gel hand sanitizer yang dihasilkan. Perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah KNSW4 (ekstrak kulit nanas 75% : 25% ekstrak serai wangi) memberikan karakteristik fisikokimia gel hand sanitizer dengan nilai viskositas 333,10 cP, densitas 1,07 g/mL, homogenitas yang baik, pH 3,6, dan daya sebar 7,98 cm. Uji organoleptik menunjukkan hand sanitizer yang dihasilkan memiliki warna cokelat kekuningan, agak beraroma serai wangi, tekstur agak lengket dan secara keseluruhan agak disukai oleh panelis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi inovasi bagi masyarakat dalam pemanfaatan limbah kulit nanas dan serai wangi sebagai bahan baku gel hand sanitizer alami.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/647</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.1.45-53.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 1 (2023); 45-53</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 1 (2023); 45-53</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/647/244</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Yossie Kharisma Dewi, Yanti Nopiani, Vonny Setiaries Johan, Edo Saputra</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/649</identifier>
				<datestamp>2023-05-04T09:13:36Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">SIMULASI DAN DISAIN ALAT PELUBANG TANAH SEMI MEKANIS UNTUK MENANAM KENTANG (Solanum tuberosum L.)</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Renny Eka</dc:creator>
	<dc:creator>Mizwardi, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Putri, Irriwad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Alat pelubang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kentang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pengembangan alat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Teknik Pertanian</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Dalam budidaya tanaman kentang, petani masih banyak menggunakan lubang tanam untuk penanaman kentang, dimana alat untuk pelubang tanam tersebut masih didominasi oleh alat-alat sederhana yang kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah alat pelubang media tanam yang memiliki kedalaman dan diameter lubang tanam yang tepat pada tanaman kentang. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu, perencanaan, pengembangan konsep, pembuatan alat, uji kinerja alat, dan analisis terhadap alat yang dirancang. Pengujian dilakukan pada lahan 50 mÂ², dimana dibagi menjadi 6 demplot, dimana 3 demplot untuk pengujian alat pelubang tanah untuk media tanam kentang dan 3 demplotnya lagi menggunakan cangkul. Kapasitas kerja efektif dan kapasitas kerja teoritis yang didapatkan dengan menggunakan alat masing-masing bernilai, yaitu 0,0125 ha/jam dan 0,0150 ha/jam. Kapasitas kerja efektif dan kapasitas kerja teoritis yang didapatkan menggunakan cangkul masing-masing bernilai, yaitu 0,0124 ha/jam dan 0,0149 ha/jam. Effisiensi yang didapatkan dengan menggunakan alat, yaitu 83,30 %. Alat pelubang 2 kali lipat lebih tepat guna digunakan untuk pelubangan tanah menanam kentang dibandingkan cangkul. Biaya pokok yang didapatkan, untuk perancangan alat pelubang tanah untuk media tanam kentang, didapatkan sebesar Rp. 24,02/lubang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/649</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.1.54-64.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 1 (2023); 54-64</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 1 (2023); 54-64</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/649/246</dc:relation>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/649/309</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Renny Eka Putri</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/653</identifier>
				<datestamp>2023-05-04T09:13:36Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">SIFAT FISIK DAN MEKANIK KEMASAN TABLEWARE DARI KOMPOSIT AMPAS TEH HITAM DAN TEPUNG TAPIOKA</dc:title>
	<dc:creator>Umboh, Riel Jeremy Jordan</dc:creator>
	<dc:creator>Pranoto, Yudi</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayoe, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">ampas teh hitam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">ukuran partikel serat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">tepung tapioka</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">tableware</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Sumber serat dari limbah yang ramah lingkungan dan mudah didapatkan seperti serat ampas teh hitam dapat bermanfaat dalam sebagai bahan alternatif kemasan plastik non-biodegradable. Ampas teh hitam berperan sebagai pengisi dalam matriks tepung tapioka untuk membuat tableware dengan menggunakan alat compression molding. Faktor penting yang harus diperhatikan adalah penentuan ukuran partikel serat yang sesuai dapat meningkatkan kualitas komposit. Dalam penelitian ini digunakan empat rasio massa ampas teh hitam : pati tapioka (30:70, 40:60, 50:50, 60:40) dan tiga ukuran partikel (400-250 Î¼m, 250-125 Î¼m, &amp;lt;125 Î¼m). Tableware diuji karakteristiknya meliputi sifat fisik (morfologi, ketebalan, densitas, penyerapan air) dan mekanik (kuat tarik, kuat fleksural). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan serat dan pengecilan ukuran partikel ampas teh dapat meningkatkan sifat fisik dan mekanik tableware yang dihasilkan. Rasio 50:50 (50% ampas teh) dan ukuran partikel &amp;lt;125 Î¼m memberikan morfologi yang baik, ketebalan dan kuat tarik yang tinggi, sedangkan rasio 60:40 (60% ampas teh) dan ukuran partikel 250-125 Î¼m memberikan densitas dan kuat fleksural yang rendah, dan penyerapan air yang rendah.Â Kata kunciâ€”ampas teh hitam, ukuran partikel serat, tepung tapioka, tableware</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/653</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.1.65-75.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 1 (2023); 65-75</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 1 (2023); 65-75</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/653/240</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Riel Jeremy Jordan Umboh, Yudi Pranoto, Sri Rahayoe</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/660</identifier>
				<datestamp>2023-08-22T08:31:52Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">ANALISIS PEMILIHAN ALTERNATIF PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN JAGUNG DI NAGARI AIA GADANG KABUPATEN PASAMAN BARAT</dc:title>
	<dc:creator>Surya, Satria Adi</dc:creator>
	<dc:creator>Santosa, Santosa</dc:creator>
	<dc:creator>Putri, Renny Eka</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Gulma</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">jagung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">knapsack sprayer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">boom sprayer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">electric sprayer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sprayer dan Gulma</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penyemprotan adalah salah satu teknik pengendalian gulma dengan cara mengaplikasikan herbisida dengan disemprotkan pada gulma yang terdapat di lahan. Penggunaan alat semprot sistem manual dan semi mekanis banyak digunakan di beberapa wilayah hanya saja masih memiliki banyak kekurangan. Â Pemilihan alat yang sesuai untuk diaplikasikan diharapkan akan mampu meningkatkan produktivitas jagung. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai beban kerja, efektifitas (kapasitas kerja efektif) penyemprotan yang digunakan serta menganalisis tipe penyemprotan yang terbaik ditinjau dari beberapa aspek yaitu: aspek teknis, ergonomika, aspek finansial, dan aspek lingkungan. Parameter yang diukur meliputi debit, kapasitas keluaran cairan, distribusi sebaran, kecepatan maju operator, kapasitas lapang teoritis, kapasitas lapang efektif, efisiensi penyemprotan, kecepatan angin, dan biaya operasaional alat serta daya operator. Pelaksanaan penelitian dilakukan terhadap 3 metode penyemprotan yaitu knapsack sprayer, electric Sprayer, dan boom Sprayer. Pengujian dan pengamatan dilakukan dalam 3 kali ulangan dengan luasan masing-masing plot adalah 20 m x 10 m. Dengan demikian total luas plot pengamatan yang dibutuhkan 9 x 20 m x 10 m. Berdasarkan penelitian diperoleh rata-rata.hasil pengukuran debit untuk boom sprayer sebesar 0,02486 liter/detik, rata-rata kecepatan maju operatorÂ  0,265 m/detik, dan Efisiensi rata-rata dari boom sprayer adalah 76,31 %. Beban Kerja berdasarkan kebutuhan daya dari operator pada boom sprayer adalah 0,041 kW dengan biaya pokok Rp 207,76/liter. Berdasarkan hasil rekapitulasi hasil yang mencakup berbagai aspek maka alat semprot yang terbaik yaitu boom sprayer dikarenakan lebih unggul untuk kerja lapang teoritis, efektif, efisiensi lapangÂ  dan biaya pokok paling rendah bila dibandingkan dengan knapsack sprayern dan electrick sprayer</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Analisis</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/660</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.1.126-135.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 1 (2023); 126-135</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 1 (2023); 126-135</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/660/251</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Satria Adi Surya</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/661</identifier>
				<datestamp>2023-05-04T09:13:36Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">APLIKASI MINYAK SAWIT MERAH SEBAGAI SUMBER PROVITAMIN A DAN PENGARUHNYA TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA GULA MERAH TEBU</dc:title>
	<dc:creator>Rasdiana, Felga Zulfia</dc:creator>
	<dc:creator>Refdi, Cesar Welya</dc:creator>
	<dc:creator>Ismed, Ismed</dc:creator>
	<dc:creator>Fauzi, Yusma Resti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Nira tebu dan minyak sawit merah (MSM) merupakan bahan alami yang memiliki kadar gizi tinggi dan senyawa fitokimia yang menguntungkan. Pada nira tebu mengandung octacosanol sedangkan pada MSM mengandung karotenoid. Gula merah yang dibuat dari nira tebu memiliki keuntungan yang lebih dibandingkan dengan bahan lain terlebih jika ditambahkan MSM yang dapat digunakan sebagai sumber provitamin A. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaanÂ MSM pada karakteristik kimia terutama kandungan provitamin A gula merah tebu serta mengetahui konsentrasi terbaik MSM yang ditambahkan pada gula merah tebu. Pada penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dengan tingkatan penambahanÂ MSM yang berbeda (0 ml, 2Â ml, 4Â ml, 6Â ml, dan 8Â ml) dan 3 ulangan. Data yang diperoleh dilakukan analisis statistika menggunakan Analysis of Varian (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncanâ€™s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi MSM yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, total gula, dan pH tetapi berpengaruh nyata terhadap total karoten dan kadar abu. Berdasarkan analisis karakteristik kimia dan total karotenoid perlakuan E (MSM 8Â ml) merupakan produk terbaik dengan total karoten sebesar 3691,8 mg/100g dan total gula sebesar 53,33%.Kata kunci : gula merah, karoten, minyak sawit merah, nira tebu</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/msword</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/661</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.1.76-82.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 1 (2023); 76-82</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 1 (2023); 76-82</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/661/241</dc:relation>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/661/310</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Felga Zulfia Rasdiana, Cesar Welya Refdi, Ismed Ismed, Yusma Resti Fauzi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/666</identifier>
				<datestamp>2023-08-05T06:48:21Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">RANCANG BANGUN MESIN PENGIRIS KERIPIK TEMPE TAPIOKA DENGAN PISAU PUTAR LENGKUNG</dc:title>
	<dc:creator>Tasliman, Tasliman</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">mesin pengiris</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">mesin perajang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">tempe tapioka</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Alat dan Mesin Pasca Panen</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pada pembuatan keripik tempe tapioka, tahap pengirisan merupakan tahap yang menentukan mutu dan kapasitas produksi. Penggunaan mesin pengiris dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas pengirisan. Mesin yang ada sekarang kapasitasnya masih kurang tinggi sehingga diperlukan rancangan baru dengan kapasitas yang lebih tinggi namun sesuai untuk bahan tempe tapioka yang kurang teguh. Rancangan pengiris yang digunakan yaitu pisau putar lengkung. Beberapa kelebihan rancangan ini yaitu tidak perlu gerak bolak-balik, hentakan pemotongan halus serta dapat digunakan pada kecepatan tinggi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk merancang, membuat, dan menguji kinerja mesin pengiris tempe tapioka menggunakan rancangan pisau putar lengkung. Dari pelaksanaan penelitian, dapat dilihat bahwa konsep rancangan pisau putar lengkung memang cukup efektif digunakan mengiris tempe. Hasil yang diperoleh sesuai dengan harapan. Telah berhasil dirancang mekanisme pengirisan dengan kecepatan variabel. Mesin telah dicoba untuk 2 kecepatan yang berbeda. Pada kedua kecepatan tersebut, mutu irisan terlihat sama bagusnya. Kecepatan tertinggi yang telah dicoba yaitu 310 rpm yang menghasilkan kecepatan pengirisan 15 iris per detik. Namun demikian kecepatan tersebut dirasa terlalu tinggi oleh pengguna sehingga digunakan kecepatan yang lebih rendah yaitu 110 rpm. Penggunaan mesin pada kecepatan tersebut hasilnya baik. Kapasitas kerja yang diperoleh yaitu 19,62 kg/jam. Hasil irisan layak goreng adalah 96,5%, dengan ketebalan 0,85 mm. Konsumsi daya mesin sangat rendah yaitu 29,71 watt, sedangkan efisiensi daya cukup tinggi yaitu 50,9%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">rancang bangun; rekayasa mesin</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/666</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.1.83-93.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 1 (2023); 83-93</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 1 (2023); 83-93</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/666/242</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Tasliman Tasliman</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/668</identifier>
				<datestamp>2024-02-06T07:12:42Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">FORMULASI PERMEN JELI KOPI ROBUSTA SEBAGAI ALTERNATIF CAMILAN BAGI  PENDERITA DIABETES MELLITUS</dc:title>
	<dc:creator>Handayani, Septy</dc:creator>
	<dc:creator>Oktafiani, Lirista Dyah Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Akbar, Abdul Azis</dc:creator>
	<dc:creator>Hasanah, Azifa Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Maulana, Ginata Ayu</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kabupaten Jember merupakan daerah potensi kopi terbesar kedua di Jawa Timur dan salah satu kopi yang dibudidayakan yaitu Kopi Robusta. Bentuk diversifikasi produk kopi robusta diantaranya adalah pembuatan permen jeli. Permen jeli yang bertekstur lunak dan manis serta digemari oleh semua kalangan masyarakat dapat dijadikan sebagai alternatif camilan bagi penderita diabetes mellitus (DM). Namun, rasa manis dari gula (sukrosa) yang berlebih dapat memperparah penderita sehingga dibutuhkan pemanis pengganti yang aman bagi kesehatan, yaitu stevia. Stevia merupakan pemanis yang disarankan untuk penderita diabetes karena memiliki kalori yang rendah dan tidak memberikan efek samping. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembuatan permen jeli kopi robusta dengan formulasi yang tepat dan sesuai sebagai alternatif camilan bagi penderita DM. Metode penelitian yang dilakukan yaitu eksperimental di laboratorium dengan variasi perlakuan stevia dan sukrosa (3:0, 2:1, 1:2, dan 0:3) yang akan dilakukan ulangan sebanyak 3 kali ulangan. Hasil penelitian pada uji organoleptik menunjukkan adanya perbedaan tingkat kesukaan panelis terhadap warna dan rasa serta tidak terdapat perbedaan tingkat kesukaan panelis terhadap aroma dan tekstur permen jeli kopi Robusta. Selain itu, secara keseluruhan ada perbedaan yang signifikan terhadap tingkat kesukaan panelis pada permen jeli kopi Robusta. Berdasarkan uji tekstur dan kadar gula didapatkan hasil tertinggi pada perbandingan konsentrasi ekstrak stevia dan sukrosa (0:3) yaitu berturut-turut sebesar 60,60 g dan 17,46%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/668</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.2.151-160.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 2 (2023); 151-160</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 2 (2023); 151-160</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/668/254</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Septy Handayani, Lirista Dyah Ayu Oktafiani, Abdul Azis Akbar, Azifa Nur Hasanah, Ginata Ayu Maulana</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/669</identifier>
				<datestamp>2023-05-04T09:13:36Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">RAPID MEASUREMENT SYSTEM HASIL FERMENTASI PUPUK ORGANIK PADAT (POP) BERBASIS NPK SENSOR DAN MODEL REGRESI LINIER</dc:title>
	<dc:creator>Saputra, Tri Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Wijayanto, Yagus</dc:creator>
	<dc:creator>Regar, Arthur Frans Cesar</dc:creator>
	<dc:creator>Ristiyana, Suci</dc:creator>
	<dc:creator>Purnamasari, Ika</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pupuk Organik Padat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kualitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">sensor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">regresi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pupuk Organik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kualitas pupuk organik padat (POP) perlu diperhatikan agar efektif saat diaplikasikan dengan indikator utama berupa unsur N (Nitrogen), P (Fosfor), K (Kalium), dan C-Organik. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem pengukuran pada indikator kualitas pupuk organik padat (POP) sehingga dapat memudahkan analisis kandungan pupuk dan meringankanÂ  faktor tenaga maupun biaya. Penelitian ini dimulai dengan membuat pupuk organik dari bahan limbah bekas maggot dan bekas pupa Black Soldier Fly (BSF) yang dibagi menjadi 5 variasi dan penggunaan dekomposer Trichoderma sp. dan EM4 yang dibagi menjadi 2 variasi. Selanjutnya, mengukur nilaiÂ  N, P, K menggunakan NPK Sensor dan analisis laboratorium. Data hasil laboratorium akan dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil pembacaan sensor akan dibandingkan dengan hasil laboratorium dan dibuat model regresi untuk membuat persamaan matematis. Â Tingkat akurasi model regresi diuji dengan koefisien determinasi (R2) dan Mean Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kandungan pupuk dan hasil terbaik pada bahan dasar bekas pupa dengan dekomposer terbaik menggunakan Trichoderma sp. Kombinasi bahan bekas maggot tidak meningkatkan kualitas namun dapat menjadi alternatif untuk pemanfaatan limbah BSF. Persamaan matematis mampu memprediksi nilai kadar N, P, K, dan C organik dengan keakurasian di atas 70%. Hal ini menunjukkan NPK sensor dapat menjadi alternatif dalam mengukur kandungan pupuk secara mudah, cepat, dan akurat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/669</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.1.94-103.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 1 (2023); 94-103</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 1 (2023); 94-103</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/669/245</dc:relation>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/669/311</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Tri Wahyu Saputra, Yagus Wijayanto, Suci Ristiyana, Ika Purnamasari, Arthur Frans Cesar Regar</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/676</identifier>
				<datestamp>2023-05-04T09:13:36Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">IDENTIFIKASI KUALITAS WARNA BUAH NAGA (Hylocerecus) DENGAN EKSTRAKSI MENGGUNAKAN MICROWAVE-ASSISTED EXTRACT (MAE)</dc:title>
	<dc:creator>Harni, Mimi</dc:creator>
	<dc:creator>Anggraini, Tuty</dc:creator>
	<dc:creator>B, Rini</dc:creator>
	<dc:creator>Suliansyah, Irfan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">antosianin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">buah naga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">betasianin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">polifenol</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Buah naga merupakan jenis buah yang kaya dengan zat warna.Â  Warna ini dapat digunakan sebagai pewarna alami dalam mengatasi penggunaan pewarna buatan di masyarakat yang diluar ambang batas sehingga menimbulkan resiko bagi kesehatan.Â  Selain itu warna yang dihasilkan jugaÂ  mengandung senyawa polifenol yang merupakan sumber antioksidan.Â  Penggunaan metode dengan Microwave-Assisted Extract (MAE) dengan tujuan agar kualitas warna lebih baik dan dapat mempertahankan senyawa polifenol yang terdapat dalam buah naga tersebut.Â  Dari hasil penelitian didapatkan kualitas warna terbaik berasal dari kulit buah naga daging merah dengan uji kualitasÂ  sebagai berikut : polifenol 623,1 mg GAE/100 gram, aktivitas antioksidan 41,18%, antosianin 84 mg/100 gram, betasianin 0,75 mg/100 gram dan warna 21,18.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/676</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.1.104-109.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 1 (2023); 104-109</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 1 (2023); 104-109</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/676/239</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Mimi - Harni</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/692</identifier>
				<datestamp>2023-05-04T09:13:36Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGARUH ETHEPON DAN DAUN GAMAL TERHADAP KARAKTERISTIK MUTU BUAH PISANG JANTAN (Musa paradisiaca var paradisiaca)</dc:title>
	<dc:creator>Ifmalinda, Ifmalinda</dc:creator>
	<dc:creator>Andasuryani, Andasuryani</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Dea Permata</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pisang Jantan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Karakteristik Mutu Buah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ethepon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Daun Gamal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Buah pisang dikatakan baik ketika buah pisang mengalami pemasakan di pohon, namun sangat sulit mendapatkan karakteristik mutu buah pisang yang baik di pasar karena kebanyakan petani yang menjual buah pisang tidak bisa menunggu buah pisang tersebut mengalami proses pematangan di pohon sebab buah pisang dapat mengalami pembusukan sebelum dipasarkan. Salah satu cara untuk menghindari hal tersebut dapat dilakukan dengan cara pemeraman. Bahan pemeraman yang digunakan untuk buah pisang Jantan yaitu ethepon dan daun gamal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik mutu buah pisang Jantan menggunakan bahan ethepon dan daun gamal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap 1 Faktor yaitu jenis bahan pemeraman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji ANOVA menunjukkan pemberian ethepon dan daun gamal memberikan pengaruh nyata terhadap kekerasan, total padatan terlarut, vitamin C, analisis warna (hue), dan uji organoleptik. Konsentrasi daun gamal 20% merupakan perlakuan terbaik terhadap perubahan mutu pisang Jantan. Nilai pengamatan yang diperoleh pada perlakuan terbaik yaitu susut bobot sebesar 5,199 %, total padatan terlarut 26,60 Brix, organoleptik tekstur 3,07 (lunak) dan organoleptik rasa 3,56 (manis).Kata Kunci: Pisang Jantan, Karakteristik Mutu Buah, Ethepon, Daun GamalÂ </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/692</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.1.110-125.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 1 (2023); 110-125</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 1 (2023); 110-125</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/692/243</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Ifmalinda Ifmalinda</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/698</identifier>
				<datestamp>2024-02-06T07:12:42Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">KONSENTRASI NaCl DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP KUALITAS TOMAT CHERRY (Solanum lycopersicum var. cerasiforme)</dc:title>
	<dc:creator>Hayati, Maghfirah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">konsentrasi NaCl</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">perendaman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">tomat cherry</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tomat adalah tanaman hortikultura yang rentan terhadap kerusakan, baik karena kerusakan mekanis, fisiologi lanjut, serta kerusakan akibat mikroorganisme. Kandungan kadar air yang tinggi dalam buah menyebabkan tomat mudah rusak dan meningkatkan percepatan proses respirasi dan transpirasi. Umumnya masa simpan buah tomat cherry hanya berkisar antara 5-7 hari pada suhu kamar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi NaCl dan lama perendaman yang terbaik serta interaksi antara keduanya terhadap kualitas tomat cherry. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3x3.Hasil penelitian membuktikan bahwa konsentrasi NaCl berpengaruh sangat nyata terhadap organoleptik atribut tekstur danÂ  aroma tomat cherry serta berpengaruh nyata pada warna b (kuning) dan organoleptik penerimaan keseluruhan. Konsentrasi terbaik didapatkan pada konsentrasi NaCl 9%. Lama waktu perendaman tidak berpengaruh nyata pada seluruh parameter pengamatan, lama perendaman cenderung lebih baik dijumpai pada lama perendaman 25 menit. Terdapat interaksi sangat nyata antara konsentrasi NaCl dan lama perendaman terhadap organoleptik tekstur serta terdapat interaksi nyata antara konsentrasi NaCl dan lama perendaman terhadap organoleptik aroma. Kualitas tomat cherry yang baik dijumpai pada kombinasi perlakuan konsentrasi NaCl 9% dengan lama perendaman 25 menit.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">kuantitatif</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/698</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.2.185-194.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 2 (2023); 185-194</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 2 (2023); 185-194</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/698/259</dc:relation>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/698/312</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Maghfirah Hayati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/711</identifier>
				<datestamp>2024-03-02T10:52:48Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PEMETAAN SEBARAN LOKASI EROSI DAN KONSERVASI TANAH DAN AIR DI DAERAH TANGKAPAN AIR EMBUNG LEUWI PADJADJARAN II</dc:title>
	<dc:creator>Rebekka, Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Amaru, Kharistya</dc:creator>
	<dc:creator>Suryadi, Edy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Daerah Tangkapan Air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Erosi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Konservasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pemetaan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Embung Leuwi Padjadjaran II merupakan bangunan penampung air yang berlokasi di Desa Cileles, Jatinangor. Pembangunan embung ini bertujuan untuk menghindari terjadinya banjir saat musim hujan tiba. Namun, keadaan embung mempunyai kenampakan fisik yang buruk. Bagian atas badan air embung dipenuhi dengan tumpukkan tanah. Hal tersebut mengindikasikan adanya erosi yang terjadi di daerah tangkapan air embung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan sebaran lokasi erosi dan konservasi tanah dan air di Daerah Tangkapan Air Embung Leuwi Padjadjaran II. Erosi yang terjadi pada setiap satuan unit lahan mempunyai tingkat bahaya erosi yang berbeda-beda yang dihitung menggunakan persamaan USLE berdasarkan faktor-faktor erosi. Faktor-faktor erosi tersebut antara lain: faktor erosivitas hujan (R), faktor erodibilitas tanah (K), faktor panjang kemiringan lahan (LS), faktorÂ  pengelolaan tanaman (C) dan faktor pengelolaan konservasi (P). Tingkat bahaya erosi paling dominan di daerah tangkapan air embung adalah tingkat bahaya erosi sangat tinggi (&amp;gt;480 ton/ha/th). Sedangkan, tingkat bahaya terendah dimiliki oleh tingkat bahaya erosi rendah (15-60 ton/ha/th). Konservasi tanah dan air menjadi solusi yang direkomendasikan dalam menanggulangi masalah erosi yang terjadi daerah tangkapan air embung. Penerapan koservasi tanah dan air ditentukan berdasarkan Pedoman Pemilihan Teknologi Konservasi Tanah secara Mekanis dan Vegetatif berdasarkan Tingkat Kemiringan Lahan, Erodibilitas Tanah dan Kedalaman Solum (P3HTA).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/711</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.2.210-220.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 2 (2023); 210-220</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 2 (2023); 210-220</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/711/267</dc:relation>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/711/315</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Putri Rebekka, Kharistya Amaru, Edy Suryadi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/714</identifier>
				<datestamp>2024-05-15T08:19:26Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">ANALISIS KERUSAKAN BEARING MAIN SHAFT PADA MESIN SCREW PRESS MSB 15 DENGAN METODE TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)  DI PABRIK KELAPA SAWIT PT. XYZ</dc:title>
	<dc:creator>Hairiyah, Nina</dc:creator>
	<dc:creator>Musthofa, Imron</dc:creator>
	<dc:creator>Aminah, Aminah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">mesin press</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">overall equipment effectiveness (OEE)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">pabrik kelapa sawit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">total productive maintenance (TPM)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">quality control</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Salah satu perusahaan kelapa sawit yang memproduksi CPO dan kernel di Kalimantan Selatan adalah PT. XYZ. Material yang sering mengalami kerusakan pada proses produksi kelapa sawit di PT. XYZ adalah bearing main shaft pada mesin screw press MSB 15 yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas CPO dan kernel yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan penyebab kerusakan bearing main shaft pada mesin screw press MSB 15 dengan metode Total Productive Maintenance (TPM) menggunakan informasi dan pengetahuan mengenai Overall Equipment Effectiveness (OEE), TPM, dan jam kerja mesin yang ada di stasiun press. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OEE pada mesin press di PT. XYZ berada di bawah standar, yaitu dengan nilai availability 77% yang seharusnya 90%. Nilai performance rate dan quality rate yaitu 89,57% dan 100%. Secara keseluruhan nilai OEE masih berada pada angka 68,5% masih dibawah standar yaitu 85%, yang artinya produksi yang dilakukan masih dinilai wajar namun perlu banyak perbaikan yang dilakukan. Hasil analisis yang dilakukan penyebab kerusakan bearing main shaft screw press MSB 15Â  stasiun press PT. XYZ adalah faktor engine error, human error, dan material.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2024-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/714</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.28.1.1-7.2024</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 28 No. 1 (2024); 1-7</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 28 No 1 (2024); 1-7</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/714/268</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Nina Hairiyah, Imron Musthofa, Aminah Aminah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/721</identifier>
				<datestamp>2023-05-24T14:40:37Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PRODUKSI DANGKE DENGAN KOAGULAN PAPAIN KASAR DAN SARI KUNYIT SEBAGAI PEWARNA ALAMI</dc:title>
	<dc:creator>Permata, Deivy Andhika</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Ratna Mayang</dc:creator>
	<dc:creator>Anggraini, Tuty</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">dangke</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kunyit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kurkumin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">susu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Produk dangke adalah salah satu olahan susu tradisional yang biasanya dibuat dari susu sapi maupun susu kerbau dan digumpalkan dengan getah pepaya. Pada penelitian ini koagulan yang digunakan adalah papain kasar. Peningkatan kualitas dangke perlu dilakukan salah satunya dengan memberi warna, pewarna alami yang dapat digunakan yaitu kunyit. Kunyit memiliki kandungan kurkumin dan minyak atsiri yang memiliki peran dalam pemberi warna dan aroma khas pada makanan serta mampu sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan sari kunyit terhadap karakteristik dangke. Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan (penambahan sari kunyit sebesar 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari kunyit dalam pembuatan dangke memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap kadar air, kadar protein, kadar karbohidrat, aktivitas antioksidan, kadar kurkumin, warna dan tekstur. Namun berbeda tidak nyata dengan kadar abu, kadar lemak, rendemen, aroma dan rasa. Penambahan sari kunyit sebesar 5% merupakan formulasi terbaik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/721</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.26.2.254-261.2022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 26 No. 2 (2022); 254-261</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 26 No 2 (2022); 254-261</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/721/253</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Deivy Andhika Permata, Ratna Mayang Sari, Tuty Anggraini</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/750</identifier>
				<datestamp>2024-02-06T07:12:42Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK SUSU SAPI MURNI DENGAN PENAMBAHAN ASAP CAIR SELAMA PENYIMPANAN</dc:title>
	<dc:creator>Budaraga, I Ketut -</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pyrolysis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cocoa Shell</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Storage Time</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ilmu Pangan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This study aims to determine the effect of storage time on the quality of pure cow's milk with the addition of liquid smoke. It is also to determine the physicochemical and organoleptic properties of pure cow's milk with different storage times. The research method used was a simple Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatment levels and 3 replications. This study used pure cow's milk and purified cocoa shell liquid smoke. The results showed that the storage time of pure cow's milk added with liquid smoke which affected pH, mass, protein content, and organoleptic. The storage time of pure cow's milk added with liquid smoke at pH ranged from 4.17 - 6.45, mass 0.96 - 1.00, protein content 4.90 - 8.50 percent, and organoleptic gave an average value of taste 5.9 - 2.2, aroma 5.3-1.9, and color 6.1-2.3.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">percobaan</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>image/jpeg</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/750</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.2.221-228.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 2 (2023); 221-228</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 2 (2023); 221-228</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/750/261</dc:relation>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/750/313</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 I Ketut - Budaraga</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/770</identifier>
				<datestamp>2024-05-15T08:19:26Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">FORMULASI LILIN AROMATERAPI  BERAROMA MINYAK SEREH WANGI (Cymbopogon nardus L.)</dc:title>
	<dc:creator>ulvira, ulvira</dc:creator>
	<dc:creator>Anggia, Malse</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Lilin aromaterapi merupakan alternatif aplikasi aromaterapi secara inhalasi (penghirupan), danÂ  merupakan terapi yang di hasilkan oleh uap dari minyak atsiri yang di kemas menjadi produk lilin. Tujuan penelitian iniÂ  adalahÂ  mengetahui formulasi terbaik lilin aroma terapi berdasarkan penerimaan panelis danÂ  mengetahui pengaruh perbedaan persentase minyak sereh wangi terhadap sifat fisik terhadap lilin aromaterapiÂ  yang di. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan penambahan konsentrasi minyak atsiri serai wangi pada lilin aroma terapi dengan formulasi 6%, 7%, 8%, 9%, dan 10%. Pengamatan dari masing-masing perlakuan dianalisis dengan ANOVA dan menggunakan uji lanjut DNMRT pada taraf 5%. Â Lilin aromaterapi yang memiliki waktu leleh terlama adalah pada lilin aroma terapi dengan formulasi A yaituÂ  penambahan minyak sereh wangiÂ  sebanyakÂ  7% dan titik leleh lilin aroma terapi seluruh perlakuan sudah sesuai dengan standar SNI 0386 â€“1989 â€“ A / SII 0348 â€“ 1980. Lilin aroma terapi yang paling jernih adalah lilin aroma terapi pada dengan penambahan minyak sereh wangi 6 %. BerdasarkanÂ  penerimaan panelis terhadap lilin aromaterapi minyak serai wangi yang paling disukai adalah Â lilin aroma terapi dengan pada formulasi A dengan penambahanÂ  minyak sereh wangi sebanyak 6%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2024-05-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/msword</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/770</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.28.1.54-61.2024</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 28 No. 1 (2024); 54-61</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 28 No 1 (2024); 54-61</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/770/274</dc:relation>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/770/314</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 ulvira ulvira, Malse Anggia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/772</identifier>
				<datestamp>2024-02-06T07:12:42Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">RANCANG BANGUN SEPARATOR HASIL AKHIR PENYULINGAN SERAI WANGI MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIC (HC-SR04)</dc:title>
	<dc:creator>Azrifirwan, Azrifirwan</dc:creator>
	<dc:creator>putri, irriwad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Minyak Serai Wangi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Penyulingan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Separator</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sensor Ultrasonic HC-SR04</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Minyak serai wangi, hasil penyulingan dari daun serai wangi, memiliki nilai ekonomis tinggi. Proses penyulingan dilakukan menggunakan alat suling yang terdiri dari beberapa komponen utama seperti boiler, destilator, kondensor, dan separator. Setiap komponen memiliki peran penting dalam menghasilkan minyak serai wangi yang baik, mempengaruhi jumlah dan kualitas minyak yang dihasilkan serta waktu produksi. Dalam setiap komponen, separator jarang mendapatkan inovasi, baik dari segi desain maupun teknologi. Oleh karena itu, penelitian tentang &quot;Rancang Bangun Separator Penyulingan Serai Wangi Menggunakan Sensor Ultrasonic (HC-SR04)&quot; menjadi relevan. Penelitian dilakukan dengan membandingkan kinerja separator yang dibuat dengan separator yang sudah ada. Pengamatan dilakukan terhadap lamanya waktu penyulingan, kapasitas penyulingan, rendemen penyulingan, waktu pemisahan, kapasitas pemisahan, persentase minyak yang dapat dipisahkan, persentase minyak yang tidak dapat dipisahkan, besar energi listrik yang digunakan, perhitungan debit pompa, serta analisis secara ekonomi. Separator yang dibuat berhasil meningkatkan kecepatan pemisahan dibandingkan dengan separator manual dan dapat memisahkan minyak sereh wangi secara otomatis rata-rata sebesar 68,5%.Â Kata kunci: Minyak Serai Wangi, Penyulingan, Separator, Sensor Ultrasonic HC-SR04,Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/772</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.2.161-172.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 2 (2023); 161-172</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 2 (2023); 161-172</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/772/255</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Azrifirwan Azrifirwan, irriwad putri</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/787</identifier>
				<datestamp>2024-02-06T07:12:42Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PEMETAAN JENIS TANAMAN (CROP TYPES MAPPING)  DI WILAYAH PANJI DAN KAPONGAN : APLIKASI CITRA SENTINEL-2</dc:title>
	<dc:creator>Indarto, Indarto</dc:creator>
	<dc:creator>Kurnianto, Fahmi Arif</dc:creator>
	<dc:creator>Widyaningsih, Dini Retno</dc:creator>
	<dc:creator>Naufal, Dimas Ahmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">klasifikasi terbimbing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">pemetaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">penginderaan jauh</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sentinel-2</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Perubahan Tutupan Lahan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Citra penginderaan jauh dapat digunakan untuk pemetaan jenis tanaman atau Crop Type Mapping. Â Penelitian ini bertujuan untuk memetakan jenis tanaman pada musim kemarau I dan musim kemarau II. Dua citra pada waktu yang berbeda digunakan untuk memetakan jenis tanaman pada musim kemarau I dan II. Metode klasifikasi terbimbing (supervised) dan training area yang memadai digunakan untuk memetakan jenis tanaman yang ada pada wilayah tersebut. Prosedur penelitian mencakup: (1) pengambilan data lapang; pengambilan 43 titik GCP; (2) inventarisasi data citra sentinel-2; (3) pra pengolahan (mencakup komposit dan clipping); (4) pengolahan citra (mencakup penentuan kelas, pembuatan training area, dan klasifikasi citra); (5) uji akurasi; dan (6) pembuatanÂ  peta tematik. Uji akurasi menghasilkan nilai overall dan kappa akurasi sebesar 67.85% dan 59.93% (untuk MK I) serta sebesar 71.39% dan 64.58% (untuk MK II). Secara umum, citra sentinel dapat digunakan untuk memetakan jenis tanaman pada musim kemarau I dan II.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Menggunakan Pendekatan Indeks Spektral dan Algoritma Klasifikasi Terbimbing</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/787</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.2.229-238.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 2 (2023); 229-238</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 2 (2023); 229-238</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/787/262</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Indarto Indarto, Fahmi Arif Kurnianto, Dini Retno Widyaningsih, Dimas Ahmad Naufal</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/796</identifier>
				<datestamp>2024-02-06T07:12:42Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">OPTIMALISASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAHU MENGGUNAKAN ROTARY ALGAE BIOFILM REACTOR (RABR) DENGAN PENAMBAHAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL)  DARI LIMBAH DAPUR</dc:title>
	<dc:creator>Elystia, Shinta</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Limbah cair tahu yang dibuang secara langsung tanpa adanya pengolahan akan menyebabkan pencemaran, sehingga perlu adanya pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan.Â Salah satu proses yang dilakukan pada pengolahan limbah cair tahu adalah pengolahan secara biologis dengan memanfaatkan simbiosis mikroalga dan bakteri untuk menurunkan parameter pencemar menggunakan teknologi Rotary Algae Biofilm Reactor (RABR) dengan sistem biakan melekat (biofilm) dan tersuspensi. Mikroalga yang digunakan yaitu Chlorella sp. dan bakteri berasal dari mikroorganisme lokal (MOL) hasil fermentasi limbah dapur yang tidak dimanfaatkan dan mengandung mikroorganisme aerob dengan VSS (Volatile Suspended Solids) &amp;gt;3000 mg/l. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan penambahan MOL limbah dapur dengan kepadatan bakteri sebanyak 20 ml (VSS 3950 mg/L), 40 ml (VSS 4480 mg/L) dan 60 ml (VSS 5170 mg/L) serta waktu kontak 1, 3, dan 5 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penambahan MOL limbah dapur sebanyak 60 ml dengan VSS 5170 mg/L pada hari ke-5 didapatkan efisiensi penyisihan COD sebesar 88,89% dan NH3 sebesar 91% dengan total jumlah kepadatan sel tersuspensi dan melekat (biofilm) Chlorella sp. masing masing sebesar 2,39 x 106 sel/ml dan 2,47x 106 sel/ml.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/796</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.2.173-184.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 2 (2023); 173-184</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 2 (2023); 173-184</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/796/258</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Shinta Elystia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/817</identifier>
				<datestamp>2024-02-06T07:12:42Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">ANALISIS KESESUAIAN LAHAN TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta C.) DENGAN METODE GROWING DEGREE DAYS</dc:title>
	<dc:creator>Yanti, Delvi</dc:creator>
	<dc:creator>Shalihah, Nadiyatus</dc:creator>
	<dc:creator>Safitri, Imelda</dc:creator>
	<dc:creator>Rusnam, Rusnam</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Growing Degree  Days</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kesesuaian lahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">skenario tanam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">ubi kayu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tujuan dari penelitian adalah menentukan tingkat kesesuaian lahan tanaman ubi kayu di Provinsi Sumatera Barat berbasis Growing Degree Days (GDD) secara spasial dan temporal. Parameter yang digunakan yaitu curah hujan, kelerengan, penggunaan lahan, tekstur tanah, dan pH tanah. Semua parameter dikelompokkan menjadi satu atribut dengan cara overlay menggunakan aplikasi ArcGIS, kemudian dilakukan pembandingan (matching) dengan syarat tumbuh tanaman ubi kayu untuk kesesuaian lahan, dan dilanjutkan dengan pemberian scoring. Analisis dilanjutkan dengan menentukan nilai Growing Degree Days (GDD) pada setiap titik pengamatan masing-masing skenario waktu tanam yang diolah menggunakan data suhu. Skenario waktu tanam yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 12 skenario waktu tanam. Hasil penelitian menunjukkan Provinsi Sumatera Barat memiliki lahan yang potensial untuk pengembangan tanaman ubi kayu, kelas sangat sesuai (S1) seluas 879.921,97 Ha dan kelas sesuai (S2) seluas 1.437.152,41 (39,92%). Waktu tanam yang paling optimal untuk tanaman ubi kayu berdasarkan nilai GDD untuk wilayah Sumatera Barat yaitu pada bulan Oktober. Kabupaten Lima Puluh Kota, Pasaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, dan Solok Selatan memiliki potensi yang tinggi untuk dilakukan pengembangan tanaman ubi kayu karena pada wilayah ini memiliki kecocokan pada lahan (sangat sesuai) S1 dan sesuai (S2) yang luas (&amp;gt; 200.000 ha), serta niai GDD wilayahnya sesuai dengan nilai GDD untuk ubi kayu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/817</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.2.185-209.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 2 (2023); 185-209</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 2 (2023); 185-209</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/817/260</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Delvi Yanti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/851</identifier>
				<datestamp>2024-02-06T07:12:42Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGARUH PENGGUNAAN LILIN CARNAUBA TERHADAP MUTU BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill) VARIETAS MEGA PANINGGAHAN</dc:title>
	<dc:creator>Yanti, Nika Rahma</dc:creator>
	<dc:creator>Fahmy, Khandra</dc:creator>
	<dc:creator>Ifmalinda, Ifmalinda</dc:creator>
	<dc:creator>Arlius, Feri</dc:creator>
	<dc:creator>Fresmiyanti, Mia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">alpukat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">carnauba</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">mutu buah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">pelilinan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Teknik Pascapanen</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Alpukat merupakan salah satu buah yang memiliki umur simpan yang singkat, sehingga buah ini akan cepat rusak jika tidak diberikan perlakuan pascapanen seperti layu, terkelupas, lecet hingga busuk. Pemberian lilin carnauba merupakan salah satu usaha untuk mempertahankan mutu buah alpukat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan menentukan konsentrasi terbaik dari pelapisan dengan lilin carnauba terhadap mutu buah alpukat varietas Mega Paninggahan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan beberapa konsentrasi pelapisan lilin yaitu 0%, 3%, 6%, dan 9% yang disimpan pada suhu ruang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelapisan lilin dengan konsentrasi 6% dengan umur simpan 11 hari adalah perlakuan konsentrasi terbaik dengan nilai kadar air sebesar 80,161%; susut bobot sebesar 4,406%; kekerasan sebesar 76,1 N/cm2; dan TPT sebesar 9,10 Brix; Ph 6,8; dan Vitamin C 38,3.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/851</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.2.239-248.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 2 (2023); 239-248</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 2 (2023); 239-248</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/851/263</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Nika Rahma Yanti, Khandra Fahmy, Ifmalinda Ifmalinda, Feri Arlius, Mia Fresmiyanti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/852</identifier>
				<datestamp>2024-02-06T07:12:42Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN BUAH â€“ BUAHAN  DI KECAMATAN NGLUWAR KABUPATEN MAGELANG</dc:title>
	<dc:creator>Setyowibowo, Rachmat Fajri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Evaluasi Lahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kecamatan Ngluwar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">evaluasi kesesuaian lahan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan, mengetahui faktor pembatas dan mengetahui upaya perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman salak, pepaya, nanas, melon dan semangka di Kecamatan Ngluwar. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari â€“ Mei 2023 di Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah dan di Laboratorium Tanah Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian, Ungaran, Kabupaten Semarang. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei, analisis tanah dengan pengambilan sampel tanah di setiap wilayah uji dan uji laboratorium. Selanjutnya data yang telah diperoleh dianalisis dengan metode matching menggunakan aplikasi Sistem Penilaian Kesesuaian Lahan (SPKL) untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan kemudian ditampilkan dalam bentuk peta kesesuaian dengan menggunakan aplikasi ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di wilayah Kecamatan Ngluwar memiliki kelas kesesuaian lahan aktual sesuai marjinal (S3) pada wilayah II, III, IV, V, VII,VIII dan IX serta kelas tidak sesuai (N) pada wilayah I dan VI. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi faktor pembatas pada wilayah dengan kelas kesesuaian lahan sesuai marjinal (S3) diantaranya dengan pemberian bahan organik sebanyak 15 ton/ha pada faktor pembatas drainase, pemberian pupuk kandang dan kapur dolomit, serta biochar sebagai alternatif untuk meningkatkan C-organik, pembuatan saluran irigasi serta penanaman tanaman bertajuk untuk mengatasi curah hujan, dan menerapkan teknik konservasi dengan membuat teras gulud serta menanam tanaman penguat sebagai upaya perbaikan untuk kemiringan lereng. Faktor pembatas yang tidak dapat dilakukan upaya perbaikan yakni tekstur tanah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/852</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.2.249-258.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 2 (2023); 249-258</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 2 (2023); 249-258</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/852/264</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Rachmat Fajri Setyowibowo</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/855</identifier>
				<datestamp>2024-05-15T08:19:26Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">ANALISIS PERBANDINGAN KONSUMSI ENERGI DAN KEBUTUHAN ENERGI PADA PENYANGRAIAN BIJI KAKAO DENGAN SKALA BERBEDA</dc:title>
	<dc:creator>Asmara, Sang Norma Lintang</dc:creator>
	<dc:creator>Prasetyaningtyas, Cikha Ananda</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Anjar Ruspita</dc:creator>
	<dc:creator>Aji, Galih Kusuma</dc:creator>
	<dc:creator>Hermawati, Budi Ariyani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">biji kakao</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kebutuhan energi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">konsumsi energi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">skala ganda</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Proses penyangraian biji kakao pada skala laboratorium umumnya menggunakan roaster sederhana dengan bahan bakar LPG dan proses pembalikan biji secara manual. Hal ini menyebabkan kualitas pada biji hasil penyangraian tidak seragam pada tiap batch produksi. Berbeda dengan skala ganda, mesin penyangraian biji kakao sudah menggunakan bahan bakar listrik dan teknologi yang lebih canggih, sehingga dapat lebih mudah menjaga kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan energi dari perbedaan kedua kondisi penyangraian tersebut untuk mengoptimalkan proses produksi cokelat dengan skala yang sesuai. Metode penelitian yang dilakukan adalah melakukan dan mengamati proses penyangraian selama 60 menit. Parameter yang diamati meliputi kadar air, massa biji, dan suhu proses pada kedua skala. Selain itu diamati pula massa LPG yang terpakai untuk skala laboratorium dan daya listrik yang terpakai pada skala pilot. Hasil perhitungan konsumsi energi pada skala laboratorium adalah 5.277,295 kJ/kg dengan total biaya sebesar Rp. 8.437,5/kg. Sedangkan proses penyangraian skala pilot menggunakan listrik memerlukan energi sebesar 1.260 kJ/kg. Biaya listrik yang dikeluarkan jika menggunakan biaya dasar listrik tegangan rendah sebesar Rp1.699,53 per kWh, sehingga biaya listrik yang dikeluarkan kurang lebih sebesar Rp2.141,41/kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mesin sangrai dalam skala pilot lebih murah bila dilakukan produksi massal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2024-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/855</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.28.1.8-15.2024</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 28 No. 1 (2024); 8-15</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 28 No 1 (2024); 8-15</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/855/269</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Sang Norma Lintang Asmara, Cikha Ananda Prasetyaningtyas, Galih Kusuma Aji, Anjar Ruspita Sari, Budi Ariyani Hermawati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/860</identifier>
				<datestamp>2024-05-15T08:20:01Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENILAIAN KINERJA FISIK SALURAN SEKUNDER DAWUHAN DENGAN PENDEKATAN METODE FUZZY DI DAERAH IRIGASI BONDOYUDO</dc:title>
	<dc:creator>Ristiyana, Suci</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Irigasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sekunder</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Dawuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">fuzzy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sumber daya air</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja fisik saluran sekunder di Daerah Irigasi Bondoyudo dengan menerapkan pendekatan metode fuzzy. Fokus penelitian ini adalah pada pengukuran dan analisis kinerja fisik saluran sekunder sebagai bagian integral dari sistem irigasi. Dengan menggabungkan fuzzy, penelitian ini mencoba mengatasi ketidakpastian dan variasi dalam data fisik yang dapat mempengaruhi hasil penilaian kinerja. Metodologi penelitian melibatkan pengumpulan data fisik saluran sekunder dan kondisi struktural lainnya. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan konsep dan teknik fuzzy untuk menghasilkan penilaian kinerja yang lebih holistik. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang kualitas dan efisiensi saluran sekunder Dawuhan di Daerah Irigasi Bondoyudo. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan pada pemahaman tentang kondisi fisik saluran sekunder dan membuka potensi perbaikan atau peningkatan dalam manajemen sistem irigasi. Dengan memanfaatkan pendekatan teori himpunan kekaburan, penelitian ini memberikan kerangka kerja yang dapat digunakan untuk penilaian kinerja infrastruktur irigasi dengan mempertimbangkan ketidakpastian dalam data fisiknya. Implikasi temuan penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengambilan keputusan terkait perencanaan dan pengelolaan efektif sistem irigasi sekunder Dawuhan di Daerah Irigasi Bondoyudo.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2024-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/860</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.28.1.37-45.2024</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 28 No. 1 (2024); 37-45</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 28 No 1 (2024); 37-45</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/860/273</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Suci Ristiyana</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/870</identifier>
				<datestamp>2024-02-06T07:12:42Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">E-NOVEL PRODUKSI FILM PATI: KARAKTERISASI PRODUKSI FILM PATI DARI LIMA JENIS PATI BERBEDA</dc:title>
	<dc:creator>Rezekinta, Angelina</dc:creator>
	<dc:creator>Kasim, Anwar</dc:creator>
	<dc:creator>Syafri, Edi</dc:creator>
	<dc:creator>Chaniago, Irawati</dc:creator>
	<dc:creator>Ridwan, Firman</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">The process of producing starch film using the casting method required a significant amount of time to obtain the desired film product. Therefore, this study was conducted to reduce the production time required for the starch film. The study used five varieties of starch: bengkoang starch, talas starch, glutinous rice flour, wheat flour, and MOCAF flour. The process involved homogenizing the starch and glycerol mixture utilizing a stirrer, followed by heating using a microwave and a compression process to accelerate the evaporation of water in the starch film. For the final drying stage, samples that had gone through this process were dried using a cabinet dryer. The result showed that the developed method of starch film requires only 60 minutes of the time needed compared to conventional casting method, which usually takes 5-48 hours. Furthermore, it was observed that starch film production using glutinous rice flour resulted in the highest tensile strength.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2024-01-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/870</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.2.259-266.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 2 (2023); 259-266</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 2 (2023); 259-266</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/870/265</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Angelina Rezekinta, Anwar Kasim, Edi Syafri, Irawati Chaniago, Firman Ridwan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/873</identifier>
				<datestamp>2024-05-15T08:19:26Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">DESAIN TUNGKU PENGERING MOBILE BERBAHAN BAKAR  SERBUK GERGAJI</dc:title>
	<dc:creator>Panggabean, Tamaria</dc:creator>
	<dc:creator>Tunggal, Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Kuncoro, Endo Argo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">design</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">efficiency furnace</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">mobile drying furnace</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">temperature</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Energi Terbarukan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">This research was motivated by the use of a fixed bed furnace. Fixed bed furnaces are less effective because their use is fixed.Â  The purpose of this research was to design a mobile drying furnace fueled by sawdust biomass.Â  This research uses an experimental method with 3 stages of design, namely design approach, functional design and structural design. The data obtained were analyzed descriptively. The result of this research is a mobile drying furnace designed consisting of a fuel feeder, fuel channel, hopper, combustion chamber and heat exchanger chamber, chimney and furnace outlet channel and channel after the fan that can function properly. Furnace testing was carried out using sawdust fuel. The resulting feed speed is 10.3 kg/hour, the capacity of the combustion chamber for sawdust is 3.4 kg, the average temperature in the fuel feeder is 40.41 Â°C, in the combustion chamber 414.57 Â°C, in the heat exchanger 79.80 Â°C, in the chimney 104.11 Â°C, in the furnace outlet channel 62.77 Â°C, in the channel after the fan 46.08 Â°C, the sawdust fuel consumption rate was 5.8 kg/hour and the furnace efficiency obtained in the study was 53.90%. The resulting hot air temperature can be used for drying grain.Key words:Â  design, efficiency furnace, mobile drying furnace, temperature</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2024-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Eksperimental</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/873</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.28.1.28-36.2024</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 28 No. 1 (2024); 28-36</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 28 No 1 (2024); 28-36</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/873/271</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Tamaria Panggabean, Tri Tunggal, Endo Argo Kuncoro</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/878</identifier>
				<datestamp>2024-05-15T08:19:26Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Analisis Perbandingan Indeks Kekeringan Meteorologis di DAS Sangatta,  Kabupaten Kutai Timur</dc:title>
	<dc:creator>STP.MSc, Joko Suryanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">China Z Index (CZI)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">DAS Sangatta</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Modified China Z Index (MCSI)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Standardized Precipitation Index (SPI)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Z Score Index (ZSI)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Klimatologi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kesiapan dan perencanaan penanggulangan bencana kekeringan dapat dilakukan dengan memantau kekeringan menggunakan indeks kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi indeks kekeringan Standardized Precipitation Index (SPI), China Z Index (CZI), Modified China Z Index (MCZI), Z Score Index (ZSI) dengan membandingkan dengan indeks kekeringan Effective Drought Index (EDI). Indeks kekeringan dihitung menggunakan data curah hujan bulanan meliputi 4 stasiun hujan yang berada di wilayah DAS Sangatta periode 2012 - 2022. Pengujian konsistensi data curah hujan menggunakan metode kurva massa ganda, sedangkan pengujian homogenitas data menggunakan uji Buishand. Indeks kekeringan SPI, CZI, MCZI, dan ZSI dihitung pada skala 1, 3, 6 dan 12 bulan, sedangkan indeks EDI dihitung pada skala bulanan. Evaluasi indeks kekeringan dilakukan dengan membandingkan nilai indeks kekeringan dan kategori kekeringan dengan nilai indeks dan kategori kekeringan EDI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks SPI mempunyai korelasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan indeks lainya dengan nilai rata-rata 0,79, dan nilai tertinggi pada SPI-6 sebesar 0.94. Semua indeks kekeringan pada skala waktu 1 bulan diperoleh nilai NSE &amp;lt; 0,50 yang masuk ke dalam kategori tidak layak. Indeks kekeringan SPI-6 mempunyai nilai kesesuaian kategori kekeringan tertinggi dengan indeks EDI yaitu 74,6%. Indeks kekekeringan SPI-6 disarankan digunakan untuk pemantauan kekeringan di DAS Sangatta karena memberikan akurasi status kekeringan yang paling akurat. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2024-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">analsisi statistik</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/878</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.28.1.16-27.2024</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 28 No. 1 (2024); 16-27</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 28 No 1 (2024); 16-27</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/878/270</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Joko Suryanto STP.MSc</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/880</identifier>
				<datestamp>2024-02-06T07:12:42Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Ketinggian Jatuh Terhadap Kerusakan Mekanis Buah Sawo (Achras zapota L.) Berdasarkan Parameter Mutu</dc:title>
	<dc:creator>nas, syafiyata asrarin</dc:creator>
	<dc:creator>Andasuryani, Andasuryani</dc:creator>
	<dc:creator>Fahmy, Khandra</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Buah sawo</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">grading</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kerusakan mekanis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">parameter mutu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pascapanen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Teknologi Pertanian</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Buah sawo termasuk salah satu buah klimaterik dengan laju respirasi yang cepat sehingga rentan terhadap kerusakan mekanis terutama ketika proses grading, dimana buah sawo akan dijatuhkan dari ketinggian tertentu secara manual tanpa memperkirakan ketinggian yang tepat. Hal ini tentu akan menyebabkan kerugian dari segi ekonomis. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kerusakan mekanis pada buah sawo akibat penjatuhan saat grading berdasarkan perubahan parameter mutu (energi tumbukan, susut bobot, total padatan terlarut persentase luas memar dan kadar vitamin C) sehingga dapat ditentukan ketinggian yang sesuai untuk buah sawo ketika proses grading nantinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen untuk pembuktian hipotesis melalui rangkaian data hasil pengamatan perubahan parameter mutu (energi tumbukan, susut bobot, total padatan terlarut persentase luas memar dan kadar vitamin C) akibat pengaruh ketinggian penjatuhan. Ketinggian jatuh yang dipakai saat penelitian yaitu 0 cm (kontrol), 20 cm dan 40 cm yang dipilih dari hasil penelitian pendahuluan yang dilakukan. Berdasarkan hasil analisis ANOVA diperoleh hasil penelitian bahwa perlakuan ketinggian jatuh mempengaruhi perubahan parameter mutu buah sawo yang ditunjukkan dengan nilai sig &amp;lt; 1% dan nilai R square &amp;gt; 0,7 untuk masing-masing parameter mutu dengan kesimpulan akhir bahwa ketinggian saat grading yang sesuai untuk buah sawo yaitu maksimal 20 cm.Kata kunciâ€” Buah sawo, grading, kerusakan mekanis, parameter mutu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Eksperimen</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/880</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.27.2.267-278.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 27 No. 2 (2023); 267-278</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 27 No 2 (2023); 267-278</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/880/266</dc:relation>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/880/316</dc:relation>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/880/317</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 syafiyata asrarin nas, Andasuryani Andasuryani, Khandra Fahmy</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/906</identifier>
				<datestamp>2025-06-22T06:12:33Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PEMANFAATAN HIDROSOL SERAI DAPUR (Cymbopogon citratus)  SEBAGAI HAND SANITIZER GEL</dc:title>
	<dc:creator>Triastuti, Desy</dc:creator>
	<dc:creator>Destiana, Irna Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Asih, Asih</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Antibakteri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">hand sanitizer gel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">hidrosol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">serai dapur</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Hidrosol serai dapur merupakan hasil samping dari proses penyulingan minyak atsiri serai dapur. Hidrosol serai dapur mengandung senyawa antibakteri yang dapat digunakan dalam pembuatan hand sanitizer. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perbandingan hidrosol serai dapur dan akuades terhadap karakteristik fisikokimia, daya hambat bakteri dan hedonik hand sanitizer gel. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan lima perlakuan perbandingan hidrosol serai dapur dan akuades yaitu P1 (0%:50%), P2(12,5%:37,5%), P3(25%:25%), P4(37,5%:12,5%), dan P5(50%:0), dengan tiga pengulangan. Parameter pengujian meliputi karakteristik fisikokimia (daya sebar, densitas, homogenitas, waktu kering, dan pH), daya hambat bakteri, dan hedonik (aroma, warna, dan tekstur). Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA, jika terdapat pengaruh berbeda nyata dilanjutkan dengan Duncanâ€™s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil pengujian menunjukan berpengaruh nyata terhadap waktu kering dan pH dan tidak berpengaruh nyata pada daya sebar, densitas dan uji hedonik. Seluruh perlakuan menghasilkan gel yang tidak homogen terdapat butiran kasar pada semua perlakuan. Formulasi terbaik terdapat pada perlakuan P5 dengan daya hambat yaitu 22,55 mm, waktu kering yaitu 77,15 detik, daya sebar yaitu 5,96 cm dan nilai pH sebesar 6,95 telah memenuhi standar SNI.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/906</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.29.1.23-32.2025</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 29 No. 1 (2025); 23-32</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 29 No 1 (2025); 23-32</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/906/291</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Desy Triastuti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/935</identifier>
				<datestamp>2024-10-29T01:32:37Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">STUDI KANDUNGAN FITOKIMA PADA DAUN AFRIKA (Vernonia amygdalina) SEBAGAI POTENSI SUMBER ANTIOKSIDAN</dc:title>
	<dc:creator>Malin Sutan, Sandra</dc:creator>
	<dc:creator>Damayanti, Retno</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Antosianin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">daun afrika</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">flavonoid</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">karotenoid</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">klorofil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Teknik Pertanian</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Vernonia amydalina atau daun afrika memiliki kandungan fitokimia seperti klorofil, antosianin, karotenoid, dan flavonoid yang berperan penting dalam bidang pertanian, kesehatan, dan bahkan untuk industri. Flavonoid memiliki kemampuan untuk bertindak sebagai antioksidan kuat yang berperan sebagai obat dari penyakit diabetes mellitus. Aktivitas biologis antosianin juga memiliki banyak manfaat sebagai antioksidan, antihiperglikemia, dan juga aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan klorofil, flavonoid, antosianin, dan karotenoid pada daun afrika dengan tingkat pertumbuhan yang berbeda. Metode pengambilan data flavonoid yaitu dengan ekstraksi etanol pro analysis menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 415 nm. Dari klasifikasi pertumbuhan tanaman, didapatkan andungan pigmen klorofil meningkat seiring tingkat pertumbuhan daun afrika. Pada daun bagian bawah memiliki nilai total klorofil tertinggi, yaitu 0,2036 mg/g. Kandungan flavonoid, antosianin, dan karotenoid meningkat seiring dengan peningkatan klorofil pada daun. Nilai tertinggi terdapat pada daun bagian bawah dengan nilai rata-rata total untuk kandungan flavonoid sebesar 12,37 mgQE/g, antosianin sebesar 0,052 mg/g, dan karotenoid sebesar 0,0284 mg/g. Daun bagian bawah memiliki warna hijau yang lebih tua dibandingan dengan bagian atas dan tengah. Daun bagian bawah merupakan daun yang paling dewasa dan tumbuh diawal, sehingga kadar pigmen flavonoid, antosianin, dan karotenoid cukup besar di bagian ini.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2024-10-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/935</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.28.2.%p.2024</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 28 No. 2 (2024)</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 28 No 2 (2024)</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Retno Damayanti, Sandra Malin Sutan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/937</identifier>
				<datestamp>2024-05-15T08:19:26Z</datestamp>
				<setSpec>JTPA:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGEMBANGAN ALAT PENGIRIS REBUNG (Dendrocalamus asper) SKALA RUMAH TANGGA</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Irriwad</dc:creator>
	<dc:creator>santosa, santosa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">rebung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">alat pengiris rebung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">analisa ekonomi alat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">rancang bangun</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Bambu merupakan salah satu jenis tumbuhan herba yang memiliki banyak manfaat bagi masyarakat, di dalam family gramineae bambu termasuk tumbuhan yang pertumbuhannya sangat cepat dan tinggi, memiliki batang berbentuk menonjol yang dilihat dari permukaan dalam diameter penuh pada masa pertumbuhan selama sekitar tiga sampai empat bulan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rancang bangun alat pengiris rebung, melakukan pengujian terhadap alat dan melakukan analisis ekonomi. Setelah dilakukan pengujian diperoleh kapasitas kerja alat yaitu sebesar 43,28 kg/jam. Berdasarkan beberapa kali percobaan terlihat beberapa variasi kapasitas kerja yang diperoleh. Hal ini dipengaruhi oleh ukuran rebung khususnya ukuran antar ruas rebung. Perolehan kapasistas yang tinggi bergantung pada ukuran bagian ruas pada rebung yang kecil, dan ukuran batang rebung yang sesuai dengan ukuran tuas pendorong, sehingga waktu pengerjaannya cepat dan pengujiannya mudah dilakukan oleh operator. Sedangkan kapasitas kerja yang rendah disebabkan oleh kadar air yang tinggi, sehingga rebung yang diiris mudah rusak dan mengakibatkan proses pengerjaannya lama. Rebung yang digunakan pada penelitian memiliki kadar air sebesar 92,7 %. Hasil ketebalan dari irisan rebung adalah sebesar 2,69 cm. Nilai ini telah memenuhi standar ukuran pasar dimana ukuran ketebalannya tidak melebihi ukuran 3 cm. Berdasarkan analisis ekonomi yang dilakukan diperoleh biaya pokok untuk alat ini sebesar Rp 374,462/kg dengan titik impas sebesar 13.339, 5 kg/tahun.Kata kunci: rebung, alat pengiris rebung, analisa ekonomi alat</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2024-05-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/937</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jtpa.28.1.62-73.2024</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol. 28 No. 1 (2024); 62-73</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Teknologi Pertanian Andalas; Vol 28 No 1 (2024); 62-73</dc:source>
	<dc:source>2579-4019</dc:source>
	<dc:source>1410-1920</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/937/275</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Irriwad Putri, santosa santosa</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<resumptionToken expirationDate="2026-04-06T07:21:36Z"
			completeListSize="150"
			cursor="0">c3cc3b15f431f266e9ab20707ea1c50f</resumptionToken>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
